Tuesday, October 6, 2009

Tugas 2 SPM S1 Akt Ext - Term Paper


Saudara diminta membuat paper dengan panjang maksimal 5 halaman. Paper berisi aspek MCS dalam organisasi, bisa dari dalam negeri maupun luar negeri. Silakan angkat topik yang Anda paling suka. Yang penting harus sesuai dengan bab-bab yang telah kita pelajari.
Misalnya, Anda bisa mengangkat "Result Control pada Organisasi Perbankan: Studi Kasus Bank BNI". Dalam paper tersebut silakan dieksplor struktur organisasi BNI, beberapa aspek yang memerlukan result control, Result control yang telah diterapkan, usulan tambahan untuk result control, dan seterusnya.

Sistematika penulisan bebas, namun harus mengikuti kaidah penulisan yang berlaku umum. Sebagai contoh, bila Saudara menulis Result Control di BNI, maka pembahasan bisa meliputi hal-hal sebagai berikut:

Pendahuluan
Pengertian Result Control
Sekilas BNI
Struktur Organisasi BNI
Result Control di BNI
Usulan Result Control
Kesimpulan
Penutup
Daftar Referensi

Seperti biasa, kasus perusahaan yang diangkat tidak boleh sama antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya. Judul dan Pendahuluan agar di post di sini sebagai comment. Tujuannya untuk mengumumkan bahwa kasus yang Saudara angkat adalah kasus yang sudah Saudara pilih, sehingga mahasiswa lain tidak diperkenankan membahas kasus yang sama. Paper selengkapnya dikirim melalui email ke: agung.praptapa@gmail.com. Harus sudah dikumpulkan sebelum MID TEST.

Selamat bekerja. Sukses selalu.

AP

19 comments:

Dikr@.kartika said...
This comment has been removed by the author.
Dikr@.kartika said...
This comment has been removed by the author.
Dikr@.kartika said...
This comment has been removed by the author.
Anonymous said...

Nama : Novia Arini
Nim : C1H007011

Studi kasus PT CIBINONG Tbk
PENDAHULUAN
Pengertian Result Control
DISKRIPSI PT SEMEN CIBINONG TBK
RESULT CONTROL PT SEMEN CIBINONG TBK
Usulan Result control
Kesimpulan
Penutup
Daftar Referensi

Fitriani, Ambar said...

Nama : Ambar Fitriani
NIM : C1H007044

Implementasi Sistem Pengendalian Management di PT Telkom Indonesia Divisi Community Development (COMDEV) Sub Area Purwokerto

- PENDAHULUAN
- PENGERTIAN RESULT CONTROL, ACTION CONTROL & PEOPLE CONTROL
- SEKILAS TELKOM & DIVISI COMDEV
- STRUKTUR ORGANISASI COMDEV
- HASIL SISTEM PENGENDALIAN MANAGEMENT DI TELKOM DIVISI COMDEV
- USULAN SPM
- KESIMPULAN
- PENUTUP
- DAFTAR REFERENSI

Anantya Pujiyani said...

Nama : Anantya Pujiyani
NIM : C1H007030

RESULT CONTROL pada PT SAMSUNG ELEKTRONIK INDONESIA

1. PENDAHULUAN
2. PENGERTIAN RESULT CONTROL
3. SEKILAS PT SAMSUNG ELEKTRONIK INDONESIA
4. STRUKTUR ORGANISASI
6. USULAN RESULT CONTROL
7. KESIMPULAN
8. PENUTUP
9. DAFTAR REFERENSI

Anonymous said...

Nama:Andi Puja Kusumahadi
NIM:C1H006100
PENGENDALIAN SEBAGAI KUNCI KEBERHASILAN USAHA
MIE COOL

1.Pendahuluan
Suatu usaha ini mempunyai strategi pengendalian hampir sama dengan usaha –usaha umumnya. Namun usaha ini sangat berbeda dengan usaha pada umumnya.Usaha ini menawarkan es mie,tetapi mie nya itu sendiri terbuat dari jelly. Strategi pengendalian usaha ini umumnya mencakup pengendalian hasil dan pengendalian orang. Hal tersebut sangat di butuhkan dalam melakukan usaha ini.
2.Pengertian Strategi Pengendalian
Strategi pengendalian adalah strategi yang dibangun oleh perusahaan agar tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik. Seperti yang diungkapkan sebelumnya, Strategi pengendalian perusahaan umumnya mencakup pengendalian hasil, pengendalian aktivitas, dan pengendalian sumber daya manusia.
3. Sekilas tentang usaha ini
Mie cool adalah sebuah waralaba yang berasal dari kota Semarang. Pemilik waralaba mie cool membuka peluang bisnis bagi orang – orang berminat secara terbuka, dan untuk saat mie cool ada di beberapa kota termasuk Purwokerto. Usaha waralaba ini menggunakan system pembayaran secara tahunan. Pemilik waralaba ini tetap menjaga kerahasiaan resep dengan cara memasok bahan dasar dari Semarang langsung dan tidak di perjual belikan. Namun yang saya kemukan ini adalah cabang purwokerto. Usaha ini menjual minuman tetapi di dalamnya di beri tambahan aneka buah seperti,buah leci, pepaya,dll.salam satunya adalah mie. Namun mie nya bukan seperti mie-mie biasa kita makan, tetapi mie nya ini terbuat dari bahan dasar nya adalah jeli, namun di bentuk panjang - panjang seperti mie, karena itu usaha ini di sebut mie cool.

Anonymous said...

4.Struktur organisasi MIE COOL Purwokerto
Presiden direktur:Amalia Desiana
Wakil presiden direktur:Niesha Pradiasty
Direktur:Niko Pamillian Ariesti
5.Strategi Pengendalian di MIE COOL
Mie cool yang merupakan usaha minuman yang bebeda dari usaha minuman lainnya.Namun menerapkan strategi pengendalian sebagai suatu tradisi yang harus dijunjung oleh setiap individu dalam usahanya. Hal itu menjadikan MIE COOL berbeda dengan usaha minuman lainnya . Namun dalam menjalankan srategi usaha ini munkin sama dengan usaha lainnya.didalam usaha ini juga di terapkan pengendalian hasil(result control) disini terjadi apabila seorang pegawai yang menjualan lebih dari target apa yg d inginkan dia akan mendapatkan imbalan (Reward). Selain itu juga usaha ini menerapkan pengendalian orang(people control) dalam memasukan pegawai yang akan melasakan tugasnya dalam menjalankan usaha ini. Karena apabila menerima pagawai yang tidak memepunyai tanggung jawab dalam melaksakan tugasnya maka usaha ini tidak akan berjalan dengan semestinya. Usaha ini mengutamakan kualitas agar para konsumen puas dalam menitmati minuman yang di jual.
6.Usulan Strategi Pengendalian
Strategi pengendalian dalam usaha MIE COOL ini cenderung lebih menjualan ya pada satu tempat saja.hal ini yang tidak membuat usaha ini lebih maju berkembang.Seharusnya usaha ini melakukan promosi dimana ada kegiatan yang berlangsung di purwoketo ini.agar masyarakat luas lebih mengenal usaha MIE COOL.

Anonymous said...

7.Kesimpulan
Dari kedua elemen strategi pengendalian tersebut telah membuktikan bahwa setiap elemen strategi pengendalian saling berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan yang sama. Dengan adanya hal itu, maka tidak hanya sekedar praktis yang dibutuhkan, namun komitmen dari setiap individu sangatlah mendukung karena inti dari sebuah tujuan adalah manusia dan tentunya sangat dibutuhkan suatu seni strategi pengendalian dalam pengimplementasikannya.
8.Penutup
Suatu usaha dikatakan berhasil apabila telah mencapai tujuannya, maka oleh karena itu dibutuhkan suatu strategi pengendalian terhadap aspek yang tercakup didalamnya yang akan membawa perusahaan kearah keberhasilan. Aspek strategi pengendalian ialah berperan sebagai ujung tombak perusahaan dalam pemenuhan tujuannya. dalam perusahaan tersebut. Maka suatu strategi pengendalian harus benar-benar diterapkan secara efektif dan efisien tidak hanya dalam skala jangka pendek tapi harus tetap memikirkan jangka panjang juga agar kedepannya mampu membawa perusahaan kearah lebih baik.
9.Referensi
MIE COOL Semarang
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Anonymous said...

Nama : Mistamto
NIM : C1H007012

JUDUL : PENERAPAN PEOPLE CONTROL DI PRINGSEWU RESTAURAN GROUP
PENDAHULUAN
SEJARAH BERDIRINYA PRINGSEWU RESTAURAN GROUP
PEMBAHASAN PENERAPAN PEOPLE CONTROL DI PRINGSEWU GROUP
KESIMPULAN

bayoe said...

NAMA : Bayu Asmoro Ardi
MIN : C1H006103
1. Pendahulan
Setiap perusahaan memerlukan Strategi pengendalian yang tepat. Strategi pengendalian kita bangun agar perusahaan dapat mencapai apa yang menjadi tujuannya. Ada 3 strategi pengendalaian agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik, yaitu pengendalian hasil ( result control ), pengendalian aksi ( action control ), dan pengendalian orang ( people control ).
2. Pengertian Strategi Pengendalian Melalui Pemberian Upah Lembur.
Strategi pengendalian adalah strategi atau upaya yng dilakukan manajemen untuk memajukan atau mecapai tujaun perusahaan. Biasanya strategi pengendalian juga dapat di lakukan melalui pemberian upah lembur kepada setiap karyawan yng memiliki motivasi kerja yang tinggi.
3. Sekilas PT. PERTAMINA UP IV PERSERO.
PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pengolahan IV Cilacap merupakan salah satu dari 7 jajaran unit pengolahan di tanah air, yang memiliki kapasitas produksi terbesar yakni 348.000 barrel/hari, dan terlengkap fasilitasnya. Kilang ini bernilai strategis karena memasok 34% kebutuhan BBM nasional atau 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Selain itu kilang ini merupan satu-satunya kilang di tanah air saat ini yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di tanah air. Kilang di PT PERTAMINA (PERSERO) Unit Pengolahan IV Cilacap terdiri atas:
Kilang Minyak I
Kilang Minyak I dibangun tahun 1974 dengan kapasitas semula 100.000 barrel/hari. Kilang Minyak I ini beroperasi sejak diresmikan Presiden RI tanggal 24 Agustus 1976. Sejalan dengan peningkatan kebutuhan konsumen, tahun 1998/1999 ditingkatkan kapasitasnya melalui Debottlenecking project sehingga menjadi 118.000 barrel/hari. Kilang ini dirancang untuk memproses bahan baku minyak mentah dari Timur Tengah, dengan maksud selain mendapatkan BBM sekaligus untuk mendapatkan produk NBM yaitu bahan dasar minyak pelumas (lube oil base) dan aspal. Mengolah minyak dari Timur tengah bertujuan agar dapat menghasilkan bahan dasar pelumas dan aspal, mengingat karakter minyak dari dalam negeri tidak cukup ekonomis untuk produksi dimaksud.
Kilang Minyak II
Sedangkan Kilang Minyak II ini dibangun tahun 1981, dengan pertimbangan untuk pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri yang terus meningkat. Kilang yang mulai beroperasi 4 Agustus 1983 setelah diresmikan Presiden RI, memiliki kapasitas awal 200.000 barrel/hari. Kemudian mengingat laju peningkatan kebutuhan BBM ditanah air, sejalan dengan proyek peningkatan kapasitas (debottlenecking) pada tahun 1998/1999, kapasitasnya juga ditingkatkan menjadi 230.000 barrel/hari. Kilang ini mengolah minyak "cocktail" yaitu minyak campuran, tidak saja dari dalam negeri juga di impor dari luar negeri.
Kilang Paraxylene

Kilang Paraxylene Cilacap dibangun tahun 1988 dan beropersi setelah diresmikan oleh Presiden RI tanggal 20 Desember 1990. Kilang ini menghasilkan produk NBM dan Petrokimia. Pertimbangan pembangunan Kilang ini didasarkan atas pertimbangan:
1. Tersedianya bahan baku Naptha yang cukup dari Kilang Minyak II Cilacap.
2. Adanya sarana pendukung berupa dermaga tangki dan utilitas.
3. Disamping terbukanya peluang pasar baik didalam maupun luar negeri.

bayoe said...

4. Struktur Organisasi PT. PERTAMINA UP IV PERSERO.
GM UP IV Yulien Trilaksono
..................
..................
5. Strategi Pengendalian PT. PERTAMINA UP IV PERSERO.
Proyek dari Direktorat Pengolahan ini cukup inovatif dan berhasil. LSWR (Low Sulphur Waxy Residue) di Unit Pengolahan (UP) IV Cilacap sudah masuk ke dalam kategori destroy value, karena kalau diproduksi terus, justru akan memperkecil margin kilang.
Setelah diolah di UP VI Balongan, LWSR bisa menjadi produk bernilai tinggi: Gasoline, LPG, dan Propylene.
Ketika alokasi crude UP VI terkurangi LSWR dari UP IV, dikirimkanlah crude itu ke UP V Balikpapan, sehingga di Balikpapan akibat ada pasokan ?tambahan? ini UP V Balikpapan bisa mengurangi porsi minyak impornya.
Membangun Kerjasama Lintas Sektoral, UP, Direktorat, Fungsi
Ada beberapa hal yang menjadi arti penting dari suksesnya proyek pengolahan long residue atau LSWR ini di UP VI Balongan.
Pertama, keberhasilan proyek ini merupakan keberhasilan Pertamina mempertajam budaya kerja lintas sektoral, lintas UP, lintas direktorat, dan bahkan lintas fungsi.
Yang terlibat langsung, sebutlah di lingkungan Direktorat Pengolahan saja terlibat UP IV Cilacap, UP VI Balongan, Divisi Perencanaan & Ekonomik Direktorat Pengolahan, dan Divisi Keandalan dan Jasa Operasi (KJO).
Selain itu terlibat Direktorat Keuangan, Direktorat Pemasaran dan Niaga, termasuk di dalamnya ada Bidang Perkapalan.
Dan tak ketinggalan, Direktorat Hulu dan Pertamina EP. Dan fungsi-fungsi lain yang terkait langsung atau tidak langsung.
Bagi Pertamina terlaksananya sebuah pekerjaan operasional di sektor core business merupakan prestasi tersendiri, mengingat habit ego sektoral di lingkungan perusahaan pada masa lalu begitu kental.
Dari sisi sistem saja, misalnya, dengan diterapkannya Ukuran Kinerja Terpilih (UKT) yang menjadi key performance index setiap fungsi, direktorat, atau bahkan individu, agak menyulitkan pelaksaan sebuah proyek bersama.
Apakah proyek akan dimasukkan ke prestasi fungsi mana? Tidak mudah menjawab, karena suksesnya program ini tidak bisa dilepaskan dari proses kerjasama banyak pihak.
Pertamina bisa belajar dari keberhasilan proyek ini. Setidaknya untuk proyek pengolahan LSWR eks UP IV Cilacap di UP VI Balongan ke depan, maka akan disiapkan TKO dan SOP sendiri.
Ada prosedur dan sistem tersendiri yang akan mengaturnya. Bagaimanapun proyek ini merupakan proyek lintas sektoral, sehingga diperlukan sistem yang mengakomodir semua aturan di setiap sektor.

bayoe said...

6. Usulan Strategi Pengendalian

Untuk sebagian pekerja, budaya pulang belakangan sudah menjadi hal biasa di lingkungan Pertamina. Amati saja di Gedung Utama Kantor Pusat, dan gedung-gedung lain di lingkungan Kantor Pusat, ruangan yang masih terang, menandakan masih ada aktivitas pekerja yang sedang mengejar penyelesaian suatu pekerjaan.
Di luar kegiatan utama permigasan, Breakthrough Projects Pertamina memang banyak menyentuh hal-hal penunjang yang tak kalah penting dalam dinamika perusahaan. Itulah yang terangkum dalam 22 item proyek yang ditetapkan.
Bahkan proyek yang pada detik-detik terakhir muncul adalah lima proyek menyangkut teknologi informasi SAP. Pertamina tampaknya memang harus memiliki pendekatan yang lebih pas untuk membangun sistem SAP agar lebih efektif.
7 .Kesimpulan
Strategi pengendalian terdiri dari tiga elemen penting yaitu pengendalian hasil ( result control ), pengendalian aksi ( action control ), dan pengendalian orang ( people control ). Ketiga elemen tersebut saling mendukung satu sama lain. Jadi alangkah baiknya apabila perusahaan menggunakan ketiga elemen tersebut dalam sistem pengendaliannya.
8.Penutup
Dalam pencapaian tujuan suatu perusahaan, hal yang paling berperan adalah sistem pengendaliannya dan strategi pengendalian. Apabila strategi pengendalian suatu perusahaan sudah baik maka perusahaan dapat mencapai keberhasilannya. Oleh karena itu, strategi pengendalian harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Strategi pengendalian harus dilaksanakan secara efektif dan efisien.

9.Daftar Referensi
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
situs : www.pertamina-up4.co.id
PT Pertamina UP IV PERSERO(website )

ical said...

NAMA : MUHAMMAD FAIZAL T
NIM : C1H006055
1. Pendahuluan
Pengendalian menejemen adalah salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan. Jika menejemen di suatu perusahaan tidak dikendalikan dengan baik, tentunya kinerja menejemen menjadi tidak baik pula dan sudah pasti tidak akan menghasilkan hasil yang maksimal. Pengendalian menejemen dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu Result Control, Action Control, dan People Control, penulis akan membahas People Control (Pengendalian Orang) dalam paper ini. Penulis mengangkat PT.AQUA Golden Missisippi, Tbk sebagai bahan pembahasan untuk membahas People control dalam pengendalian menejemen.
2. Pengertian People Control
Menurut Agung Praptapa dalam bukunya yang berjudul The Art Of Controlling People menyebutkan bahwa People Control (Pengendalian Orang) adalah suatu strategi pengendalian yang memfokuskan pada tipe-tipe orang yang dipilih, yang dapat dipercaya untuk melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaaan. Terdapat tiga cara untuk menerapkan pengendalain personal, yaitu melalui: seleksi dan penempatan kerja, pelatihan(training), dan perancangan kerja. Training (pelatihan) adalah kegiatan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi karyawan maupun manajer agar mereka dapat melakukan pekerjaan dengan produktivitas dan kualitas yang lebih baik. Training dapat dilakukan.

ical said...

3. Sekilas PT.AQUA Golden Mississippi, Tbk
PT AQUA Golden Mississippi didirikan pada tahun 1973 oleh Bapak Tirto Utomo, sebagai produsen pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia. Pabrik pertama didirikan di Bekasi. Setelah beroperasi selama 30 tahun, kini AQUA memiliki 14 pabrik di seluruh Indonesia.

Pada tahun 1998, AQUA (yang berada di bawah naungan PT Tirta Investama) melakukan langkah strategis untuk bergabung dengan Group DANONE, yang merupakan salah satu kelompok perusahaan air minum dalam kemasan terbesar di dunia dan ahli dalam nutrisi. Langkah ini berdampak pada peningkatan kualitas produk, market share, dan penerapan teknologi pengemasan air terkini. Di bawah bendera DANONE-AQUA, kini AQUA memiliki lebih dari 1.000.000 titik distribusi yang dapat diakses oleh pelanggannya di seluruh Indonesia.
4. Struktur Organisasi
Susunan Pengurus Pusat Serikat Pekerja Danone Aqua Grup Periode 2008 – 2011

Ketua Umum : Indra Pidana. SH
Sekretaris Jendral : Martin P.Lyman
Ketua I : Bidang Hubungan Industrial : Arfan Ali
Ketua II : Bidang Perencanaan & Pengembangan : Syafril Siregar
Ketua III : Bidang Organisasi & Humas : Muhyidin Turmudi
Sekretaris I : Yulius Prayudi
Sekretaris II : Rina Dwi Afriani
Bendahara : Rita Wahyuni
Wakil Bendahara : Samsul Arifin
5. People Control
People Control yang dijalankan PT.AQUA Golden Mississippi, Tbk dengan memberikan gaji serta tunjangan yang tinggi bagi karyawannya agar tingkat produktivitas setiap karyawan dapat meningkat. Dengan ketentuan sbb :Jumlah biaya karyawan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2009 adalah
sebesar Rp 20.414 juta (2008: Rp 17.973 juta).
Termasuk dalam biaya karyawan adalah gaji dan
tunjangan lainnya yang dibayarkan kepada
anggota Dewan Komisaris dan Direksi
Perusahaan sebesar Rp 799 juta (2008: Rp 726 juta).
Pada tanggal 31 Maret 2009, Perusahaan dan
anak perusahaan mempunyai karyawan tetap
sejumlah 1.843 orang (2008: 1.797).

ical said...

6. Usulan People Control
Pengawasan mutu adalah krusial di AQUA. Perusahaan mempunyai laboratorium modern untuk menguji produk dan staff tetap terdiri dari ahli fisika, ahli mikrobiologi, dan ahli kimia. Sebagai tambahan untuk memenuhi Standard Pemerintah Indonesia untuk air kemasan, AQUA telah disetujui oleh World Health Organisasi (WHO), Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika, Agen pelindung Lingkungan Amerika dan Asosiasi Internasional Air dalam botol.
Pengawasan kwalitas “dimuara” sangat krusial. Disamping toko eceran, AQUAjuga dijual di PK5 yang juga menjual rokok, minuman limun, makanan kecil, dan kadang-kadang bahan bakar bensin untuk sepeda motor. Sering outlet-outlet ini tidak melindungi produk AQUA dari sinar matahari, debu, dan bau yang menyengat yang dapat mempengaruhi air dalam botol dengan kemasan bukan gelas.
7. Kesimpulan
Langkah – langkah sukses telah diambil oleh Tirto Utomo yang telah membesarkan PT. AQUA Golden Mississippi menjadi perusahaan kelas Internasional merupakan rangkaian strategi yang dijalankannya, kini Tirto harus menjawab tantangan yang dihadapinya yaitu : Punyakah AQUA sumber-sumber daya untuk bersaing sukses dalam industri ini? Membutuhkan waktu 20 tahun Tirto membangun perusahaanya kedalam pesaing kelas dunia. Apa yang harus dilakukan untuk menjaga AQUA pada puncaknya ?

Hal ini telah dijawab Tirto Utomo dengan harga saham AQUA per tanggal 02 Mei 2001 sebesar Rp. 13.500,- per lembar, suatu harga yang cukup dibandingkan ketika pada saat merosot hingga Rp. 4.500,- per lembar saham, menunjukkan sumber daya yang cukup berarti sejajar dengan Sampurna dan Indosat maupun Telkom.
8. Penutup
Demikian paper yang telah dibuat penulis. Penulis berharap paper yang telah dibuat dapat menambah pengetahuan pembaca. Penulis menyadari bahwa paper yang dibuat masih terdapat kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.
9. Daftar Referensi
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Dwi Minarti, 2006. Analisis Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Rangka Pengendalian Risiko Operasional di PT.AQUA Golden Mississippi, Tbk.
http : / / www.aqua.com

Anonymous said...

nama :afif setiawan
nim :C1H007040

TUGAS TERSTRUKTUR
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

By : Afif Setiawan (C1H007040)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2009
MANAJEMEN STRATEGI & KEBIJAKAN PERUSAHAAN
1.Pengertian Manajemen Strategi
Menurut Thomas L.Wheelen – J.David Hunger manajemen strategi adalah serangkaian dari pada keputusan majerial dan kegiatan-kegiatan yang menentukan keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang. Kegiatan tersebut terdiri dari perumusan / perencanaan strategi,pelaksanaan / implementasi, dan evaluasi.

2.Tujuan Manajemen Strategi
1.Memberikan Arah Pencapaian Tujuan Organisasi / Perusahaan
Dalam hal ini, manajer strategi harus mampu menunjukan kepada semua pihak kemana arah tujuan organisasi / perusahaan. Karena, arah yang jelas akan dapat dijadikan landasan untuk pengendalian dan mengevaluasi keberhasilan.
2.Membantu Memikirkan Kepentingan Berbagai PihakOrganisasi / perusahaan harus mempertemukan kebutuhan berbagai pihak, pemasok, karyawan, pemegang saham, pihak perbankan, dan masyarakat luas lainnya yang terkait dengan perusahaan atau disebut dengan istilah Stakeholder Benefits, memegang peranan terhadap sukses atau gagalnya perusahaan.
3.Dapat Mengantisipasi Setiap Perubahan Kembali Secara Merata
Manajemen strategi memungkinkan eksekutif puncak untuk mengantisipasi perubahan dan menyiapkan pedoman dan pengendalian, sehingga dapat memperluas kerangka waktu/ berpikir mereka secara prespektif dan memahami konstribusi yang baik untuk hari ini dan hari esok.
4.Berhubungan dengan Efisiensi dan Efektifitas
Tanggung jawab seorang manajer bukan hanya mengkonsentrasikan terhadap kemampuan atas kepentingan efisiensi, akan tetapi hendaknya juga mempunyai perhatian yang serius agar bekerja keras melakukan sesuatu secara lebih baik dan efektif.

3. Proses Pengambilan keputusan strategi
1.Pengambilan keputusan yang rasional analisis, yaitu pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan semua alternatif maupun segala akibat dari pilihan yang dapat dilihatnya dan menyusun segala akibatnya tersebut dengan memperhatikan skala pilihan yang pasti dan memilih alternatif yang memberikan hasil maksimum.
2.Pengambilan keputusan secara intuitif emosional, yaitu pengambilan keputusan dengan menggunakan perasaan, pengalaman, pemikiran, reflektif, dan naluri dangan menggunakan proses jiwa dibawah sadar.
3.Pengambilan keputusan secara perilaku politis, yaitu pengambilan keputusan dengan menggunakan sejumlah tekanan dari orang lain dan terpengaruh oleh keputusan mereka.
4. Kesimpulan Manajemen Strategi
1.Manajemen strategi pada intinya adalah memilih alternatif strategi yang terbaik bagi organisasi / perusahaan dalam segala hal untuk mendukung gerak usaha perusahaan.
2.Perusahaan harus melaksanakan menajemen strategi secara terus menerus dan harus fleksibel dengan tuntutan kondisi di lapangan.

Anonymous said...

Nama:Mubakir
NIM:C1H006060

PENGENDALIAN KOMPENSASI PADA RENTAL KOMPUTER “MUFA COMPUTER”

Pendahuluan
usaha rental komputer mempunyai strategi pengendalian hampir sama dengan usaha –usaha umumnya. Namun usaha ini sangat berbeda dengan usaha pada umumnya.Usaha ini menawarkan jasa pengetikan, cetak pada kertas, setting dll. Strategi pengendalian usaha ini umumnya mencakup pengendalian hasil dan pengendalian kompensasi. Hal tersebut penting mengingat hasil pengetikan bisa sangat penging bagi orang lain yang sangat membutuhkannya, terutama mereka yang memilik jadwal deadline tinggi.

Kompensasi adalah imbalan jasa atau balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja, karena tenaga kerja memberikan sumbangan tenaga dan pikiran demi kemajuan perusahaan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Program-program kompensasi sangat penting untuk mendapatkan perhatian sungguh-sungguh, karena mencerminkan upaya organisasi untuk mempertahankan sumber daya manusianya, disamping karena memang suatu kompensasi tersebut merupakan komponen biaya yang paling besar dan penting.
Kompensasi bersifat finansial dan non finansial. Kompensasi finansial mencakup pembayaran uang secara langsung (direct financial payment) : gaji/upah, insentif, bonus, dan komisi sedangkan pembayaran tidak langsung (indirect financial payment) : tunjangan-tunjangan dan jaminan sosial. Kompensasi non finansial adalah kompensasi yang tidak mudah dikuntifikasikan seperti fasilitas kerja yang diberikan perusahaan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penetapan Kompensasi
Kebenaran dan Keadilan
Dana Organisasi
Serikat Karyawan
Produktivitas Kerja
Biaya Hidup
Pemerintah

Anonymous said...

Tujuan Pemberian Kompensasi
Pemenuhan kebutuhan ekonomi
Karyawan menerima kompensasi berupa upah, gaji atau bentuk lainnya adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dengan adanya kepastian menerima upah atau gaji secara periodik berarti adanya jaminan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
Pengkaitan kompensasi dengan produktivitas kerja
Dalam pemberian kompensasi yang makin baik akan mendorong karyawan bekerja dengan makin produktif. Dengan produktivitas kerja yang tinggi, biaya produksi akan semakin rendah.
Pengkaitan pemberian kompensasi dengan sukses perusahaan
Semakin tinggi perusahaan memberikan kompensasi, makin menunjukkan betapa suksesnya perusahaan tersebut. Sebab pemberian kompensasi yang tinggi hanya mungkin apabila pendapatan perusahaan memiliki keuntungan besar.
Pengkaitan antara keseimbangan keadilan pemberian kompensasi
Pemberian kompensasi yang tinggi harus dihubungkan atau diperbandingkan dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh karyawan yang bersangkutan pada jabatan dan kompensasi yang tinggi tersebut. Sehingga ada keseimbangan antara input (syarat-syarat) dan output (tingginya kompensasi yang diberikan).
Strategi Pengendalian di MUFA COMPUTER
MUFA COMPUTER yang merupakan usaha jasa pengetikan, cetak pada kertas, setting dll. MUFA COMPUTER menerapkan strategi pengendalian kompensasi pada karyawan yang mengerjakan pengetikan customer sebagai balas jasa dari kerjanya. Hasil pengetikan dan caranya karyawan untuk menyelesaikan pekerjaannya sangat diperhatikan oleh pemilik sebagai bahan pertimbangan kompensasi. Karyawan yang satu dengan yang lain tidak sama dalam memperoleh kompensasi, dikarenakan kemampuan mereka yang berbeda-beda. Karena itu seorang karyawan yang mampu mengerjakan lebih banyak tugasnya dengan cepat dan tepat maka lebih banyak kompensasi yang diperolehnya.

Usulan Strategi Pengendalian
Strategi pengendalian dalam usaha MUFA COMPUTER ini masih sangat minim, banyak yang menginginkan terpenuhinya kebutuhan mereka dalam satu tempat, seperti mesin pengganda (foto copy), dan tempat on line, dimana para customer dapat mendownload bahan-bahan yang akan mereka gunakan untuk tugas, dan juga untuk para karyawan membutuhkan jasa e-mail untuk mengirimkan data-data mereka.
Kesimpulan
pengendalian kompensasi sangat dibutuhkan bagi usaha ini, mengingat kemampuan setiap orang yang berbeda-beda. Sehingga memotivasi para karyawan lainnya untuk lebih giat belajar dalam bidang lainnya.
Penutup
Suatu usaha dikatakan berhasil apabila telah mencapai tujuannya, maka oleh karena itu dibutuhkan suatu strategi pengendalian terhadap aspek yang tercakup didalamnya yang akan membawa perusahaan kearah keberhasilan. Aspek strategi pengendalian ialah berperan sebagai ujung tombak perusahaan dalam pemenuhan tujuannya. dalam perusahaan tersebut. Maka suatu strategi pengendalian harus benar-benar diterapkan secara efektif dan efisien tidak hanya dalam skala jangka pendek tapi harus tetap memikirkan jangka panjang juga agar kedepannya mampu membawa perusahaan kearah lebih baik.