Tuesday, October 6, 2009

Tugas 2 SPM S1 Akt Kelas B (Sabtu) - Term Paper


Saudara diminta membuat paper dengan panjang maksimal 5 halaman. Paper berisi aspek MCS dalam organisasi, bisa dari dalam negeri maupun luar negeri. Silakan angkat topik yang Anda paling suka. Yang penting harus sesuai dengan bab-bab yang telah kita pelajari.
Misalnya, Anda bisa mengangkat "Result Control pada Organisasi Perbankan: Studi Kasus Bank BNI". Dalam paper tersebut silakan dieksplor struktur organisasi BNI, beberapa aspek yang memerlukan result control, Result control yang telah diterapkan, usulan tambahan untuk result control, dan seterusnya.

Sistematika penulisan bebas, namun harus mengikuti kaidah penulisan yang berlaku umum. Sebagai contoh, bila Saudara menulis Result Control di BNI, maka pembahasan bisa meliputi hal-hal sebagai berikut:

Pendahuluan
Pengertian Result Control
Sekilas BNI
Struktur Organisasi BNI
Result Control di BNI
Usulan Result Control
Kesimpulan
Penutup
Daftar Referensi

Seperti biasa, kasus perusahaan yang diangkat tidak boleh sama antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya. Judul dan Pendahuluan agar di post di sini sebagai comment. Tujuannya untuk mengumumkan bahwa kasus yang Saudara angkat adalah kasus yang sudah Saudara pilih, sehingga mahasiswa lain tidak diperkenankan membahas kasus yang sama. Paper selengkapnya dikirim melalui email ke: agung.praptapa@gmail.com. Harus sudah dikumpulkan sebelum MID TEST.

Selamat bekerja. Sukses selalu.

AP

139 comments:

Dikr@.kartika said...
This comment has been removed by the author.
Dikr@.kartika said...

NAMA : DIAH KARTIKA RETNA ASIH
NIM : C1C007066

STRATEGI PENGENDALIAN PT. Excelcomindo Pratama Tbk.

1.Pendahuluan
Setiap perusahaan memerlukan Strategi pengendalian yang tepat. Strategi pengendalian kita bangun agar perusahaan dapat mencapai apa yang menjadi tujuannya. Ada 3 strategi pengendalaian agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik, yaitu pengendalian hasil ( result control ), pengendalian aksi ( action control ), dan pengendalian orang ( people control ).

2.Pengertian Strategi Pengendalian
Strategi pengendalian adalah strategi atau upaya perusahaan dalam mencapai tujuannya. Strategi pengendalian menekankan perhatian pada hasil yang dicapai, cara- cara atau proses, dan karakteristik SDM.

3.Sekilas Tentang XL
PT Excelcomindo Pratama Tbk. didirikan pada tanggal 6 Oktober 1989 dengan nama PT Grahametropolitan Lestari, bergerak di bidang perdagangan dan jasa umum.
Enam tahun kemudian, Perseroan mengambil suatu langkah penting seiring dengan kerja sama antara Rajawali Group pemegang saham PT Grahametropolitan Lestari dan tiga investor asing (NYNEX, AIF, dan Mitsui). Nama Perseroan kemudian berubah menjadi PT Excelcomindo Pratama dengan bisnis utama di bidang penyediaan layanan teleponi dasar.
Pada tahun 1996, XL mulai beroperasi secara komersial dengan fokus cakupan area di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Hal ini menjadikan XL sebagai perusahaan tertutup pertama di Indonesia yang menyediakan jasa teleponi dasar bergerak seluler.
Bulan September 2005 merupakan suatu tonggak penting untuk Perseroan. Dengan mengembangkan seluruh aspek bisnisnya, XL menjadi perusahaan publik dan tercatat di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia). Kepemilikan saham XL saat ini mayoritas dipegang oleh TM International Berhad melalui Indocel Holding Sdn Bhd (83,8 %) dan Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) melalui Etisalat International Indonesia Ltd (16,0%).
XL pada saat ini merupakan penyedia layanan telekomunikasi seluler dengan cakupan jaringan yang luas di seluruh wilayah Indonesia bagi pelanggan ritel dan menyediakan solusi bisnis bagi pelanggan korporat. Layanan XL mencakup antara lain percakapan, data dan layanan nilai tambah lainnya (value added services). Untuk mendukung layanan tersebut, XL beroperasi dengan teknologi GSM 900/DCS 1800 serta teknologi jaringan bergerak seluler sistem IMT-2000/3G. XL juga telah memperoleh Ijin Penyelenggaraan Jaringan Tetap Tertutup, Ijin Penyelenggaraan Jasa Akses Internet (Internet Services Protocol/ ISP), Ijin Penyelenggaraan Jasa Internet Teleponi untuk Keperluan Publik (Voice over Internet Protocol/VoIP), dan Ijin Penyelenggaraan Jasa Interkoneksi Internet

Dikr@.kartika said...

4.Struktur Organisasi
Jajaran Direksi
Hasnul Suhaimi :Presiden Direktur, Joris de Fretes : Direktur Human Capital Development, P. Nicanor V. Santiago III : Direktur Pemasaran, Joy Wahyudi :
Direktur Commerce , Willem Lucas Timmermans : Direktur Keuangan, Dian Siswarini : Direktur Network.
Jajaran Komisaris
Tan Sri Dato’ Ir. Muhammad Radzi bin Haji Mansor : Presiden Komisaris : Dato' Sri Jamaluddin bin Ibrahim : Komisaris, Dato' Yusof Annuar bin Yaacob : Komisaris, Ahmad Abdulkarim Mohd. Zulfar : Komisaris, Gita Irawan Wirjawan : Komisaris, Peter J. Chambers : Komisaris Independen, Ir. Giri Suseno Hadihardjono : Komisaris Independen, Elisa Lumbantoruan : Komisaris Independen

5.Strategi Pengendalian di XL
Result Control
Di masa mendatang, XL akan senantiasa mengembangkan wilayah cakupan, khususnya di luar Pulau Jawa, mengembangkan produk dan layanan yang menarik dan terjangkau untuk pelanggan. Karena XL menyadari sepenuhnya bahwa jangkauan jaringan pelayanan yang berkualitas tinggi, kapasitas bandwidth, dan produk serta layanan yang inovatif merupakan kunci bagi kesinambungan pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Selain solusi konsumer, XL juga mengembangkan layanan pasar korporat yang sedang berkembang pesat dengan meningkatkan sinergi dengan TMI. Saat ini XL dalam proses untuk lebih lanjut mengembangkan jaringan serat optik digital mencakup seluruh Pulau Jawa; jaringan gelombang mikro digital berkapasitas tinggi di Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi; dan kabel jaringan serat optik digital bawah laut yang menghubungkan Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Sulawesi dan Kalimantan.
Distribusi yang efektif tidak hanya mendistribusikan produk kepada penjual atau tempat penjualan, tetapi juga mendukung perluasan distribusi. Persaingan ketat antar operator seluler memacu XL membangun sistem yang dapat mendistribusikan produk sesuai permintaan pasar, juga secara aktif mempromosikan penjualan. Dengan merangkul retailer independen ke dalam sistem, XL semakin mampu meningkatkan distribusi dan ketersediaan starter pack XL dan isi ulang pulsa. XL membuka kesempatan kepada perusahaan di sektor retail dan produk konsumen lainnya untuk berbisnis seluler dengan XL.
Dengan transformasi ini, XL berharap dapat menciptakan kondisi pasar yang terkontrol. Pada akhirnya, dengan kondisi pasar yang terkontrol, dealer dapat memperoleh kesempatan eksklusivitas di area tersebut.
Sistem baru ini memungkinkan XL untuk melakukan pengawasan yang lebih fokus terhadap saluran distribusi. Dengan demikian, XL dapat semakin memotivasi para dealer untuk lebih aktif dalam mempromosikan penjualan ke tingkat pengecer. Pendekatan ini menguntungkan para dealer karena menawarkan marjin yang lebih besar dibandingkan menjual produk kepada pedagang besar.
Peningkatan yang terus dilakukan membuahkan keuntungan bersama bagi Perusahaan, pengecer dan pelanggan.

Dikr@.kartika said...

Action Control
XL secara konsisten telah menerapkan pengendalikan risiko perusahaan sejak tahun 2005 melalui implementasi kerangka kerja Manajemen Risiko Perusahaan atau Enterprise Risk Management (ERM) dengan proses registrasi risiko dimana profil risiko korporat dan direktorat diregistrasi dan dimonitor. Saat ini, XL berada pada tahap pematangan pelaksanaan manajemen risiko dimana secara internal dan dapat ditentukan sendiri telah menghasilkan metodologi baru dalam membuat Profil Risiko Korporat yang lebih luas dengan detil mitigasi dan kontrol risikonya tercatat pada Profil Risiko Direktorat.
Metodologi baru ini mencakup semua potensi risiko yang muncul dari inisiatif bisnis dan/ atau investasi yang dilakukan Perusahaan lewat setiap direktorat, serta menyediakan proses yang lebih cepat. Hal ini memungkinkan perubahan bisnis yang lebih strategis dan fleksibel, serta mempunyai hubungan langsung dengan strategi XL. Untuk itu, manajemen risiko tidak lagi dibagi menurut klasifikasi, karena manajemen risiko tersebut langsung dikaitkan dengan pencapaian tujuan Perusahaan melalui penerapan inisiatif bisnis. Profil dari Perusahaan dan Direktorat dimonitor dan dilaporkan setiap kuartal untuk membantu Manajemen agar selalu waspada terhadap potensi risiko yang telah diidentifikasi melalui proses pendataan risiko.
People Control
Melalui komitmen XL yang tinggi dalam menjunjung prinsip-prinsip GCG, XL dapat memaksimalkan imbal hasil, memperbaiki kinerja melalui nilai-nilai perusahaan dan melindungi kepentingan para pemegang saham. XL secara berkesinambungan memperkuat bagan kerja tata kelola perusahaan dalam menghadapi pertumbuhan bisnis yang pesat ditengah-tengah lingkungan persaingan bisnis yang amat ketat.
Pada 2008, XL telah mengupayakan peningkatan untuk memastikan bahwa tata kelola perusahaan telah dilaksanakan pada ruang lingkup yang lebih luas. Dua peningkatan penting yang telah kami lakukan pada tata kelola perusahaan kami pada tahun ini adalah:
a.Penyusunan dan penerbitan kumpulan pedoman tata kelola perusahaan, yang diberi judul Buku Manual Tata Kelola Perusahaan 1, mencakup penjelasan dan informasi umum mengenai hukum dan peraturan yang berlaku. Penerbitan buku ini berfungsi sebagai suatu alat strategis, yang akan menjadi pedoman bagi manajemen dalam meminimalkan paparan dan resiko masalah yang mungkin terjadi, sekaligus menghindari kegagalan Perusahaan dalam mematuhi standar peraturan yang dapat menyebabkan terjadinya penalti.
b.Memulai penyusunan Buku Pedoman Tata Kelola Perusahaan 2 yang berisikan penjelasan secara terinci tentang langkah-langkah dalam melaksanakan Tata Kelola Perusahaan yang tertulis pada Buku 1, yang prosesnya dikembangkan pada internal dan pedoman utama kegiatan operasional XL.
Pondasi pelaksanaan tata kelola perusahaan yang kokoh telah dibuat pada kerangka kerja tata kelola perusahaan dan alat-alat strategis pelaksanaannya, yaitu:
a.Rapat Umum Pemegang Saham
b.Dewan Komisaris
c.Direksi
d.Komite Nominasi dan Renumerasi
e.Komite Audit
f.Komite-komite dibawah Direksi
Untuk memastikan bahwa pelaksanaan tata kelola perusahaan akan meningkatkan nilai XL baik pada saham dan juga kepada para stakeholder, Perusahaan telah membentuk sejumlah posisi yang spesifik, seperti Internal Audit, Kepatuhan, Sekretaris Perusahaan, Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Investor.
XL Corporate Values
Integritas, Segenap jajaran Pimpinan dan Karyawan XL:
a.Jujur dalam berbicara dan bertindak
b.Konsisten antara pikiran, perkataan dan perbuatan
Adil dalam memperlakukan pihak lain
c.Berdedikasi terhadap perusahaan
d.Dapat dipercaya dalam mengemban amanat maupun menjalankan tugas
Teamwork,Agar kerjasama dapat berlangsung efektif, Pimpinan dan Karyawan XL:
a.Berpikiran positif dan terbuka terhadap masukan orang lain
b.Menghargai perbedaan
c.Peduli terhadap pihak lain
d.Komunikatif dalam membangun pengertian yang sama
e.Berbagi pengetahuan dan keterampilan
f.Fokus kepada tujuan bersama

Dikr@.kartika said...

Service excellence : Dalam usaha memberikan Layanan Unggul, perilaku Pimpinan dan Karyawan XL mencerminkan:
a.Fokus pada pelanggan dalam pengambilan keputusan dan tindakan
b.Berorientasi pada solusi terbaik
c.Efisien dan efektif dalam menghasilkan solusi
d.Sepenuh hati dalam menjalankan tugas
e.Berorientasi pada kualitas atas produk dan jasa yang diberikan
f.Proaktif dalam bertindak
g.Inovatif dan Kreatif dalam memberikan solusi

6.Usulan Strategi Pengendalian
Sebenarnya strategi pengendalian PT Excelcomindo Pratama Tbk. sudah sangat baik. Namun akan lebih baik apabila result control yang digunakan tidak hanya terkonsentrasi pada pencapaian target tetapi juga diadakannya reward and punishment agar karyawan termotivasi. Karyawan memiliki peranan yang sangat penting dalam keberhasilan suatu perusahaan. Oleh karena itu, XL harus lebih memperhatikan karyawannya. Reward bagi karyawan akan membuat produktivitas karyawan meningkat. Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan bagi perusahaan.

7.Kesimpulan
Strategi pengendalian terdiri dari tiga elemen penting yaitu pengendalian hasil ( result control ), pengendalian aksi ( action control ), dan pengendalian orang ( people control ). Ketiga elemen tersebut saling mendukung satu sama lain. Jadi alangkah baiknya apabila perusahaan menggunakan ketiga elemen tersebut dalam sistem pengendaliannya.

8.Penutup
Dalam pencapaian tujuan suatu perusahaan, hal yang paling berperan adalah sistem pengendaliannya dan strategi pengendalian. Apabila strategi pengendalian suatu perusahaan sudah baik maka perusahaan dapat mencapai keberhasilannya. Oleh karena itu, strategi pengendalian harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Strategi pengendalian harus dilaksanakan secara efektif dan efisien.

9.Daftar Referensi
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
situs : www.xl.co.id
PT Excelcomindo Pratama Tbk. ( website )

Anonymous said...

ANGGI PRIMARANI
C1C006102
result control di PT Krakatau Steel

Anonymous said...

BERTA DWI C
C1C007001
Pengendalian Orang (People Control) pada PT Kimia Farma Tbk
1.Pendahuluan
Suatu perusahaan pastinya membutuhkan suatu sistem pengendalian dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Sistem adalah rangkaian dari beberapa subsistem yang terkait satu dengan yang lainnya yang akan digunakan bersama-sama untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, sistem pengendalian adalah rangkaian tindakan dan perangkat yang mendukung tindakan tersebut, yang akan digunakan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan. Seperti kita ketahui saat ini, semua perusahaan harus secara total mencurahkan tenaga dan sumber dayanya untuk dapat memenangkan persaingan. Dalam hal ini pengendalian manajemen sangat berperan penting. Pengendalian manajemen sendiri adalah proses manajemen untuk menjamin bahwa strategi yang telah dirumuskan dijalankan dengan semestinya untuk mencapai tujuan organisasi. Merchant, seorang pakar management control system, menawarkan tiga strategi agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik, yaitu melalui :
a.Pengendalian hasil (result control)
b.Pengendalian aksi (action control)
c.Pengendalian orang (people control)
Dalam paper ini, penulis akan membahas mengenai pengendalian orang (people control) pada PT Kimia Farma Tbk.

2.Pengertian Pengendalian Orang (People Control)
People control adalah suatu strategi pengendalian yang memfokuskan pada tipe-tipe orang yang dipilih, yang dapat dipercaya untuk melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaan. People control dilakukan bila manajer atau pihak yang melakukan pengendalian tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup tentang bagaimana suatu pekerjaan seharusnya dilakukan. Terdapat tiga cara untuk menerapkan pengendalain personal, yaitu melalui: seleksi dan penempatan kerja, pelatihan(training), dan perancangan kerja. Training (pelatihan) adalah kegiatan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi karyawan maupun manajer agar mereka dapat melakukan pekerjaan dengan produktivitas dan kualitas yang lebih baik. Training dapat dilakukan

Anonymous said...

secara formal maupun tidak formal. Dalam people control ini pula terdapat pengendalian kultural. Pengendalian kultural terjadi saat orang-orang di dalam suatu perusahaan saling melakukan pengamatan dan pengawasan, sehingga di antara mereka terjadi suatu ikatan emosional, dan kemudian muncul suatu norma serta nilai bersama. Pengendalian kultural dapat dibangun dengan lima cara yaitu:
a.Tata laksana (codes of conduct)
b.Penghargaan kelompok (group based reward)
c.Transfer internal (intra organizational transfer)
d.Penataan fisik (physical arrangement)
e.Contoh dari atasan (tone at the top)
1.Sekilas Tentang PerusahaanNama Perusahaan : PT. Kimia Farma Tbk
Alamat : Jl. Veteran No. 9 Jakarta 10110, Indonesia
PO Box : 1204 / JKTDKI Jakarta 10710
Telepon : (021) 384 7709
Faksimili : (021) 381 4441
Email : webmaster@kimiafarma.co.id
Website : www.kimiafarma.co.id
Bidang Usaha : Industri Farmasi
Visi
Komitmen pada peningkatan kualitas kehidupan, kesehatan dan lingkungan.

Misi
Mengembangkan industri kimia dan farmasi dengan melakukan penelitian dan pengembangan produk yang inovatif.

Mengembangkan bisnis pelayanan kesehatan terpadu (health care provider) yang berbasis jaringan distribusi dan jaringan apotek.

Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan mengembangkan sistem informasi perusahaan.

Anonymous said...

Motto
i CARE
i   : Innovative
C : Customer First
A : Accountability
R : Responsibility
E : Eco Friendly 

Kimia Farma merupakan pioner dalam industri farmasi Indonesia. Cikal bakal perusahaan dapat dirunut balik ke tahun 1917, ketika NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co., perusahaan farmasi pertama di Hindia Timur, didirikan. Sejalan dengan kebijakan nasionalisasi eks perusahaan-perusahaan Belanda, pada tahun 1958 pemerintah melebur sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF Bhinneka Kimia Farma. Selanjutnya pada tanggal 16 Agustus 1971 bentuk hukumnya diubah menjadi Perseroan Terbatas, menjadi PT Kimia Farma (Persero). Sejak tanggal 4 Juli 2001 Kimia Farma tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.Berbekal tradisi industri yang panjang selama lebih dari 187 tahun dan nama yang identik dengan mutu, hari ini Kimia Farma telah berkembang menjadi sebuah perusahaan pelayanan kesehatan utama di Indonesia yang kian memainkan peranan penting dalam pengembangan dan pembangunan bangsa dan masyarakat.
PT Kimia Farma merupakan sebuah perusahaan pelayanan kesehatan yang terintegrasi bergerak dari hulu ke hilir yaitu : industri, marketing, distribusi, ritel, laboratorium klinik dan klinik kesehatan.
PRODUK DAN LAYANAN
OTC
Herbal
Cosmetic & Body Care
Food suplement

1.Struktur Organisasi
Komisaris Utama : Drs. Agus Muhammad, MAcc
Komisaris Independen : Efendi Rangkuti, SH
Komisaris :
- Dr. H. Darmansyah

Anonymous said...

Dr. Syafii Ahmad MPH
- Dandossi Matram
Presiden Direktur : Gunawan Pranoto
Direktur Pemasaran : Sofiarman Tarmizi
Direktur Produksi :Warsito Triatmodjo
Direktur Umum dan Personalia : Handoyo A.S

1.People Control pada PT Kimia Farma Tbk
Perusahaan menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) berperan penting dalam menjaga keberlangsungan perusahaan, oleh karena itu perusahaan menetapkan strategi pengembangan SDM yang selaras dengan strategi bisnis yang telah ditetapkan, dalam arti implementasi manajemen SDM harus mampu meningkatkan kompetensi dan komitmen karyawan pada perusahaan, sehingga dapat menjamin tercapainya implementasi strategi bisnis.Perusahaan mengalokasikan cukup dana untuk program pengembangan SDM. Program pelatihan, seminar dan lokakarya, baik di dalam maupun luar negeri untuk memperluas wawasan dan meningkatkan ketrampilan karyawan.

Secara keseluruhan, program-program pengembangan SDM yang dilakukan perusahaan
terdiri dari :
1. Pengembangan manajemen SDM berbasis kompetensi
Pada tahun 2005 dilakukan penyusunan Kamus Kompetensi Generik, yang merinci kompetensi personal, kompetensi kepemimpinan dan kompetemsi bisnis.Kemudian dilanjutkan penyusunan Kamus Kompetensi Spesifik pada tahun 2005. Dilakukan pula pemetaan SDM berbasis kompetensi pada tingkat Asisten Manager dan Supervisor untuk keperluan promosi dan rotasi, baik dilingkungan Holding maupun di anak perusahaan. Perusahaan juga melakukan penyempurnaan system analisa jabatan, sistem penilaian kinerja berbasis kompetensi dan sistem remunerasi karyawan.

2. Pendidikan dan Pelatihan
Dari hasil pemetaan SDM yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa terdapat kelemahan umum kompetensi SDM dari supervisor sampai manajer, antara lain dalam hal strategic thinking, decision making,leadership, dan khusus untuk tingkat manager, business communication. Karena itu, program pendidikan dan pelatihan SDM dalam tahun 2005 ditekankan pada peningkatan kepemimpinan korporasi melalui Global Leadership yang diikuti 35 orang untuk tingkat manager dan asisten manager serta Self Motivation Training bagi 360 orang tingkat supervisor. Kedua kegiatan pelatihan tersebut memerlukan biaya sebesar Rp 620 juta.

3. Peningkatan Kekuatan SDM
Untuk meningkatkan kemampuan pengembangan usaha korporat, dalam tahun 2005 dilakukan rekrutmen sebanyak 279 orang, sehingga jumlah total SDM korporasi meningkat dari 5.604 orang menjadi 5.883 orang. Penambahan ini dilakukan khususnya pada tenaga salesman di lingkungan Distribusi, apoteker dan asisten apoteker di

Anonymous said...

lingkungan Apotek, serta penetapan status kepegawaian penuh waktu bagi tenaga medical.

1. People Control
PT Kimia Farma Tbk telah menerapkan sistem pengendalian orang (people control) dengan baik dalam menjalankan usahanya. Namun dengan seiring berjalannya waktu,tuntutan profesionalisme karyawan juga harus selalu ditingkatkan. Bahkan keberhasilan strategi pengendalian sangat bergantung bagaimana people control. Apa pun sistemnya, kalau tidak didukung oleh manusia yang andal, sistem itu tidak akan efektif.
Adapun usulan bagi PT Kimia Farma Tbk adalah dengan melakukan peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan dan pendidikan yang berkelanjutan dan berarah, sehingga dapat diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan merespon segala perubahan yang akan datang.
2. Kesimpulan
People control adalah suatu strategi pengendalian yang memfokuskan pada tipe-tipe orang yang dipilih, yang dapat dipercaya untuk melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaan. People control sesuai dengan kecenderungan orang untuk memiliki kendali pada diri sendiri dan saling mengendalikan antara orang-orang yang berada dalam suatu organisasi. Dengan demikian people control merupakan bentuk pengendalian yang bersifat natural dan alamiah.
People control akan melengkapi strategi pengendalian lain, yaitu result control dan action control. Bahkan keberhasilan strategi pengendalian sangat bergantung bagaimana people control. Apa pun sistemnya, kalau tidak didukung oleh manusia yang andal, sistem itu tidak akan efektif. Kita mesti start from the people.

3.Penutup
People control merupakan salah satu bentuk pengendalian dalam suatu perusahaan. Bahkan suatu sistem dapat berjalan dengan baik dimulai dari kualitas dan kuantitas sumber daya manusianya. Dalam studi kasus PT Kimia Farma Tbk, perusahaan telah baik dalam melaksanakan people control. Namun demikian pembaruan-pembaruan (inovation) masih perlu ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan mendatang untuk kemajuan perusahaan.

4.Referensi
Agung, Praptapa.2009.the art of controlling people.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama.
www.kimiafarma.co.id
http://www.kimiafarma.co.id/report/annual_report_2005.pdf

Anonymous said...

NAMA : KHALISAH VISIANA
NIM : C1C007063

PEOPLE CONTROL PADA BANK BUKOPIN

1. Pendahuluan
Pengendalian menejemen adalah salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan. Jika menejemen di suatu perusahaan tidak dikendalikan dengan baik, tentunya kinerja menejemen menjadi tidak baik pula dan sudah pasti tidak akan menghasilkan hasil yang maksimal. Menejemen adalah suatu tim yang terdiri dari orang-orang pilihan yang saling berinteraksi, saling berkaitan dan bekerja sama untuk mewujudkan visi perusahaan serta memiliki rasa tanggungjawab atas keberlangsungan kehidupan perusahaan. Pengendalian menejemen dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu Result Control, Action Control, dan People Control, penulis akan membahas People Control (Pengendalian Orang) dalam paper ini. Penulis mengangkat BANK BUKOPIN sebagai bahan pembahasan untuk membahas People control dalam pengendalian menejemen.


2. Pengertian People Control
Menurut Agung Praptapa dalam bukunya yang berjudul The Art Of Controlling People menyebutkan bahwa People Control (Pengendalian Orang) adalah suatu strategi pengendalian yang memfokuskan pada tipe-tipe orang yang dipilih, yang dapat dipercaya untuk melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaaan.
People control terdiri dari dua pengendalian yaitu pengandalian personal dan pengendalian kultural. Pengendalian personal mendasarkan pada suatu pandangan bahwa pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk mengendalikan diri dendiri. Pengendalian kultural terjadi saat orang-orang dalam organisasi saling melakukan pengamatan dan pengawasan sehingga diantara mereka terjadi ikatan emosional, dan kemudian muncul suatu norma serta nilai bersama (group norm and value).

3. Sekilas Bank Bukopin
Bank Bukopin yang sejak berdirinya tanggal 10 Juli 1970 menfokuskan diri pada segmen UMKMK, saat ini telah tumbuh dan berkembang menjadi bank yang masuk ke kelompok bank menengah di Indonesia dari sisi aset. Seiring dengan terbukanya kesempatan dan peningkatan kemampuan melayani kebutuhan masyarakat yang lebih luas, Bank Bukopin telah mengembangkan usahanya ke segmen komersial dan konsumer.
Ketiga segmen ini merupakan pilar bisnis Bank Bukopin, dengan pelayanan secara konvensional maupun syariah, yang didukung oleh sistem pengelolaan dana yang optimal, kehandalan teknologi informasi, kompetensi sumber daya manusia dan praktek tata kelola perusahaan yang baik. Landasan ini memungkinkan Bank Bukopin melangkah maju dan menempatkannya sebagai suatu bank yang kredibel. Operasional Bank Bukopin kini didukung oleh lebih dari 280 kantor yang tersebar di 22 provinsi di seluruh Indonesia yang terhubung secara real time on-line. Bank Bukopin juga telah membangun jaringan micro-banking yang diberi nama “Swamitra”, yang kini berjumlah 543 outlet, sebagai wujud program kemitraan dengan koperasi dan lembaga keuangan mikro.
Dengan struktur permodalan yang semakin kokoh sebagai hasil pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) pada bulan Juli 2006, Bank Bukopin terus mengembangkan program operasionalnya dengan menerapkan skala prioritas sesuai strategi jangka pendek yang telah disusun dengan matang. Penerapan strategi tersebut ditujukan untuk menjamin dipenuhinya layanan perbankan yang komprehensif kepada nasabah melalui jaringan yang terhubung secara nasional maupun internasional, produk yang beragam serta mutu pelayanan dengan standar yang tinggi.
Keseluruhan kegiatan dan program yang dilaksanakan pada akhirnya berujung pada sasaran terciptanya citra Bank Bukopin sebagai lembaga perbankan yang terpercaya dengan struktur keuangan yang kokoh, sehat dan efisien. Keberhasilan membangun kepercayaan tersebut akan mampu membuat Bank Bukopin tetap tumbuh memberi hasil terbaik secara berkelanjut.

Anonymous said...

4. Struktur Organisasi Bank Bukopin
Board of Commissioners ( BOC )
 Saean Achmady, SE : Komisaris Utama
 Ir. Andi CaheruddinMuhammad : Komisaris
 Drs. Boediarso Teguh Widodo : Komisaris
 Yoyok Sunaryo : Komisaris Independen
 Dr. Ir. Sutrisno Iwantono, MA : Komisaris Independen
 Drs. Syamsul Effendi : Komisaris Independen
Board of Director ( BOD )
 Glen Glenardi : Direktur Utama
 Tri Joko Prihanto : Direktur Keuangan & Perencanaan
 Agus Hernawan : Direktur Pelayanan & Distribusi
 Sunaryono : Direktur Manajemen Resiko,Kepatuhan & Pengembangan SDM
 Lamira Septini Parwedi : Direktur Konsumer
 Mikrowa Kirana : Direktur Komersial
 Sulistyohadi DS : Direktur Usaha Mikro, Kecil, Menengah & Koperasi

5. People Control di Bank Bukopin
Menurut penulis, people control yang diterapkan Bank Bukopin yaitu :
 Pengendalian personal :
- Menyeleksi karyawan yang akan bekerja di Bank Bukopin serta penempatan karyawan sesuai hasil penyeleksian.
- Para karyawan diberi pelatihan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan baik bagi karyawan maupun menejer agar dapat bekerja lebih produktif dan berkualitas.
- Karyawan juga diberi pengarahan untuk jenjang karir.
 Pengendalian kultural :
- Tata laksana yaitu mensosialisasikan visi dan misi kepada karyawan.
- Penghargaan kelomok seperti pemberian bonus pada yang berprestasi.
- Transfer internal dengan cara pembelajaran antara bagian yang satu dengan yang lainnya.
- Penataan fisik sangat baik, rungang kerja yang nyaman.

Anonymous said...

6. Usulan People Control
Penulis mengusulkan usulan untuk People Control sebagai berikut :
Pengendalian Personal
 Pelatihan bisa dilakukan dengan santai, contohnya perusahaan mengadakan acara pelatihan yang dinamakan family gathering. Acara pelatihan diperbolehkan membawa keluarga, pelatihan diadakan ditempat yang tenang dan nyaman, ada waktu untuk bersama keluarga besar perusahaan untuk menikmati kota yang dikunjungi dan ada waktu para karyawan diberikan pelatihan. Jadi tidak hanya antar karyawan saling kenal tetapi juga kenal beserta keluarganya, bisa menjalin hubungan yang berkelanjutan dan diharapkan karyawan semangat jika pelatihan disaksikan dan didukung keluarga. Kemudian juga bisa dengan cara mewajibkan karyawan untuk setiap harinya menambah pengetahuan yang dapat meningkatkan kinerja mereka.
Pengendalian kultural
1. Tata laksana dengan cara memberikan pemahaman apa yang sebenarnya menjadi tujuan bersama yaitu visi perusahaan, kemudian memberikan pemahaman tahap- tahap melakukan misi. Memberikan pemahaman ini dengan cara yang santai, misal mengadakan liburan bersama dengan acara pentas seni yang di isi oleh karyawan Bukopin itu sendiri dan di dalamnya ada acara memahami visi dan misi perusahaan untuk mencapai tujuan bersama sehingga ada rasa menjadi sebuah keluarga, rasa memiliki dan bertanggungjawab atas keberlangsungan kehidupan perusahaan.
2. Transfer internal sangat baik dilakukan dengan batasan-batasan agar para karyawan tetap pada pembagian kerja masing-masing, jadi karyawan dapat bekerja secara efekti dan fungsi organisasi akan berjalan dengan baik. Batasan- batasan yang dimaksud yaitu tidak saling menggantikan tugas jika memang hal itu tidak perlu dilakukan. Kemudian transfer internal bisa juga dilakukan dengan menyilangkan menejer. Contohnya memindahkan kepala cabang di kota A ke kota B, lalu kepala cabang di kota B dipindah ke kota A, dengan ini diharapkan dapat tercipta energi baru yang positif dan mendapat pengalaman.
3. Atasan memberikan contoh yang baik untuk karyawan dan juga semangat agar karyawan juga ikut bersemangat. Contohnya menejer datang lebih awal dari jam masuk kerja, sengaja datang lebih awal supaya lebih siap bekerja dan sambil mengisi waktu mulainya jam kerja bisa membaca Koran dahulu. Jadi ketika karyawan datang kemudian melihat atasanya sudah siap bekrja, karyawan tersebut akan merasa malu untuk datang lebih siang daripada atasannya sehingga karyawan tersebut akan ikut datang lebih awal seperti yang dilakukan atasannya. Hal ini juga melatih kedisiplinan para pegawai sehingga jam kerja digunakan optimal.
4. mengadakan acara kerohanian yang dikemas kekeluargaan, dengan ini diharapkan dapat meningkatkan asupan rohani bagi karyawan sehingga bekerja akan lebih bersemangat dan jujur.

7. Kesimpulan
Dalam mencapai tujuan perusahaan sangat diperlukan kreasi untuk menerapkan People Control, yang penting dalam pengendalian ini adalah bagaimana merangkul dan menyatukan hati seluruh anggota perusahaan untuk mencapai visi perusahaan. Konsep yang digunakan adalah kekeluargaan. People Control ini bertumpu pada para pemimpinya. Dibutuhkan pemimpin yang kuat dan bijak untuk menjadi panutan karyawannya, agar People Control berhasil dengan baik.

8. Penutup
Demikian paper yang telah dibuat penulis. Penulis berharap paper yang telah dibuat dapat menambah pengetahuan pembaca. Penulis menyadari bahwa paper yang dibuat masih terdapat kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.

9. Daftar Referensi
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Dwi Minarti, 2006. Analisis Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Rangka Pengendalian Risiko Operasional di Cabang-Cabang Bank Bukopin.
http : / / www.bukopin.co.id

Anonymous said...

NAMA : ASRI ISTIFADAH
NIM : C1C007111

ACTION CONTROL PADA PT. PERTAMINA (Persero)

Anonymous said...

NAMA : DESTI LIDYA KUSUMA
NIM : C1C006096

JUDUL : RESULT CONTROL PADA PT.ASURANSI JIWA BAKRIE

1.PENDAHULUAN
Dalam perusahaan, sistem pengendalian dibangun untuk menjamin bahwa tujuan yang telah dicanangkan dapat dicapai. Bagaimana agar sistem pengendalian bisa berjalan efektif ? Menurut Merchat (pakar management control systems) ada tiga strategi agar pengendalian dapat bekerja baik, yaitu melalui : pengendalian hasil (result control), pengendalian aksi (action control), dan pengendalian orang (people control).

Anonymous said...

IQOMATU CHOERUNNISA
C1C007005
BANK MUAMALAT SYARIAH
1. PENDAHULUAN
Strategi pengendalian perusahaan umumnya mencakup 3 strategi pengendalaian agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik, yaitu pengendalian hasil ( result control ), pengendalian aksi ( action control ), dan pengendalian orang ( people control ). Yang mana strategi tersebut dibangun untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginka

Anonymous said...

2. PENGERTIAN RESULT CONTROL
Action control merupakan strategi pengendalian yang menekankan aspek aktivitas (action), yaitu segala kegiatan yang dilakukan oleh karyawan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. People control yaitu pendekatan pengendalian yang menekankan pada jenis atau karakteristik orang-orang yang bekerja yang diharapkan akan mampu menjalankan tugas mereka untuk mencapai tujuan organisasi.Pengendalian kinerja merupakan system pengendalian dengan ukuran kinerja sebagai indicator sukses atas pencapaian tujuan.
3. SEKILAS TENTANG PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1991, diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Indonesia, dan memulai kegiatan operasinya pada bulan Mei 1992. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1991, diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Indonesia, dan memulai kegiatan operasinya pada bulan Mei 1992. Dengan dukungan nyata dari eksponen Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha Muslim, pendirian Bank Muamalat juga menerima dukungan masyarakat, terbukti dari komitmen pembelian saham Perseroan senilai Rp 84 miliar pada saat penandatanganan akta pendirian Perseroan. Selanjutnya, pada acara silaturahmi peringatan pendirian tersebut di Istana Bogor, diperoleh tambahan komitmen dari masyarakat Jawa Barat yang turut menanam modal senilai Rp 106 miliar.

Anonymous said...

. STRUKTUR ORGANISASI

Dewan Pengawas Syariah : Ketua K.H. Ma'ruf Amin, Anggota Prof. Dr. Muardi Chatib, Prof. Dr. Umar Shihab

Dewan Komisaris : Presiden Komisaris Widigdo Sukarman, Komisaris Irfan Ahmed Akhtar, Abdulla Saud Abdul Azis Al-Mulaifi, Sultan Mohammed Hasan, Abdul Rauf, Emirsyah Satar, Andre Mirza Hartawan


Dewan Direksi : Direktur Utama Arviyan Arifin , Direktur M. Hidayat, Andi Buchari, Luluk Mahfudah, Farouk Abdullah Alwyni, Adrian A. Gunadi

5. RESULT CONTROL
Sebagai pionir bank syariah di Indonesia, Bank Muamalat kembali dianggap layak mendapat penghargaan Internasional oleh Karim Business Consulting (KBC) atas kinerjanya yang semakin prima, antara lain sebagai The Most (Cost) Efficient, menyisihkan bank-bank Islam lainnya dari berbagai negara. Dari segi aspek efisien, di kategori The Most (Cost) Efficient, Indonesia hanya menempatkan Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri yang masuk di barisan bank syariah full fledge breast di bawah US $ 1 miliar. Tingkat efisiensi dihitung berdasarkan rasio biaya usaha terhadap laba usaha- BMI mencapai 45,9% sedangkan BSM 47,1%. Peringkat dibawahnya diisi Bahrain Islamic bank, Shah Jalal Islamic Bank, Arab Islamic International Bank, dan Meezan.
A.Riawan Amin, Direktur Utama Bank Muamalat menyampaikan,"kami memang melakukan pengotrolan yang berimbang dalam hal pengeluaran dan biaya terhadap penerimaan pendapatan. Walaupun tetap melakukan ekspansi, Bank Muamalat tetap menggunakan prinsip “Tumbuh" untuk pengembangan outlet-outletnya, yaitu hadir misal dalam waktu yang singkat dan dengan biaya investasi yang efisien. Pada periode bulan Juni 2005 silam Bank Muamalat menargetkan BOPO sebesar 83 % (jauh di bawah ketentuan Bank Indonesia sebesar 93%), namun Alhamdulillah Bank Muamalat berhasil melakukan efisiensi, sehingga realisasi BOPO Juni 2005 hanya sebesar 78%".
Direktur Administrasi Bank Muamalat, M.Hidayat mengatakan bahwa,"Untuk meningkatkan efisiensi BMI, ada dua hal yang selama ini diperhatikan: aspek Return dan Biaya. “Ini sejalah dengan nilai yang dianut perusahaan yang berbasis pada result oriented". Artinya, manajemen BMI tidak mempermasalahkan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan sepanjang bisa mendatangkan keuntungan yang signifikan. Ini, menurut Hidayat sudah disosialisasikan, bahkan dipraktekkan di seluruh jaringan Bank Muamalat. selama mengacu pada dua aspek itu, kecil kemungkinan mengeluarkan biaya-biaya yang tidak ada urgensinya.
Action Control
Bank Muamalat, ingin menjadi role model bagi lembaga-lembaga keuangan syariah di dunia. Kenapa kita katakana dunia, karena bank syariah di dunia baru sekitar 170-an. Penekanannya pada entrepreneur spirit, management excellent, dan orientasi investasi yang terdepan. Yang namanya investasi itu kan bukan hanya investasi keluar, tapi juga penerimaan dana, investasi ke dalam. Sehingga kita lihat kembali, mana ada organisasi atau bank yang berdiri sebelum ada undang-undangnya. Apakah ini tidak membuktikan bahwa Bank Muamalat itu sebuah terobosan, sebuah inovasi, dan sebuah keberanian?.

Anonymous said...

NAMA : MELISA GLADYANA
NIM: C1C006068

RESULT CONTROL PADA PT MUSTIKA RATU, Tbk

Anonymous said...

6. USULAN RESULT CONTROL
Sebaiknya Bank Muamalat lebih menekanan pada:
Tidak mengandalkan setoran modal tambahan dari para pemegang saham, tidak melakukan PHK satu pun terhadap sumber daya insani yang ada, dan dalam hal pemangkasan biaya, tidak memotong hak Kru Muamalat sedikitpun, pemulihan kepercayaan dan rasa percaya diri Kru Muamalat menjadi prioritas utama.
7. KESIMPULAN
Upaya dan dedikasi setiap Kru Muamalat, ditunjang oleh kepemimpinan yang kuat, strategi pengembangan usaha yang tepat, serta ketaatan terhadap pelaksanaan perbankan syariah secara murni dan keberhasilan strategi pengendalian akan mempermudah dalam mencapai tujuan sebuah perusahaan.
8. PENUTUP
Strategi pengendalian perusahaan yang meliputi pengendalian hasil ( result control ), pengendalian aksi ( action control ), dan pengendalian orang ( people control ) yang baik merupakan kunci utama keberhasilan suatu perusahaan.
9. DAFTAR REFERENSI
Praptapa, Agung. 2009. The Art of Controlling People- Strategi Mengendalikan Perusahaan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
www.muamalatbank.com
www.google.co.id

Anonymous said...

LUTIANA DWI K
C1C007052

RESULT CONTROL BANK BPD JATENG

Anonymous said...

Result Control pada PT Gudang Garam.Tbk

Elisha Muliani S
C1C006124

dewi ayu said...

Nama : Dewi Ayu Setyorini
NIM : C1C006011

MISSION, VISION, AND VALUES (MVV) - PEOPLE CONTROL PADA BTPN

1. Pendahuluan
Sistem pengendalian manajemen mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi. Sistem pengendalian yang baik yang diterapkan organisasi akan menuntun orang-orang di dalamnya untuk berperilaku selaras dengan tujuan organisasi. Artinya, tindakan-tindakan individu yang dilakukan untuk meraih tujuan-tujuan pribadi juga akan membantu untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

2. Pengertian People Control
People Control (pengendalian orang) merupakan pendekatan pengendalian yang menekankan pada jenis atau karakteristik orang-orang yang bekerja yang diharapkan mampu menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam people control, SDM yang terpilih merupakan orang yang berkualitas dan tepat untuk berada di posisi kerjanya, serta dapat menerapkan pengendalian diri sendiri (personal control)dan pengendalian antara karyawan satu dengan lainnya (cultural control).

3. Sekilas Tentang Bank BTPN
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) didirikan di Bandung pada 5 Februari 1958, yang awalnya bernama Bank Pegawai Pensiunan Militer (BAPEMIL) dengan status usaha sebagai badan perkumpulan yang menerima simpanan dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya. BAPEMIL memiliki tujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi para pensiunan, baik angkatan bersenjata maupun sipil.

Berkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat maupun mitra usaha, pada tahun 1986 para anggota BAPEMIL membentuk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional dengan ijin usaha sebagai Bank Tabungan. Pada tahun 1993 status BTPN menjadi Bank Umum.
2008 merupakan tahun penting bagi BTPN. Berbagai pengembangan dan pencapaian signifikan dilakukan. Pada 12 Maret 2008 Bank yang memiliki motto "hidup yang lebih berarti" ini sukses melakukan go public dengan melepas saham milik pemerintah c.q. PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar 28,39%. Pada 14 Maret 2008, TPG Nusantara, S.a.r.l. mengakuisisi 71,6% saham BTPN, sehingga menjadi pemegang saham utama.
Kini, BTPN dikenal sebagai bank publik skala menengah bereputasi prima dan salah satu bank dengan kinerja keuangan terbaik di Indonesia, yang telah meraih berbagai pengakuan dalam bentuk penghargaan dari lembaga-lembaga terkemuka dan terpercaya.

dewi ayu said...

4. Struktur Organisasi BTPN
Jajaran Komisaris
-Komisaris Utama :
Prof. DR. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti
-Komisaris(Independen) :
Harry Hartono
Irwan Mahjudin Habsjah
-Komisaris :
Ranvir Dewan
Ashish Jaiprakash Shastry
Sunata Tjiterosampurno

Jajaran Direksi
-Direktur Utama : Jerry Ng
-Direktur :
Ongki Wanadjati Dana
Mahdi Syahbuddin
Kharim Indra Gupta Siregar
Michael Hoetabarat
Taufik Hakim
-Direktur Kepatuhan :
Anika Faisal

5. People Control pada BTPN
Tahun 2008 adalah tahun yang penuh dengan perubahan penting bagi BTPN seiring dengan masuknya pemegang saham dan tim manajemen baru. Tahun 2008 juga merupakan awal dimulainya ekspansi bisnis ke sektor Usaha Mikro Kecil untuk melengkapi bisnis pensiun yang telah lama menjadi satu-satunya fokus bisnis BTPN.

Kebutuhan bisnis tersebut didukung dengan membangun proses dan tim rekruitmen yang mempunyai kemampuan untuk merekrut karyawan dalam jumlah besar dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia dalam waktu yang singkat. Dengan kemampuan organisasi seperti ini, BTPN berhasil merekrut lebih dari 1.100 karyawan baru selama kuartal terakhir tahun 2008.

Tantangan lain yang tidak kalah urgensinya adalah membenahi infrastruktur dasar SDM yang mencakup pengkinian database karyawan, pengembangan kebijakan dan prosedur operasional serta pembenahan sistem informasi sumber daya manusia.

Selain menanggapai kebutuhan yang mendesak, selama tahun 2008 BTPN telah pula melakukan berbagai inisiatif dengan tujuan
1) menyelaraskan organisasi dan strategi bisnis,
2) mengembangkan budaya organisasi yang berbasis kinerja, dan
3) menyiapkan karyawan menghadapi perubahan dan meningkatkan kompetisi.

Proses penyelarasan struktur organisasi dengan strategi bisnis dimulai dengan perubahan struktur organisasi, dilanjutkan dengan evaluasi job grading untuk memastikan terjadinya kesetaraan internal agar rasa keadilan karyawan terpenuhi, dan kesetaraan eksternal agar dapat menarik talenta-talenta handal.

Pengembangan budaya organisasi berbasis kinerja dimulai dengan penyelarasan sistem remunerasi BTPN dengan kondisi pasar terkini. Hal ini dilakukan dengan berbartisipasi dalam survei renumerasi secara reguler, dimana untuk tahun 2008 BTPN berpartisipasi dalam survei renumerasi Watson Wyatt pada bulan Oktober.

Dalam upaya mempersiapkan karyawan menghadapi berbagai perubahan dan meningkatkan kompetensi, didirikanlah BTPN Learning Institute pada bulan September 2008. Program pelatihan dan pengembangan BTPN Learning Institute mencakup pelatihan Business, Leadership & Management, Operations, Support Functions serta Personal Development.

Pertengahan tahun 2008 BTPN meluncurkan program pelatihan 7 Habbit of Highly Effective People and Leading at the Speed of Trust kepada para eksekutif BTPN, bekerja sama dengan Dunamis Organizations Services mewakili Franklin Covey Leadership Center.

Pelatihan ini bertujuan membangun kemampuan kepemimpinan personal dan interpersonal sehingga sebagai pemimpin di BTPN dapat menjadi panutan dan mampu bertindak berdasarkan prinsip dan nilai-nilai yang berlaku secara universal. Selain itu para peserta diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling percaya baik dari tingkat bawahan, teman sekerja maupun atasan.

Dengan demikian para eksekutif BTPN tidak hanya dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi, tetapi dapat menjadi "agents of change" bagi BTPN.

Seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari penerapan Misi, Visi, dan Nilai-nilai (Mission, Vision, and Values-MVV)yang telah dirumuskan sebagai formulasi people control pada BTPN dalam mencapai visinya yaitu "menjadi bank mass market terbaik, mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia", melalui misinya yang berbunyi "bersama, kita ciptakan kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berarti", berdasarkan nilai-nilai peduli, sinergi,mencapai yang terbaik, dapat dipercaya,dan kinerja unggul berkelanjutan.

dewi ayu said...

6. Usulan People Control
Penerapan People Control pada BTPN perlu diperluas dengan tambahan metode berikut ini :
a.)Penempatan Pejabat/Pelaksana sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.
Dengan menempatkan pejabat/pelaksana sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya, diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan formulasi MVV BTPN karena jika sesuai bidangnya, mereka sudah memahami betul apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.
b.)Pemilihan karyawan dengan Fit and Proper Test.
Fit and Proper Test merupakan cara yang dapat dipilih untuk mendapatkan SDM seperti yang diharapkan, disamping harus terpenuhinya persyaratan administratifnya. Metode ini memungkinkan kita untuk mengetahui visi & misi serta karakter yang dimiliki. Dengan visi, misi dan karakter yang sesuai diharapkan mereka dapat membawa kepada tujuan yang ditetapkan perusahaan.
c.)Kode Etik Profesi.
Pemahaman kode etik akan dapat menjadi pedoman agar karyawan dalam bekerja tidak menyimpang dari apa yang telah ditetapkan dalam kode etik profesinya. Misalnya seorang akuntan, dalam bekerja dia harus menjujung tinggi independensinya sebagai seorang akuntan.
d.)Menciptakan Atmosfer yang Baik
Supaya tidak terjadi persaingan yang saling menjatuhkan antar unit dalam organisasi, maka harus diciptakan atmosfer yang baik dan saling membangun.

7. Kesimpulan
Penerapan MVV BTPN merupakan perwujudan semangat entitas organisasi untuk mencapai kemajuannya. MVV telah melalui proses perumusan yang setara atau bahkan lebih penting dari MVV itu sendiri karena seluruh karyawan ikut ambil bagian dalam finalisasi formulasi sistem ini. Dengan demikian, seluruh lapisan entitas di dalam organisasi mengerti akan tujuannya serta bekerja sama dalam mencapai kemajuan perusahaan.
8. Penutup
People control dalam setiap organisasi harus diterapkan sesuai dengan sifat dan tujuan yang akan dicapai karena keberhasilan people control akan mempengaruhi keberhasilan strategi pengendalian yang lain yaitu result control dan action control. Dengan kata lain, people control merupakan kunci kesuksesan penerapan strategi pengendalian dalam perusahaan.
9. Daftar Referensi
Anthony, Robert N., Vijay Govindarajan,2005,Buku 1 Management Control System,Jakarta:Salemba Empat

buklet company profile BTPN

http://praptapa.unsoed.net

Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

www.btpn.com

Anonymous said...

AKUN ALDILAWATI
C1C007072

PEOPLE CONTROL PADA PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TENGAH

1. Pendahuluan
Manajemen Control merupakan kunci keberhasilan suatu perusahaan. Apabila manejemen di suatu perusahaan dikendalikan dengan baik, tentunya kinerja manejemen menjadi baik pula dan sudah pasti akan menghasilkan hasil yang maksimal, begitu pula sebaliknya.Manejemen control dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu Result Control, Action Control, dan People Control, penulis akan membahas People Control.

2. Pengertian People Control
People Control adalah suatu strategi pengendalian yang memfokuskan pada tipe-tipe orang yang dipilih, yang dapat dipercaya untuk melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaaan.
People control terdiri dari dua pengendalian yaitu pengandalian personal dan pengendalian kultural. Pengendalian personal mendasarkan pada suatu pandangan bahwa pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk mengendalikan diri dendiri. Pengendalian kultural terjadi saat orang-orang dalam organisasi saling melakukan pengamatan dan pengawasan sehingga diantara mereka terjadi ikatan emosional, dan kemudian muncul suatu norma serta nilai bersama (group norm and value).

3. Sekilas Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah
Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah adalah Bank milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama-sama dengan Pemerintah Kota/Kabupaten Se-Jawa Tengah.
Bank Jateng pada awal beroperasi pada tahun 1963 menempati Gedung Bapindo Jl. Pahlawan No.3 Semarang. Tujuan pendirian bank adalah untuk mengelola keuangan daerah yaitu sebagai pemegang kas daerah dan membantu meningkatkan ekonomi daerah dengan memberikan kredit kepada pengusaha kecil. Persiapan pendirian bank dilakukan oleh Drs. Harsono Sandjoyo yang kemudian menjadi Direktur Utama Pertama Bank Jateng, dibantu Drs. Mud Sukasan. Rekruitmen karyawan pertama berjumlah 13 orang untuk on the job training di Kantor Bank Indonesia Semarang. Modal Disetor pada awal pendirian bank sebesar Rp 20 juta yang terdiri dari Daerah Swatantra Tk. I sebesar Rp 9,2 juta, 34 Daerah Swatantra Tk. II sebesar Rp 6,8 juta, dan Hadi Soejanto sebesar Rp 4 juta. Seiring dengan berjalannya waktu, Bank Jateng terus berkembang hingga memiliki kantor cabang di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Dan setelah berpindah-pindah lokasi, sejak tahun 1993 Kantor Pusat Bank Jateng menempati Gedung Grinatha Jl. Pemuda 142 Semarang.

Anonymous said...

Serangkaian peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan pendirian dan status Bank antara lain terdiri dari :
• Peraturan Daerah Tingkat I Jawa Tengah No. 6 tahun 1963 sebagai landasan hukum pendirian bank.
• Surat Persetujuan Menteri Pemerintah Umum & Otonomi Daerah No. DU 57/1/35 tanggal 13 Maret 1963 dan ijin usaha dari Menteri Urusan Bank Sentral No. 4/Kep/MUBS/63 tanggal 14 Maret 1963 sebagai landasan operasional.
• Undang-undang No.14 tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan sebagai dasar penyempurnaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No. 3 tahun 1969 yang menetapkan bahwa bank adalah milik Pemerintah Daerah (BUMD).
• Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 25/34/DIR tanggal 1 Juli 1992 adalah penetapan status Bank sebagai Bank Devisa.
• Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No. 1 tahun 1993 tentang perubahan bentuk hukum Bank menjadi Perusahaan Daerah dengan mengacu pada Undang-undang No.7 tahun 1992 sebagai pengganti Undang-undang No. 14 tahun 1967.
• Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No. 6 tahun 1998 dan akte pendirian Perseroan Terbatas No. 1 tanggal 1 Mei 1999 serta pengesahan berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2.8223.HT.01.01 tahun 1999 tanggal 5 Mei 1999, bentuk hukum Bank Jateng berubah dari Perusahaan Daerah (Perusda) menjadi Perseroan Terbatas (PT).
• Dengan telah ditandatanganinya perjanjian Rekapitalisasi tanggal 7 Mei 1999 maka Bank Jateng telah sah mengikuti Program Rekapitalisasi Perbankan, dengan modal disetor menjadi Rp 583.754 milyar.
• Pada tanggal 7 Mei 2005 Bank Jateng telah menyelesaikan program rekapitalisasi, disertai pembelian kembali kepemilikan saham yang dimiliki Pemerintah Pusat oleh Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten / Kota se Jawa Tengah.
Seiring dengan terus berkembangnya perusahaan dan untuk lebih menampilkan citra positif perusahaan terutama setelah lepas dari program rekapitalisasi, maka manajemen Bank Jateng berkeinginan untuk mengubah logo dan call name perusahaan yang merepresentasikan wajah baru Bank Jateng. Berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar No.68 tanggal 7 Mei 2005 Notaris Prof. DR. Liliana Tedjosaputro dan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. C.17331 HT.01.04.TH.2005 tanggal 22 Juni 2005 maka nama sebutan (call name) PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah berubah dari sebelumnya Bank BPD Jateng menjadi Bank Jateng
VISI:
Bank Terpercaya, menjadi kebanggaan masyarakat, mampu menunjang pembangunan daerah

MISI : Meningkatkan layanan prima didukung oleh kehandalan Sumber Daya Manusia dengan teknologi modern serta jaringan yang luas. Membangun budaya perusahaan dan mempertahankan bank yang sehat. Mendukung pertumbuhan ekonomi regional dengan mengutamakan kegiatan retail banking. Meningkatkan kontribusi dan komitmen pemilik guna memperkokoh bank.

Anonymous said...

4. Struktur Organisasi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Jajaran Direksi

HARIYONO
DIREKTUR UTAMA
PRESIDENT DIRECTOR
ISPRIYANTO
DIREKTUR UMUM
GENERAL AFFAIR DIRECTOR
BASUKI SRI HARTONO
DIREKTUR PEMASARAN
MARKETING DIRECTOR
SOEDARYO
DIREKTUR KEPATUHAN
COMPLIANCE DIRECTOR
WARSONO SANTOSO
KOMISARIS UTAMA
PRESIDENT COMMISIONER
UTAMI HANDAYANI
KOMISARIS
COMMISIONER
IMAM GHOZALI
KOMISARIS
COMMISIONER

Anonymous said...

5. People Control
Pengendalian personal :
*seleksi karyawan
*pendidikan dan pelatihan karyawan
*evaluasi kinerja karyawan

Pengendalian kultural :

*pemberian penghargaan bagi karyawan berprestasi
*pemberian hukuman bagi karyawan yang kinerjanya kurang baik
*penataan ruang kerja yang nyaman bagi karyawan
*fasilitas yang memadahi
6. Usulan People Control
*Seleksi karyawan sebaik-baiknya
*Penempatan karyawan sesuai keahlian yang dimiliki
*Pedoman kerja yang jelas bagi karyawan

7. Kesimpulan
Untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal dari karyawan, perlu adanya manajemen control dari atasan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Keberhasilan perusahaan tidak akan terwujud tanpa adanya kerjasama yang komunikatif antara manajer dan karyawan.

8. Penutup
Demikian paper yang telah dibuat. Penulis berharap paper yang telah dibuat dapat menambah pengetahuan pembaca
9. Daftar Referensi
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Anonymous said...

LUTIANA DWI K
C1C007052

STRATEGI PENGENDALIAN PT. PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk.

1.PENDAHULUAN
Pengendalian adalah suatu proses penjaminan di mana perusahaan dan orang-orang yang berada dalam perusahaan tersebut dapat mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Dalam suatu perusahaan diperlukan strategi yang tepat untuk mencapai tujuannya, ada 3 strategi agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik :
Pengendalian hasil (result control)
Pengendalian aksi (action control)
Pengendalian orang (peopel control)

2.PENGERTIAN RESULT CONTROL
Result Control (pengendalian hasil) adalah sistem pengendalian yang memusatkan perhatian pada hasil dari suatu kegiatan. Sebagai upaya untuk mencapai target dan tujuan organisasi.

3.SEKILAS TENTENG PT. PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk.
PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. (Temas Line atau “Perseroan”) didirikan di Jakarta pada tanggal 17 September 1987. Perseroan bergerak di bidang pelayaran dengan muatan barang dalam peti kemas, melayani jalur dalam negeri maupun internasional. Perseroan juga memberikan jasa pelayanan bongkar-muat melalui anak perusahaannya PT. PBM Jasa Trisari, sehingga pengangkutan barang dalam peti kemas dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya dapat ditangani dengan baik dan lebih cepat. Temas Line merupakan perusahaan pelayaran nasional yang merintis pengiriman barang dalam peti kemas. Perseroan memulai kegiatannya dengan menggunakan kapal sewaan, dan terus berkembang hingga kini telah menjadi salah satu perusahaan terkemuka di industri pelayaran nasional di Indonesia.

4.STRUKTUR ORGANISASI
Dewan Komisaris
Wong Chau Lin - Komisaris Utama
Susan Gazali - Komisaris Independen
Harto Khusumo - Direktur Utama
Sutikno Khusumo - Direktur Operasional
John Wisnu Alwi - Direktur Keuangan

Tim Komite Audit
Susan Gazali - Ketua
Edward Simangunsong – Anggota

Anonymous said...

5.STRATEGI PENGGENDALIAN PT. PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk.
RESULT CONTROL
Pada tanggal 25 Juni 2003 Temas Line resmi menjadi perusahaan publik dengan mendaftarkan 451,000,000 lembar sahamnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ), dan pada tanggal 9 Juli 2003 menjadi perusahaan pelayaran nasional pertama (di bidang pengangkutan peti kemas) yang terdaftar di bursa. Temas Line didukung oleh armada kapal yang modern serta canggih dan memiliki sarana pelabuhan sendiri. Keberhasilan yang diperoleh Temas Line selama ini merupakan wujud dari visi para pendiri serta kepiawaian Manajemen Profesional yang telah berpengalaman bertahun-tahun di bidangnya. Kini, Temas Line memiliki 3 anak perusahaan di bidang jasa Pelayaran yang berbasis di Jakarta dan Malta, yaitu :
1. PT Pelayaran Tirtamas Express, berbasis di Jakarta: bergerak di bidang pelayaran.
2. PT Perusahaan Bongkar Muat (PBM) Jasa Trisari, berbasis di Jakarta: melayani kegiatan bongkar muat kapal.
3. Anemi Maritime Co. Ltd. berbasis di Malta: bergerak di bidang jasa pelayaran.
Jangkauan pasar mencakup beberapa kota pelabuhan di Indonesia. Perkembangan pasar terus merambah ke berbagai pelabuhan, antara lain: Batam dan Padang. Jumlah Kantor Cabang menjadi 9 kantor dan jumlah agen menjadi 3 yaitu Samarinda, Batam dan Padang; serta 1 kantor perwakilan di Singapura.
ACTION CONTROL
TEMAS Line berusaha mengimplementasikan Sistem Pengendalian Internal (SPI) secara menyeluruh. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional yang menyentuh aspek sumber daya manusia dan juga system kerja. Contoh nyata yang telah dilakukan adalah penyusunan pedoman kode etik dan perilaku (Code of Conduct). Sosialisasi Code of Conduct dilakukan sampai pada tingkat paling bawah untuk memastikan praktik kerja yang sehat, beretika dan bebas dari benturan kepentingan. Selain itu, sepanjang tahun 2008 telah dilakukan pengkajian ulang Standard Operational Procedure (SOP) pada semua unit kerja. Hal-hal tersebut dilakukan sebagai upaya peningkatan yang
Berkelanjutan.
PEOPLE CONTROL
TEMAS Line memandang karyawan sebagai elemen penting di dalam strategi pengembangan bisnis perusahaan, pengembangan SDM selalu menempati prioritas utama. Diawali dengan proses rekrutmen yang selektif dan ketat, diharapkan akan terdapat bibit yang akan menjadi karyawan yang profesional, berintegritas tinggi, beretika, dan dapat bekerjasama di dalam tim untuk mendukung visi dan misi perusahaan. Dalam hal pencarian bibit SDM yang berkualitas, perusahaan selalu membina hubungan baik dengan berbagai akademi pelayaran dengan melakukan sistem rekrutmen yang transparan. Setelah diterima bekerja, bibit unggul dari sekolah-sekolah tersebut tetap harus menjalani pendidikan secara internal di TEMAS Line secara berkesinambungan agar diperoleh pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan kerja dengan standar internasional.
6.USULAN RESULT CONTROL
TEMAS Line dengan strategi pengendalian yang baik dapat mencapai target dan tujuan yang sangat tinggi. Faktor Internal merupakan langkah pembenahan yang dapat dilakukan Perusahaan agar bertahan hidup di tengah gelombang pasang-surut yang tinggi.
7.KESIMPULAN
Dengan startegi pengendalian yang tepat, perusahaan dapat mencapai target dan tujuannya. Strategi pengendalian tersebut adalah melalui pengedalian hasil, pengendalian aksi dan pengendalian orang. Strategi yang diterapkan harus efektif dan efisien.
8.PENUTUP
Mengendalikan perusahaan harus dimulai dengan mengendalikan manusia, karena itu faktor manusia dalam mencapai keberhasilan suatu perusahaan sangat penting. Pengendalian hasil, pengendalian aksi dan pengendalian orang merupakan tiga elemen penting di dalam organisasi demi tercapainya tujuan organisasi.
9.DAFTAR REFERENSI
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
www.idx.co.id

Anonymous said...

NAMA : ARININDYA BIRUL N
NIM :C1C006131

ACTION CONTROL PADA PT KAI (PERSERO)

A.Pendahuluan:
PT KAI (persero) merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang transportasi kereta api. Dimana sebagian sahamnya dimiliki publik sehingga yang tadinya PJKAI berubah nebjadi PT KAI (Persero). Di dalam menjalankan kegiatannya tentu sangat dibutuhkan adanya suatu sistem pengendalian yang baik. Ada beberapa strategi dalam sistem pengendalian yaitu action control, people control, result control dan sebagainya. Disini saya akan membahas mengenai action conrolnya.

B.Action control:
Action control merupakan strategi pengendalian yang menekankan aspek aktivitas,yaiu segala kegiatan yang dilakukan oleh karyawan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Action Control digunakan untuk meyakinkan bahwa karyawan menjalankan pekerjaan yang berakibat baik bagi organisasi dan tidak menjalankan pekerjaan yang berakibat tidak baik bagi organisasi.

C.Profil Perusahaan
PT Kereta Api Indonesia (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api. Layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) meliputi angkutan penumpang dan barang. Pada akhir Maret 2007, DPR mengesahkan revisi UU No. 13/1992 yang menegaskan bahwa investor swasta maupun pemerintah daerah diberi kesempatan untuk mengelola jasa angkutan kereta api di Indonesia.
D.Struktur Organisasi PT KAI
terdiri dari:
Daerah operasi yang membawahi
1. Seksi SDM dan Umum
2. Seksi Keuangan
3. Pemeriksa Kas Daerah
4. Seksi jalan, rel dan jembatan
5. Seksi Operasi
6. Seksi Pemasaran
7. Seksi sinyal, telekomunikasi dan listrik

Anonymous said...

E.Penerapan Action Control pada PT KAI (Persero)
1.Peningkatan Pelayanan.
Meningkatkan kapasitas angkut dengan merencanakan armada Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) yang akan dioperasikan pada koridor Bandung - Jakarta pp. Meminimalkan akses pelayanan akibat kesenjangan penawaran dan permintaan dengan meningkatkan keandalan sistem jaringan on-line ticketing. Bekerja sama dengan pihak perbankan untuk perluasan jaringan layanan ticketing melalui ATM perbankan. Di bidang sarana, diupayakan pemenuhan standar pelayanan minimum pada semua kelas KA, Ekonomi, Bisnis dan Eksekutif.

2.Keselamatan Perjalanan KA.

Meskipun masih terjadi kecelakaan KA, namun total perjalanan KA masih relatif lebih aman dibandingkan dengan moda angkutan darat lainnya.

3. Upaya untuk mencegah kecelakaan.

1. Jangka Pendek: Secara bertahap melengkapi fasilitas standar keselamatan Perjalanan KA di bidang: - Sarana, melengkapi fasilitas keselamatan berupa dead-man, speedometer, radio lok, wiper kaca dll;
- Prasarana, segera menghilangkan titik-titik pembatasan kecepatan KA prioritas
pada koridor padat frekuensi;
- SDM, meningkatkan pengawasan terhadap disiplin penggunaan regulasi yang
berlaku dalam urusan perjalanan KA dan langsiran, serta menyelenggarakan
refreshing untuk penyegaran pengetahuan SDM terhadap regulasi yang berlaku;

2.
Jangka Menengah: Percepatan penyelesaian proyek prasarana KA yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas lintas.
–> Jalur ganda parsial Cikampek - Padalarang (32 km), Jalur Ganda Segmen I Cikampek - Haurgeulis (54 km) dan Jalur Ganda Solo - Yogyakarta (60 km).
3. Jangka Panjang: Pembangunan jalur ganda Yogya - Kroya (140 km), tahap pertama Yogyakarta - Kutoarjo (64 km) sudah proses tender, berikutnya Kutoarjo - Kroya (76 km) menunggu sumber dana. Penggandaan jalur Kroya - Cirebon (150 km), penggandaan jalur Kiaracondong - Cicalengka (15 km) untuk mendukung angkutan urban Bandung Raya, serta pembangunan jalur ganda kedua Bekasi - Manggarai untuk mendukung angkutan KA Jabotabek.

poetz.azza said...

NAMA:PUPUT IRMAWIJAYANTI
NIM :C1C007136

JUDUL:ACTION CONTROL pada Rumah Sakit Mata Cicendo

1.Pendahuluan

Setiap organisasi memerlukan pengendalian aktivitas/action control dalam rutinitas pekerjaan sehari-harinya. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kesalahan pekerjaan yang dilakukan karyawan. Action control akan berjalan dengan baik digunakan hanya apabila manajer yang mengendalikan mengetahui dengan baik bagaimana suatu pekerjaan seharusnya dilakukan. Action control merupakan bentuk pengendalian yang paling langsung. Begitu diketahui terdapat kesalahan yang dilakukan bisa langsung diperbaiki. Koreksi dapat dilakukan secepat mungkin sehingga akan mudah bagi pelaksana untuk memahami mana yang benar dan mana yang tidah benar. Action control memungkinkan adanya komunikasi dua arah antara yang mengendalikan dan dikendalikan, sehingga ada improvement yang terbangun. Sangat memungkinkan bahwa suatu ketika ada tindakan yang awalnya dianggap salah, tetapi setlah terjadi komunikasi justru dinyatakan sebagai langkah inovatif.

Anonymous said...

TH.A Dian kusumasari
C1C007011
result control di perusahaan MNC

Anonymous said...

NAMA : ARININDYA BIRUL N.
NIM :C1C006011

F.Usulan untuk penerapan action control pada PT KAI
Action control yang diterapkan oleh PT KAI selama ini sudah cukup baik tetapi perlu adanya penambahan diantaranya adanya pengawasan yang langsung mengawasi setiap kegiatan ataupun proyek, adanya jangka waktu penyelesaian dan batas waktu dalam menyelesaikan masalah maupun proyek yang ada serta adanya sanksi yang konkret jika adanya penyimpangan. Selain itu juga dengan adanya:
1. Pembatasan perilaku
2. Penelaahan sebelum pekerjaan dilakukan
3. Pertanggungjawaban pelaksanaan kerja
4. Pencadangan

G.Kesimpulan
Strategi dalam sistem pengendalian di dalam PT KAI ini benar-benar harus diterapkan agar tercapainya tujuan perusahaan. Salah satunya adalah dengan action control agar nanti jika ada kesalahan-kesalahan dapat bisa langsung diawasi dan diperbaiki maupun adanya penggantian sehingga kegiatan operasional dapat berjalan dengan lancar.

H.Penutup
Demikian paper yang telah saya buat tentang action control pada PT KAI (Persero) untuk memenuhi tugas mata kuliah management controlling systems. Semoga dapat bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan dan jika masih ada kekurangan maupun kesalahan mohon maaf dan nantinya bisa diperbaiki.

I.Referensi
Praptapa, Agung. The Art of Controlling People. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2009.
www.keretaapi.com
www.PT KAI.go.id

Anonymous said...

JONY NUR PRATOMO
C1C007051

PEOPLE CONTROL PADA PT HM SAMPOERNA

A.Pendahuluan
Seperti yang kita ketahui bersama, pada era kompetisi saat ini yang sudah bisa dikatakan sebagai hyper competition ini semua organisasi harus secara total mencurahkantenaga dan sumber dayanya untuk dapat memenangkan persaingan. Dengan kata lain, setiap organisasi memerlukan suatu sistem penjaminan yang dapat dipercaya untuk dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. Sistem penjaminan tersebut ada di sistem pengendalian manajemen (management control system). Dengan demikian, sistem pengendalian adalah rangkaian tindakan dan perangkat yang mendukung tindakan tersebut, yang akan digunakan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan.
Di suatu organisasi terkadang acap kali terjadi permasalahan yang mengakibatkan jalannya perusahaan tidak sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya. Artinya, setiap organisasi perlu membuat suatu sistem pengendalian untuk menjamin tujuan yang telah dicanangkan dapat dicapai. Permasalahan tersebut tadi bisa kita sebut sebagai problematika pengendalian atau control problem.
Agar nantinya sistem pengendalian dapat berjalan baik dan efektif, perlu adanya strategi -strategi dalam sistem pengendalian. Merchant, seorang pakar Sitem Pengendalian Manajemen menawarkan tiga strategi agar sistem pengendalian berjalan dengan baik yitu melalui penegndalian hasil (result control), pengendalian aksi (action control) dan pengendalian orang (people control)
Di sebuah perusahaan yang cukup besar seperti PT HM Sampoern, Tbk pasti mempunyai strategi pengendalian yang cukup bagus. dan salah satu strategi pengndalian yang dilakukan adalah people control.

Anonymous said...

JONY NUR PRATOMO
C1C007051

PEOPLE CONTROL PADA PT HM SAMPOERNA

A.Pendahuluan
Seperti yang kita ketahui bersama, pada era kompetisi saat ini yang sudah bisa dikatakan sebagai hyper competition ini semua organisasi harus secara total mencurahkantenaga dan sumber dayanya untuk dapat memenangkan persaingan. Dengan kata lain, setiap organisasi memerlukan suatu sistem penjaminan yang dapat dipercaya untuk dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. Sistem penjaminan tersebut ada di sistem pengendalian manajemen (management control system). Dengan demikian, sistem pengendalian adalah rangkaian tindakan dan perangkat yang mendukung tindakan tersebut, yang akan digunakan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan.
Di suatu organisasi terkadang acap kali terjadi permasalahan yang mengakibatkan jalannya perusahaan tidak sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya. Artinya, setiap organisasi perlu membuat suatu sistem pengendalian untuk menjamin tujuan yang telah dicanangkan dapat dicapai. Permasalahan tersebut tadi bisa kita sebut sebagai problematika pengendalian atau control problem.
Agar nantinya sistem pengendalian dapat berjalan baik dan efektif, perlu adanya strategi -strategi dalam sistem pengendalian. Merchant, seorang pakar Sitem Pengendalian Manajemen menawarkan tiga strategi agar sistem pengendalian berjalan dengan baik yitu melalui penegndalian hasil (result control), pengendalian aksi (action control) dan pengendalian orang (people control)
Di sebuah perusahaan yang cukup besar seperti PT HM Sampoern, Tbk pasti mempunyai strategi pengendalian yang cukup bagus. dan salah satu strategi pengndalian yang dilakukan adalah people control.

Anonymous said...

Result Control pada PT Gudang Garam, Tbk
Elisha Muliani S
(C1C006124)
Pendahuluan :
Semakin besar ukuran perusahaan, apalagi di era persaingan yang semakin ketat seperti sekarang ini, pengendalian sangatlah diperlukan agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Tiga strategi pengendalian yang kita kenal yaitu pengendalian hasil (result control), pengendalian aksi (action control), dan pengendalian orang (people control). Dalam hal ini, yang akan dibahas lebih jauh adalah pengendalian hasil (result control) dari sebuah perusahaan.
Result control adalah sistem pengendalian yang memusatkan perhatian pada hasil dari suatu kegiatan. Artinya apapun yang dikerjakan yang penting tujuan dapat tercapai atau dengan kata lain atasan tidak peduli bagaimana cara karyawannya melakukan pekerjaannya yang terpenting adalah tujuan perusahaan dapat tercapai. Disini terdapat kelebihan dari result control yaitu memungkinkan karyawan untuk lebih leluasa dalam bekerja sehingga jika benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh karyawan dapat menghasilkan suatu kreatifitas yang besar dan bernilai bagi perusahaan. Namun sebaliknya jika karyawan justru menyalahgunakan keleluasaan tersebut justru akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan karena tujuan tidak tercapai. Berdasarkan hal-hal itulah maka akan muncul istilah reward dan punishment. Reward akan diberikan jika karyawan berhasil membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya, sedangkan punishment akan diberikan jika karyawan tidak berhasil membantu perusahaan dalam pencapaian tujuanya.

Anonymous said...

Nama : Arini Ika BP
NIM : C1C007140

Pengendalian Orang (People Control) pada PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk

1. Pendahuluan
Sebuah perusahaan wajib mempunyai sistem pengendalian, agar tujuan yang telah dicanangkan dapat dicapai. Menurut Merchant, seorang pakar management control systems, terdapat tiga strategi agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik, yaitu pengendalian hasil (result control ), pengendalian aksi (action control ), dan pengendalian orang ( people control ).

Anonymous said...

Nama : Anto Muhamad Fauzi
NIM : C1C006041

Judul : Pengendalian Orang (People Control) di Bank Jabar Banten

I. Pendahuluan
Dalam usaha pencapaian suatu tujuannya, setiap perusahaan pasti membutuhkan suatu strategi pengendalian terhadap suatu sistem yang berjalan di perusahaan tersebut. Pengendalian itu harus tepat, agar efektif dan efisien. Dalam pelaksanaannya tentu saja suatu pengendalian itu melibatkan manusia. Oleh karena itu sehebat apapun sistem yang dijalankan dalam perusahaan itu apabila manusia yang menjalankan sistemnya tidak andal, maka keberhasilan perusahaan tersebut disangsikan. Manusia berperan penting di sini. Karena itu, agar berhasil mengendalikan perusahaan, harus diawali dengan berhasil mengendalikan orang-orang yang ada di dalam perusahaan.

Ipmawan Bachtiar said...

NAMA: IPMAWAN
NIM: C1C006072
JUDUL PAPER:
Sistem Pengendalian Jalan Tol Pada PT. Jasa Marga (Persero) Tbk.

Globalisasi perekonomian telah menyebabkan peningkatan perkembangan dunia usaha di Indonesia. Peningkatan tersebut telah meningkatkan kebutuhan pelaku bisnis dan masyarakat akan kebutuhan sarana dan fasilitas transportasi. Infrastruktur khususnya jaringan jalan mempunyai peranan penting dalam pembangunan dan pengembangan perekonomian.
Jalan Tol yang berfungsi sebagai jalan lingkar diharapkan mampu mengurangi kepadatan arus lalu-lintas jalan arteri di kota. Dengan adanya jalan tol, maka pengguna jalan dapat menghemat waktu dan terhindar dari kemacetan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. merupakan perusahaan leader di bidang infrastruktur jalan yang mengelola penyelenggaraan dan pengoperasian sebagian besar jalan tol di Indonesia diharapkan mampu melaksanakan tugasnya secara maksimal sehingga akan mendorong peningkatan perekonomian.

Anonymous said...

ISTIATUN
C1C007093

JUDUL: RESULT CONTROL PADA PDAM KOTA MALANG

1. PENDAHULUAN
PDAM kota malang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penyediaan air minum di sekitar kota malang. Dewasa ini perusahaan mengalami suatu perkembangan yang signifikan, sehingga dalam perjalanan usahanya perusahaan tersebut memerlukan suatu strategi pengendalian. Sistem pengendalian yang diterapkan harus dapat mencapai apa yang menjadi target perusahaan. Menurut Merchant, seorang pakar management control system, ada tiga strategi yang dapat diterapkan perusahaan agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik, yaitu:
a. Pengendalian hasil ( Result Control)
b. Pengendalian aksi ( Action Control)
c. Pengendalian orang ( People Control)
Dalam kesempatan ini, penulis akan membahas mengenai pengendalian hasil (Result Control) yang diterapkan pada PDAM kota Malang.

Anonymous said...

NAMA : HEPPY HERTIN E.
NIM : C1C007131

STRATEGI PENGENDALIAN PADA PT. UNILEVER, tbk

A.PENDAHULUAN
PT. Unilever merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan produk-produk kosmetik. Dalam menjalankan kegiatan usahanya dibutuhkan strategi pengendalian yang tepat agar system pengendalian dapat berjalan dengan baik, yaitu melalui pengendalian hasil (result control),pengendalian aksi (action control), dan pengendalian orang (people control). Dalam paper ini, Saya akan menerangkan strategi pengendalian yang dilakukan oleh PT. Unilever ,tbk.
B.PENGERTIAN STRATEGI PENGENDALIAN
Pengendalian hasil adalah system pengendalian yang memusatkan perhatian pada hasil dari suatu kegiatan. Pengendalian aksi adalah sistem pengendalian yang lebih menekankan pada cara-cara elemen organisasi dalam menjalankan tugas yang harus dilakukannya. Sedangkan, pengendalian orang merupakan pendekatan pengendalian yang menekankan pada karakteristik orang-orang yang bekerja sehingga mampu menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan perusahaan.
C.SEKILAS MENGENAI PT. UNILEVER ,tbk
PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever.Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan akta no. 92 yang dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C2-1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan di Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39. Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1933.
D.STRUKTUR ORGANISASI PT. UNILEVER , tbk

*Executive Director :
a. Chief Executive Officer
b. Chief Financial Officer
*Non- Executive director ( the independent element of Unilever’s Governance )
*Unilever Executive (Responsible for managing profit and loss, and delivering growth ) :
a. President Foods, Home & Personal Care
b. Group Chief Executive
c. President Categories
d. Chief HR Officer
e. Chief Supply Chain Officer
* Senior Officer Coorporate :
a. Group Secretary
b. Group Controller & SVP Finances Catagories
c. Chief Auditor
d. Group Treasurer
e. General Counsel & Chief Legal Officer

Anonymous said...

NAMA : HEPPY HERTIN E.
NIM : C1C007131

E.PENERAPAN STRATEGI PENGENDALIAN PADA PT. UNILEVER, tbk

RESULT CONTROL
Unilever menciptakan, mengembangkan dan menyajikan merek yang selalu diingat sehingga produk tersebut dapat bertahan di tengah ketatnya persaingan pasar. Dari segi peningkatan kualitas produk PT Unilever berkomitmen terhadap konsumennya yaitu menyediakan produk bermerek dan pelayanan yang secara konsisten menawarkan nilai dari segi harga dan kualitas, dan yang aman bagi tujuan pemakaiannya. Unilever memiliki tujuan yang jelas untuk mendorong pertumbuhan merek berkelas dunia melalui inovasi yang cepat, berskala besar dan menantang. Litbang merupakan inti kegiatan tersebut, yang memadukan ilmu pengetahuan bertaraf internasional dengan wawasan konsumen yang luas untuk menghasilkan teknologi yang memuaskan konsumen di seluruh dunia.Kemampuan Litbang kami terdiri dari enam laboratorium penelitian dan laboratorium utama; dua di Inggris (Colworth House dan Port Sunlight), satu di Negeri Belanda (Vlaardingen), satu di Amerika Serikat (Trumbull), satu di China (Shanghai) dan satu di India (Mumbai). Mereka bekerja secara baik sekali dengan jaringan pusat teknologi global dan regional yang menyediakan produk-produk masa mendatang untuk perusahaan-perusahaan Unilever di seluruh dunia. Dalam bidang Pengelolaan Pelanggan berasal dari perancangan strategi penjualan, pengembangan kemitraan secara langsung muka dengan para distributor dan wiraniaga mereka, negosiasi dengan para pengecer, pedagang besar dan pasar swalayan, melaksanakan promosi produk-produk lama dan baru di tempat penjualan, serta memastikan agar semua produk Unilever tersebar dan tersedia di seluruh Indonesia.

ACTION CONTROL
Tujuan Unilever adalah menetapkan aspirasi usaha dalam menjalankan usaha. Hal ini didukung oleh aturan asas usaha yang menguraikan standar usaha yang ditaati oleh setiap karyawan Unilever, dimanapun mereka berada di seluruh dunia. Aturan tersebut juga mendukung pendekatan pekerja terhadap tanggung jawab pengawasan dan perusahaan.

Anonymous said...

NAMA : HEPPY HERTIN E.
NIM : C1C007131

PEOPLE CONTROL
Mutu yang dicari untuk manajer dalam Unilever diharapkan mereka mampu memadukan kecerdasan, akal sehat, kedewasaan, kepekaan terhadap orang lain, tingkat tinggi ketrampilan komunikasi dan kemampuan untuk mengarahkan energi dan komitmen manajer untuk tugas-tugas yang diberikan. Dalam konteks unilever, sejak awal tahun 70-an telah mempunyai program untuk merekrut fresh graduate dari perguruan tinggi. PT. Unilever mempunyai buku panduan yang dinamakan ‘Professional Skill Dictionary. Jadi setiap karyawan selalu dibandingkan dengan requirement dari pekerjaannya, apakah cocok atau tidak, jika belum cocok yang akan dilakukan perusahaan adalah pengembangan orangnya. Masing-masing role di perusahaan ini mempunyai petunjuk pengetahuan apa yang harus dia punya untuk semua level. Di sini didefinisikan ada basic awareness, working knowledge, fully operational dan yang paling tinggi leading act. Rencana suksesi ini dilakukan juga untuk menghadapi keadaan darurat seperti ketika karyawan yang tiba-tiba pindah ke perusahaan lain. Banyak hal telah dilakukan PT. Unilever untuk menyentuh hati para karyawannya. Sebagai contoh banyak perusahaan yang menyediakan fasilitas kesehatan dengan menyediakan rumah sakit gratis, tapi Unilever mau manusia yang sehat. Yaitu dengan menyediakan ruang gym di lantai atas untuk semua level. Karyawan Unilever merupakan aset terpenting. Di bidang Sumber daya Manusia (SDM), akan dibantu pengembangan para karyawan agar mereka berprestasi dalam kinerja usaha. Karyawan merupakan faktor penting dalam kaitannya dengan menjalankan usaha, mereka adalah pusat dari segala kegiatan yang perusahaan lakukan. Profesionalisme mereka, cara kerja mereka/keseimbangan hidup, kemampuan mereka untuk memberikan sumbangsih secara merata sebagai bagian dari angkatan kerja dengan beragam latar belakang, kesemuanya ini merupakan masalah-masalah yang diprioritaskan. Unilever dianggap sebagai komunitas yang dibentuk dan dipimpin karyawan sendiri, yang mengoperasikan kreatifitas dalam kerangka kerja dan tujuan usaha.

Anonymous said...

NAMA : HEPPY HERTIN E.
NIM : C1C007131

F.USULAN STRATEGI PENGENDALIAN

Secara umum strategi pengendalian pada PT. Unilever, tbk sudah cukup baik. Hanya saja pada pengendalian hasil akan lebih baik jika tidak hanya terkonsentrasi pada target penjualan, mutu dan kepercayaan konsumen terhadap produk tetapi juga perlu memfokuskan pada bagaiamana memacu karyawan untuk bekerja lebih optimal dengan adanya reward atau punishment yang cukup berarti. Selain itu pada pengendalian aksi juga akan lebih efektif jika digunakan apabila manajer yang mengendalikan mengetahui dengan baik bagaimana suatu pekerjaan dilakukan. Oleh karena itu, perusahaan hendaknya lebih bisa memilih orang yang tepat unuk membantu mencapai tujuan melalui strategi pengendalian orang, misalnya dengan mengadakan seleksi dan penempatan kerja karyawan.
G.KESIMPULAN

Ketiga bentuk strategi pengendalian masing-masing memiliki sifat saling melengkapi dan saling mengisi. Sehingga cara yang paling efektif yaitu dengan menggunakan ketiganya secara bersama-sama, karena ketiga strategi tersebut masing-masing memiliki kekuatan yang akan lebih efektif bila digunakan bersama-sama. Suatu sistem pengendalian tidak akan efektif bila strategi yang digunakan juga tidaklah tepat.

H.PENUTUP
Demikian paper mengenai strategi pengendalian pada PT. Unilever, tbk untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajement Control System. Semoga bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya. Apabila masih ada kekurangan atau kesalahan di dalamnya Saya mohon maaf, sehingga dapat diperbaiki nantinya.

I.REFERENSI
Praptapa, Agung. The Art of Controlling People. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2009.
www.google.co.id
www.unilever.com
www.unilever.co.id
www.en.wikipedia.org/wiki/unilever

Anonymous said...

NAMA: MELISA GLADYANA
NIM: C1C006068

Result Control pada PT Mustika Ratu, Tbk

PENDAHULUAN
Dalam membangun suatu perusahaan, diperlukan strategi pengendalian untuk memudahkan beroperasinya perusahaan tersebut. Ada 3 macam strategi pengendalian yaitu pengendalian hasil, pengendalian aksi, dan pengendalian orang. Akan lebih baik jika perusahaan menerapkan 3 strategi pengendalian tersebut karena masing-masing strategi pengendalian saling berhubungan dan memiliki kekuatan yang bisa digunakan bersama-sama.

Anonymous said...

NAMA : MUHAMMAD RIZNA AGUNG
NIM : C1C005263


A.Pendahuluan:
PT PELNI (persero) merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang transportasi kapal laut. Dalam menjalankan proses operasionalnya tentu sangat dibutuhkan adanya suatu sistem pengendalian yang baik. beberapa strategi dalam sistem pengendalian yaitu action control, people control, result control dan sebagainya.

B.Action control:
Action control merupakan strategi pengendalian yang menekankan aspek aktivitas. Action Control digunakan untuk meyakinkan bahwa karyawan menjalankan pekerjaan yang berakibat baik bagi organisasi dan tidak menjalankan pekerjaan yang berakibat buruk bagi organisasi.

C.Profil Perusahaan
PT PELNI (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kapal laut. Layanan PT PELNI (Persero) meliputi angkutan penumpang dan barang.

D.Struktur Organisasi PT PELNI
terdiri dari:
Daerah operasi yang membawahi
1. Seksi SDM dan Umum
2. Seksi Keuangan
3. Pemeriksa Kas Daerah
4. Seksi Operasi
5. Seksi Pemasaran

E.Penerapan Action Control pada PT PELNI (Persero)
-Peningkatan Pelayanan.
Meningkatkan kapasitas angkut dengan menambah armada kapal laut seperti kapal ferri dan kapal motor. Meminimalkan akses pelayanan akibat kesenjangan penawaran dan permintaan dengan meningkatkan keandalan sistem jaringan on-line ticketing.

Anonymous said...

NAMA : BAGUS HIMAWAN PUTRA
NIM : C1C005257

A.Pendahuluan:
PERUM DAMRI merupakan salah satu Perusahaan Negara yang bergerak di bidang angkutan darat. Dalam menjalankan proses operasionalnya sangat dibutuhkan adanya suatu sistem pengendalian yang baik. beberapa strategi dalam sistem pengendalian yaitu action control, people control, result control dan sebagainya.

B.Action control:
Action Control digunakan untuk meyakinkan bahwa karyawan menjalankan pekerjaan yang berakibat baik bagi organisasi dan tidak menjalankan pekerjaan yang berakibat buruk bagi organisasi.

C.Profil Perusahaan
PERUM DAMRI adalah Perusahaan Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan jalan darat yang menghubungkan antar wilayah. Layanan PERUM DAMRI meliputi angkutan penumpang dan barang.

D.Struktur Organisasi PERUM DAMRI
terdiri dari:
Daerah operasi yang membawahi
1. Seksi SDM dan Umum
2. Seksi Keuangan
3. Pemeriksa Kas Daerah
4. Seksi Operasi
5. Seksi Pemasaran
6. Seksi Teknik

E.Penerapan Action Control pada PERUM DAMRI
-Peningkatan Pelayanan.
Meningkatkan kapasitas kendaraan darat dengan mengganti mesin dan melakukan perawatan terhadap alat transportasi pada PERUM DAMRI. Meminimalkan akses pelayanan akibat kesenjangan penawaran dan permintaan dengan meningkatkan keandalan sistem jaringan on-line ticketing.
-Peningkatan Keselamatan
PERUM DAMRI untuk meningkatkan keselamatan para pelanggan dengan memberikan asuransi dan menyeleksi para sopir yang sudah berpengalaman di bidangnya dan setiap armada disediakan mekanik yang berpengalaman juga.

Anonymous said...

Tegar Budi Prasetyo
C1C007013

People Control PT Coca Cola Bottling Indonesia

1. Pendahuluan
Manajemen Control merupakan kunci keberhasilan suatu perusahaan. Apabila manejemen di suatu perusahaan dikendalikan dengan baik, tentunya kinerja manejemen menjadi baik pula dan sudah pasti akan menghasilkan hasil yang maksimal, begitu pula sebaliknya.Manejemen control dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu Result Control, Action Control, dan People Control, penulis akan membahas People Control.

2. Pengertian Peple Control

People Control adalah suatu strategi pengendalian yang memfokuskan pada tipe-tipe orang yang dipilih, yang dapat dipercaya untuk melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaaan.
People control terdiri dari dua pengendalian yaitu pengandalian personal dan pengendalian kultural. Pengendalian personal mendasarkan pada suatu pandangan bahwa pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk mengendalikan diri dendiri. Pengendalian kultural terjadi saat orang-orang dalam organisasi saling melakukan pengamatan dan pengawasan sehingga diantara mereka terjadi ikatan emosional, dan kemudian muncul suatu norma serta nilai bersama.
3. Sekilas Tentang PT coca cola Bottling Indonesia
Di Indonesia, minuman ringan mudah sekali diperoleh di berbagai tempat, mulai dari warung sampai toko-toko kecil. Minuman ringan dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga independen (LPEM Universitas Indonesia) dan sebuah perusahaan riset pemasaran DEKA menunjukkan bahwa :


• Pada tahun 1999, 85% dari konsumen bulanan minuman ringan mempunyai pendapatan rumah tangga rata-rata di bawah Rp 1 juta (US$ 100) per bulan. 46% diantara mereka berpenghasilan kurang dari Rp 500.000 (US$50).
• 72% konsumen mingguan mempunyai penghasilan rata-rata kurang dari Rp 1 juta perbulan lebih dari 40 % diantara mereka adalah pelajar karyawan paruh waktu dan para pensiunan.
• Diantara konsumen mingguan, minuman ringan dikonsumsi sama seringnya dengan minuman sirup dan makanan ringan, dan jauh lebih sering dikonsumsi dibandingkan dengan es krim.
Dengan konsumsi minuman ringan yang sedemikian luasnya, produk minuman ringan bukanlah barang mewah melainkan barang biasa. Industri minuman ringan memiliki potensi yang amat besar untuk dikembangkan dengan jumlah konsumsi per kapita yang masih rendah dan penduduk berusia muda yang sangat besar.
Saat ini, Indonesia mencatat tingkat konsumsi produk-produk Coca-Cola terendah (hanya 13 porsi saji seukuran 236 ml per orang per tahun), dibandingkan dengan Malaysia (33), Filipina (122) dan Singapura (141). Karena minuman ringan merupakan barang yang permintaannya elastis terhadap harga, berbagai upaya dilakukan agar harga produk-produk minuman ringan tetap terjangkau.
Dibandingkan dengan Indonesia, konsumsi minuman ringan di negara tetangga jauh lebih tinggi (Indonesia:13; Malaysia:33; Filipina:122). Untuk ilustrasi, pada tahun 1977, konsumen bisa membeli 11 botol kecil minuman ringan mengandung soda atau teh siap minum dengan upah minimum harian di Jakarta dan 13 botol pada tahun 2001. Namun, sebagai perbandingan terhadap produk permen yang menaikkan harga, konsumen bisa membeli 205 permen dengan upah yang sama pada tahun 1997 dan hanya 136 pada tahun 2001.
Elastisitas harga minuman ringan terhadap permintaan adalah -1.19 yang berarti bahwa saat terjadi kenaikan harga, volume penjualan akan berkurang dengan prosentase yang lebih besar daripada prosentase kenaikan harga tersebut.

Anonymous said...

Ditinjau dari segi penciptaan kesempatan kerja, industri minuman ringan memiliki efek multiplier yang besar pada tenaga kerja. Dengan rasio sebesar 4,025, industri minuman ringan menduduki pringkat ke - 14 dari 66 sektor industri lainya di seluruh Indonesia. Ini berarti bahwa untuk setiap peluang pekerjaan yang tercipta, atau hilang, di industri minuman ringan, empat kesempatan kerja akan tercipta, atau hilang, di tingkat nasional.
Delapan puluh persen penjualan minuman ringan dilakukan oleh pengecer dan pedagang grosir dimana 90% diantaranya termasuk dalam kategori pengusaha kecil. Bagi para pengusaha kecil tersebut, produk minuman ringan merupakan barang dagangan terpenting mereka dengan kontribusi sebesar 35% dari total penjualan dan nilai keuntungan sebesar 34%.
Industri-industri penunjang lainnya yang terkena dampak kegiatan industri minuman ringan meliputi gelas, tutup botol, transportasi dan media.

Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan salah satu produsen dan distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia. Kami memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berlisensi dari The Coca-Cola Company.

Perusahaan kami memproduksi dan mendistribusikan produk Coca-Cola ke lebih dari 400.000 outlet melalui lebih dari 120 pusat penjualan.

Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan-perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited, yang merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca-Cola di dunia.

Coca-Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992. Mitra usaha Coca-Cola saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah mitra usaha saat perusahaan ini memulai kegiatan usahanya di Indonesia.
Produksi pertama Coca-Cola di Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik yang berlokasi di Jakarta. Produksi tahunan pada saat tersebut hanya sekitar 10.000 krat.

Saat itu perusahaan baru memperkerjakan 25 karyawan dan mengoperasikan tiga buah kendaraan truk distribusi. Sejak saat itu hingga tahun 1980-an, berdiri 11 perusahaan independen di seluruh Indonesia guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk The Coca-Cola Company. Pada awal tahun 1990-an, beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut mulai bergabung menjadi satu.

Tepat pada tanggal 1 Januari 2000, sepuluh dari perusahaan-perusahaan tersebut bergabung dalam perusahaan-perusahaan yang kini dikenal sebagai Coca-Cola Bottling Indonesia.
Saat ini, dengan jumlah karyawan sekitar 10.000 orang, jutaan krat produk kami didistribusikan dan dijual melalui lebih dari 400.000 gerai eceran yang tersebar di seluruh Indonesia.

Anonymous said...

4. Struktur Organisasi PT Coca cola Bottling Indonesia
1. Chairman of The Board
2. Presiden & COO
3. EPV & presiden bottling invest / supply chain
4. CFO & EVP
5. EVP & presiden marketing strategy / innovation
6. Presiden of the Eurasia Group
7. Presiden European Union Market
8. Presiden of the African Group
9. Presiden Latin America Group
10. Presiden of the Pacific Group
11. SVP & General Counsel
12. SVP & Director of Human Resources
13. SVP & communication

5. PEOPLE CONTROL
Pengembangan sumber daya manusia merupakan salah satu focus utama manajemen kami dalam menyiapkan tenaga kerja yang handal, dinamis dan penuh dedikasi. Sasaran kami tak lain ialah kami memberi layanan yang prima dan memuaskan kepada lebih dari 200 juta konsumen melalui sekitar 400,000 pelanggan kami yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kami menyadari bahwa untuk meraih semua peluang yang ada, memberikan layanan yang terbaik kepada para pelanggan kami, dan untuk dapat mengahadapi tantangan lingkungan bisnis yang kompetitif, tim-tim kami perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, serta sikap yang tepat.
Selama sejarah keberadaan Coca-Cola di Indonesia yang cukup lama, kami tetap menyelenggarakan berbagai pelatihan serta mengembangkan SDM kami untuk menjamin bahwa kemampuan bisnis perusahaan senantiasa memenuhi tuntutan pasar, dan para karyawan mampu menghasilkan apa yang diharapkan dari mereka. Sementara itu, kami juga secara berkesinambungan merekrut tenaga-tenaga muda berpotensi untuk menduduki posisi-posisi penting di masa mendatang.
Kami memiliki satu tim khusus yang bertugas meningkatkan keterampilan-keterampilan fungsi teknis, bidang manajemen dan kepemimpinan karyawan. Tim tersebut didukung dan disertifikasi oleh sejumlah lembaga pelatihan dan pengembangan SDM internasional. Diantaranya terdapat The Coca-Cola Company, Coca-Cola Amatil dan beberapa lembaga internasional lainnya. Kami menghadirkan kelompok fasilitator baik dari dalam organisasi sendiri, maupun dari lingkungan luar yang memiliki kepiawaian bisnis yang tajam, pengalaman kerja langsung dalam bidang-bidang terkait, serta yang jauh lebih penting, "menjiwai pendidikan".

6. Usulan PEOPLE CONTROL
People control pada The Coca-Cola Company sudah sangat baik tentunya. Bagaimana tidak, The Coca-Cola Company adalah perusahaan yang sangat besar dan sudah terkenal dimana saja di seluruh dunia. Usulan yang perlu diberikan adalah menempatkan Sumber Daya Manusia tersebut sesuai dengan keahlian dimana tidak hanya intelektualitas yang diperlukan namun juga bagaimana bersosialisasi dengan public, pandai berbicara, penuh dengan inisiatif. Juga perlunya adanya family gathering antar karyawan baik dari tingkat atas hingga tingkat bawah untuk adanya chemistry antar karyawan sehingga suasana kerja lebih terasa kental dengan kekeluargaan. Mungkin perlu juga adanya Rolling karyawan dimana saatnya tenaga kerja muda berpotensi menggantikan atasan yang notabene kebanyakan sudah berumur dan hanya dinilai dari pengalaman kerja saja.
7. Kesimpulan
Penerapan People Control adalah salah satu bagian terpenting yang perlu ditekankan untuk kemajuan perusahaan agar nantinya tenaga kerja muda yang berpotensi inilah yang akan melanjutkan kelangsungan perusahaan di masa mendatang.
8. Penutup
People control merupakan salah satu bentuk pengendalian dalam suatu perusahaan. Bahkan suatu sistem dapat berjalan dengan baik dimulai dari kualitas dan kuantitas sumber daya manusianya. Dalam studi kasus PT Kimia Farma Tbk, perusahaan telah baik dalam melaksanakan people control. Namun demikian pembaruan-pembaruan (inovation) masih perlu ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan mendatang untuk kemajuan perusahaan
9. Referensi
Agung, Praptapa.2009.the art of controlling people.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama.
http://www.coca-colabottling.co.id
http://www.coca-colabottling.co.id/ina/ourcompany/index.php

Anonymous said...

NAMA :BAYU DWI PUTRANTO
NIM : C1C007076

RESULT CONTROL PADA PT. POS INDONESIA ( PERSERO )

I. PENDAHULUAN
Pada jaman modern seperti sekarang ini, komunikasi sangatlah penting. Saat sekarang ini banyak sekali terdapat perusahaan penyedia layanan jasa komunikasi. Salah satunya yaitu PT. POS INDONESIA yang sudah kita kenal sejak dulu. Untuk dapat bersaing dengan penyedia jasa yang lain, diperlukan strategi pengendalian yang tepat di dalam PT. POS INDONESIA. System pengendalian dibangun agar kita mendapatkan apa yang kita maui. System pengendalian juga dibangun untuk menjamin bahwa tujuan yang telah dicanangkan dapat dicapai. Merchant, seorang pakar management control systems, menawarkan tiga strategi agar system pengendalian dapat bekerja dengan baik, yaitu melalui :
• Pengendalian Hasil (result control)
• Pengendalian Aksi (action control)
• Pengendalian Orang (people control)
Dan pada paper ini yang akan dibahas adalah mengenai pengendalian hasil (result control) pada PT. POS INDONESIA.

Anonymous said...

II. PENGERTIAN RESULT CONTROL
Pengendalian hasil (result control) adalah system pengendalian yang memusatkan perhatian pada hasil dari suatu kegiatan. Dalam pengendalian hasil, pencapaian hasil inilah yang kita pegang komitmennya. Tenaga penjualan yang dapat mencapai target akan mendapatkan imbalan (reward) sedangkan yang tidak mencapai target akan mendapatkan hukuman (punishment). Dengan demikian akan terjadi apa yang disebut “result accountability” atau pertanggungjawaban hasil, dimana tiap-tiap elemen dalam organisasi harus mempertanggungjawabkan hasil atas kegiatannya. Dalam pengendalian hasil ini yang penting tiap-tiap bagian organisasi mengetahui benar apa targetnya serta apa insentif atau hukuman yang akan didapatkan apabila mereka mencapai atau tidak mencapai target. Dengan demikian mereka akan tergerak untuk melakukan yang terbaik untuk organisasi.

III. SEKILAS TENTANG PT. POS INDONESIA
Kantor Pos pertama di Indonesia adalah di Batavia. Didirikan pada 26 Agustus 1746 oleh Gubernur Jenderal GW Baron. Pada 27 September 1945 jawatan PTT Republik Indonesia ditandai pengambilalihan Kantor Pusat PTT di Bandung oleh Angkatan Muda PTT dari pemerintahan Militer Jepang. Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Bakti Postel. Pada tahun 1961 Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.240 Tahun 1961 status Jawatan PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi. PN Pos dan Telekomunikasi dibagi dua menjadi : PN Pos dan Giro berdasarkan Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 1965 dan PN Telekomunikasi berdasarkan Peraturan Pemerintah No 30 Tahun 1965. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.9 Tahun 1978, status PN Pos dan Giro diubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) Pos dan Giro.
Dasar Hukum :
1. Undang-undangNomor 1 Tahun 1995 tentang Perusahaan Perseroan;
2. Peraturan Pemerintah RI Nomor 5 Tahun 1995 tentang Pengalihan Bentuk 2. Perusahaan Umum (Perum) Pos dan Giro menjadi Perusahaan (Persero) (Lembaran Negara RI Tahun 1995 Nomor 11);
3. Anggaran Dasar PT Pos Indonesia (Persero) yang tercantum dalam akta Notaris Sutjipto, SH Nomor117 tanggal 20 Juni 1995 tentang Pendirian Perusahaan Persero PT Pos Indonesia, sebagaimana telah diubah dengan akta Notaris Sutjipto, SH Nomor 89 tanggal 21 September 1998 dan Nomor111 tanggal 28 Oktober 1998.
Visi
2009 - 2010 : Integrated mail, logistic & financial services infrastructure
2011 - 2013 : Indonesia’s leader in the mail logistics & financial services
2014 - 2018 : ASEAN Champion of Postal Industries
Misi
Pos Indonesia menyediakan solusi handal dalam mail, logistik dan jasa keuangan dengan menggunakan jejaring bisnis dan infrastruktur terluas dan terpadu serta mengembangkan hubungan kolaboratif.
PT. POS INDONESIA juga mempunyai yayasan dan anak yayasan yaitu DAPENPOS (Dana Pensiun Pos) dan POLTEKPOS (Politeknik Pos Indonesia).

IV. STRUKTUR ORGANISASI PT. POS INDONESIA
DEWAN KOMISARIS PT. POS INDONESIA (PERSERO)
KOMISARIS UTAMA : DADDY HARIADI
KOMISARIS : ASHWIN SASONGKO
KOMISARIS : TUMPAK H. PANGGABEAN
KOMISARIS : FARID HARYANTO
KOMISARIS : HARRY Z. SURATIN

DEWAN DIREKSI PT. POS INDONESIA (PERSERO)
DIREKTUR UTAMA : I KETUT MARDJANA
DIREKTUR KEUANGAN : SUKATMO PADMOSUKARSO
DIREKTUR TEKNOLOGI DAN JASA KEUANGAN : DENNY ALEXANDER
DIREKTUR PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN BISNIS : SETYO RIYANTO
DIREKTUR SDM DAN UMUM : ENTIS SUTISNA
DIREKTUR OPERASI SURAT POS DAN LOGISTIK : ISMANTO

Anonymous said...

V. RESULT CONTROL PADA PT. POS INDONESIA
Pada era orde baru, PT. Pos Indonesia mencapai masa kejayaanya. Di waktu itu, sebagian besar masyarakat menggunakan jasa pos untuk dapat saling berkomunikasi dengan saudara, kerabat, rekan bisnis atau dengan siapa pun yang berbeda daerah. Namun pada saat sekarang ini seiring dengan munculnya penyedia layanan komunikasi yang lain, peranan Pos semakin terabaikan. Masyarakat kebanyakan lebih memilih menggunakan jasa layanan komunikasi yang lain yang dianggap lebih praktis, lebih mudah dan lebih murah. Oleh karene itu diperlukan pengendalian yang baik agar PT. Pos Indonesia dapat tetap bersaing dengan penyedia jasa layanan komunikasi yang lainnya. Salah satunya adalah dengan pengendalian hasil. Pengendalian hasil diperlukan agar pelayanan PT. Pos Indonesia kepada masyarakat dapat meningkat. Apabila kepercayaan masyarakat meningkat, maka PT. Pos Indonesia akan dapat bertahan.

VI. USULAN RESULT CONTROL PADA PT. POS INDONESIA
PT. Pos Indonesia dapat memberikan target kepada para pegawainya yaitu dengan menargetkan bahwa pengiriman surat atau paket dapat terkirim dalam waktu sekian hari. Dan apabila pegawai tersebut dapat memenuhi target yang telah ditentukan, maka pegawai tersebut pantas mendapatkan reward (imbalan). Sedangkan apabila pegawai tersebut tidak dapat memenuhi target yang ditetapkan, maka pegawai tersebut diberikan punishment (hukuman). Pemberian reward dan punishment ini dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja para pegawai tersebut. Karena, apabila kinerja para pegawai meningkat maka tujuan perusahaan akan dapat tercapai. Dan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan jasa PT. Pos Indonesia juga akan meningkat.
Langkah-langkah yang harus diambil untuk merancang result control yang baik adalah :
• Mendefinisikan Dimensi Kerja
• Cara Pengukuran Kinerja
• Penetapan Target
• Monitoring Kerja
• Reward and Punishment

VII. KESIMPULAN
Dalam suatu perusahaan diperlukan suatu system pengendalian yang tepat. Terdapat tiga strategi pengendalian. Yaitu, pengendalian hasil. Pengendalian aksi, pengendalian orang. Yang paling efektif adalah kita menggunakan ketiga strategi tersebut secara bersama-sama, karena sifat masing-masing strategi tersebut saling melengkapi dan saling mengisi. Masing-masing strategi memiliki kekuatan yang bias digunakan bersama-sama. Apabila ketiga strategi yang ada telah dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan, maka tujuan perusahaan akan tercapai.

VIII. PENUTUP
Demikian makalah ini dibuat, semoga apa yang ada dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada kesalahan dalam penulisan huruf dan kata saya meminta maaf yang sebesar-besarnya.

IX. DAFTAR REFERENSI
www.google.com
www.posindonesia.co.id
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Anonymous said...

nama:budi dwi catur y
nim: C1C006126

AUDIT CHARTER
SPI (Persero) Pelabuhan Indonesia I
VISI SPI
Diakui luas oleh stakeholders sebagai auditor internal yang fropesional, mampu
memberikan nilai tambah bagi perusahaan, dan membantu terciptanya good corporate
governance.
MISI SPI
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misi SPI adalah melakukan fungsi audit internal
melalui assurance (pengujian dan penilaian dan pemberian jasa konsultasi.
Fungsi assurance SPI dilaksanakan dengan kegiatan: audit operasional (operasional
audit), audit kepatuhan (compliance audit), audit keuangan (financial audit), audit system
informasi (information system audit), audit investigasi(investigative audit), audit di
belakang meja (desk audit), reviu untuk tujuan khusus (specific review), dan jenis
assurance lainnya, yang secara umum kesemuanya disebut juga dengan kegiatan audit.
Untuk pemberian jasa konsultasi pelaksanaannya dilakukan dalam batas-batas yang jelas
sedemikian rupa sehingga tidak mengurangi independensi dan objektivitas SPI dalam
melakukan assurance terhadap kegiatan-kegiatan yang menjadi objek konsultasi.
SASARAN SPI
Fungsi assurance dan konsultasi SPI dilakukan dengan sasaran: teridentifikasinya risiko
perusahaan, tersedianya pengendalian intern yang memadai dan bekerja secara efisien
dan efektif, dan terwujudnya good governance dalam perusahaan
WEWENANG SPI
SPI mempunyai wewenang untuk:
• Memperoleh informasi, dalam waktu yang layak, dari seluruh karyawan PT (Persero)
Pelabuhan Indonesia I. Dengan wewenang ini, SPI berhak melihat semua dokumen
dan catatan, meminta keterangan dari setiap karyawan, dan meninjau seluruh gedung,
fasilitas, serta aktiva PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. Untuk itu, setiap karyawan
PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I berkewajiban memberikan informasi yang
diperlukan oleh SPI dalam waktu yang layak, sehingga memungkinkan SPI untuk
bekerja secara efektif.
• Mengalokasikan sumberdaya audit, menentukan focus, ruang lingkup dan jadwal
audit, serta menerapkan teknik yang dipandang perlu untuk mencapai tujuan audit.
Jika dipandang perlu, SPI memiliki wewenang untuk mendapatkan saran dan nasehat
dari tenaga professional (tenaga ahli).
• Melakukan konsultasi dan menyampaikan laporan kepada direktur utama, dan
berkoordinasi dengan komisaris, melalui komite audit.
KEWAJIBAN SPI
SPI berkewajiban untuk:
• Membantu direksi dan komisaris dalam memenuhi tanggung jawab pengelolaan PT
(Persero) Pelabuhan Indonesia I dengan memonitor kecukupan dan efektivitas system
pengendalian intern perusahaan. Kewajiban untuk mengembangkan system
pengendalian intern dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran perusahaan berada
dalam tanggung jawab manajemen.
• Membantu direksi dan komisaris dalam meningkatkan corporate governance PT
(Persero) Pelabuhan Indonesia I, terutama dengan mendorong efektifits organ-organ
corporate governance, serta efektifitas proses pengendalian intern, manajemen risiko,
implementasi etika bisnis, dan pengukuran kinerja organisasi.
• Memberikan penilaian dan rekomendasi agar kegiatan PT (Persero) Pelabuhan
Indonesia I mengarah pada pencapaian tujuan dan sasarannya secara sfektif, efisien,
dan ekonomis.
• Memberikan masukan kepada manajemen mengenai perubahan lingkungan, risiko
bisnis yang muncul, dan hal-hal lain yang mempengaruhi hasil dan kinerja PT
(Persero) Pelabuhan Indonesia I.
• Menilai kecukupan dan efektifitas sistem pengendalian intern. Manajemen operasional
berkewajiban untuk mengembangkan untuk mengembangkan sistem pengendalian
intern dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran perusahaan.

Anonymous said...

RUANG LINGKUP PEKERJAAN SPI
Ruang lingkup pekerjaan SPI mencakup:
• Menyakinkan bahwa sistem pengendalian intern telah memadai, bekerja secara efisien,
dan ekonomis, serta berfungsi secara efektif dalam mencapai tujuan dan sasaran yang
diinginkan.
• Mengevaluasi ketaatan terhadap hokum dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, dan kebijakan serta prosedur perusahaan.
• Mengevaluasi kehandalan dan integrasi informasi keuangan dan informasi
operasional.
• Menilai kecukupan sarana untuk menjaga dan melindungi kekayaan perusahaan.
• Melaksanakan penugasan khusus yang relevan dengan ruang lingkup pekerjaan
tersebut diatas, seperti penyelidikan dan pengungkapan atas penyimpangan,
kecurangan dan pemborosan.
• Menyiapkan laporan assurance dan rekomendasi untuk perbaikan.
TANGGUNGJAWAB (AKUNTABILITAS)
Kepala SPI bertanggung jawab kepada Direktur Utama untuk:
• Memberikan penilaian mengenai kecukupan dan efektifitas proses manajemen PT
(Persero) Pelabuhan Indonesia I dalam mengendalikan kegiatannya dan pengelolaan
risiko.
• Melaporkan hal-hal penting berkaitan dengan proses pengendalian intern, termasuk
melaporkan kemungkinan melakukan peningkatan pada proses tersebut.
• Memberikan informasi mengenai perkembangan (progres) dan hasil-hasil pelaksanaan
rencana audit tahunan dan kecukupan sumber daya audit.
• Berkoordinasi dengan institusi pengendalian dan governance lainnya, seperti Komite
Audit dan Audit Eksternal.
STANDAR PELAKSAAN PEKERJAAN
Dalam melaksanakan pekerjaannya, SPI PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I mengacu
pada standar Standar Profesi Audit dan Kode Etik SPI PT (Persero) Pelabuhan Indonesia
I. Standar tersebut telah sesuai dengan Kode Etik dan Standar Internal Audit dari The
Institute Of Internal Auditor Inc., sebagaimana telah diendorse oleh Konsorsium Profesi
Audit Internal Indonesia
• Menilai kecukupan sarana untuk menjaga dan melindungi kekayaan perusahaan.
• Melaksanakan penugasan khusus yang relevan dengan ruang lingkup pekerjaan
tersebut diatas, seperti penyelidikan dan pengungkapan atas penyimpangan,
kecurangan dan pemborosan.
• Menyiapkan laporan assurance dan rekomendasi untuk perbaikan.

Anonymous said...

TANGGUNGJAWAB (AKUNTABILITAS)
Kepala SPI bertanggung jawab kepada Direktur Utama untuk:
• Memberikan penilaian mengenai kecukupan dan efektifitas proses manajemen PT
(Persero) Pelabuhan Indonesia I dalam mengendalikan kegiatannya dan pengelolaan
risiko.
• Melaporkan hal-hal penting berkaitan dengan proses pengendalian intern, termasuk
melaporkan kemungkinan melakukan peningkatan pada proses tersebut.
• Memberikan informasi mengenai perkembangan (progres) dan hasil-hasil pelaksanaan
rencana audit tahunan dan kecukupan sumber daya audit.
• Berkoordinasi dengan institusi pengendalian dan governance lainnya, seperti Komite
Audit dan Audit Eksternal.
STANDAR PELAKSAAN PEKERJAAN
Dalam melaksanakan pekerjaannya, SPI PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I mengacu
pada standar Standar Profesi Audit dan Kode Etik SPI PT (Persero) Pelabuhan Indonesia
I. Standar tersebut telah sesuai dengan Kode Etik dan Standar Internal Audit dari The
Institute Of Internal Auditor Inc., sebagaimana telah diendorse oleh Konsorsium Profesi
Audit Internal Indonesia
• Menilai kecukupan sarana untuk menjaga dan melindungi kekayaan perusahaan.
• Melaksanakan penugasan khusus yang relevan dengan ruang lingkup pekerjaan
tersebut diatas, seperti penyelidikan dan pengungkapan atas penyimpangan,
kecurangan dan pemborosan.
• Menyiapkan laporan assurance dan rekomendasi untuk perbaikan.
TANGGUNGJAWAB (AKUNTABILITAS)
Kepala SPI bertanggung jawab kepada Direktur Utama untuk:
• Memberikan penilaian mengenai kecukupan dan efektifitas proses manajemen PT
(Persero) Pelabuhan Indonesia I dalam mengendalikan kegiatannya dan pengelolaan
risiko.
• Melaporkan hal-hal penting berkaitan dengan proses pengendalian intern, termasuk
melaporkan kemungkinan melakukan peningkatan pada proses tersebut.
• Memberikan informasi mengenai perkembangan (progres) dan hasil-hasil pelaksanaan
rencana audit tahunan dan kecukupan sumber daya audit.
• Berkoordinasi dengan institusi pengendalian dan governance lainnya, seperti Komite
Audit dan Audit Eksternal.
STANDAR PELAKSAAN PEKERJAAN
Dalam melaksanakan pekerjaannya, SPI PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I mengacu
pada standar Standar Profesi Audit dan Kode Etik SPI PT (Persero) Pelabuhan Indonesia
I. Standar tersebut telah sesuai dengan Kode Etik dan Standar Internal Audit dari The
Institute Of Internal Auditor Inc., sebagaimana telah diendorse oleh Konsorsium Profesi
Audit Internal Indonesia

The Upstar said...

Nama : Riki Vanadisya Silverona
NIM : C1C007135

Result Control Otsuka Pharmaceutical Co. Ltd

Pendahuluan :
Strategi pengendalian perusahaan umumnya mencakup 3 strategi pengendalaian agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik, yaitu pengendalian hasil ( result control ), pengendalian aksi ( action control ), dan pengendalian orang ( people control ). Result Control merupakan strategi pengendalian yang menekankan hasil suatu aktivitas.

Anonymous said...

KUNCANAWATI
C1C1007109

PEOPLE CONTROL PADA PT GRAND TEXTILE INDUSTRY

PENDAHULUAN
Suatu perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya, baik perusahaan yang bergerak di bidang pabrikan maupun jasa akan berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Satu hal yang harus diperhatikan bersama yaitu bahwa keberhasilan berbagai aktivitas di dalam perusahaan dalam mencapai tujuan bukan hanya tergantung pada pada keunggulan teknologi, dana operasi yang tersedia, sarana ataupun prasarana yang dimiliki, malainkan juga tergantung pada aspek sumber daya manusia. Faktor sumber daya manusia merupakan elemen yang harus diperhatikan oleh perusahaan, terutama bila mengingat bahwa era perdagangan bebas akan segera dimulai, dimana iklim kompetisi yang dihadapi akan sangat berbeda.
Hal ini memaksa setiap perusahaan harus dapat bekerja dengan lebih efisien, efektif dan produktif. Tingkat kompetisi yang tinggi ini akan memacu tiap perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam lingkungan persaingan yang tinggi yang dalam hal ini berarti perusahaan harus memberikan perhatian pada aspek sumber daya manusia.

Anisa Rizkyana said...

Tugas Paper SPM
Anisa Rizkyana
C1C007125

I. Pendahuluan
Sistem pengendalian manajemen dikategorikan sebagai bagian dari pengetahuan perilaku terapan (applied behavioral science). Pada dasarnya, sistem ini berisi tuntutan kepada kita mengenai cara menjalankan dan mengendalikan perusahaan / organisasi yang “dianggap baik” berdasarkan asumsi-asumsi tertentu. Dalam hal ini “dianggap baik” berarti mampu mengejawantahkan / menerjemahkan antara lain :
b. Tolok ukur kinerja yang mencerminkan perusahaan / organisasi berjalan secara efisien, efektif, dan produktif.
c. Kebijakan dalam menentukan tolok ukur di atas.
d. Apreasiasi kepada sumber daya yang dimiliki perusahaan organisasi.
Masing-masing perusahaan memiliki kompleksitas berbeda dalam pengendalian manajemen, makin besar skala perusahaan akan semakin kompleks.
II. Pengertian People Control
Dalam buku The Art of Controlling People, people control adalah, “Suatu Strategi pengendalian yang memfokuskan pada tipe orang-orang yang dipilih, yang dapat dipercaya untuk melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaan” (Agung Prapta: 2009).

Anisa Rizkyana said...

Anisa R.
C1C007125
(lanjutan)

III.Sekilas Tentang PT. Asuransi Jiwasraya
Perusahaan ini berdiri dengan satu tujuan mulia, yaitu mendidik masyarakat merencanakan masa depan. Tanggal 31 Desember 1859 menjadi awal kiprah Jiwasraya di Indonesia yang lahir dengan nama Nederlandsche Indische Levenverzekering en Lijvrente Maatschappij (NILLMIJ). Dalam perjalanannya, perusahaan mengalami peleburan dengan sembilan perusahaan milik pemerintah kolonial Belanda lainnya dan satu perusahaan nasional. Pada tahun 1973 beralih menjadi perusahaan milik pemerintah Indonesia yang kini lebih dikenal sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sisi Product berarti bahwa perusahaan selalu berusaha menghadirkan produk-produk yang inovatif, seperti halnya JS Link Fixed 95 dan JS Link Fixed 93 untuk produk unit link (menggabungkan unsur proteksi dan invetasi), serta JS Prestasi dan JS Dana Multi Proteksi untuk asuransi pendidikan. Pada unsur Process artinya Jiwasraya selalu berusaha untuk menerapkan teknologi komunikasi terkini dalam melengkapi kecepatan dan keakuratan layanannya. Teknologi tersebut dinamakan JL-iNdO dan V-SAT. Melalui JL-iNdO proses pencetakan polis dapat segera dilakukan di cabang dimana polis diterbitkan, sedangkan V-SAT merupakan teknologi komunikasi yang menghubungkan seluruh kantor Jiwasraya baik Head Office, Regional Office maupun Branch Office menjadi satu kesatuan (on line). Sementara itu peningkatan dari sisi People dilakukan melalui standarisasi kualitas seluruh agen Jiwasraya. Perusahaan juga secara rutin mengadakan berbagai pendidikan dan pelatihan karyawan baik di dalam maupun luar negeri. Sampai saat ini Jiwasraya memiliki 505 tenaga ahli & profesional di bidang asuransi yang tersebar baik di Head Office maupun Regional Office/Branch Office.
Dukungan ketiga pilar di atas diperkuat pula oleh landasan finansial yang kokoh, diyakini akan menjadikan Jiwasraya sebagai perusahaan asuransi komersial yang terpercaya dan terkemuka, di dalam negeri maupun di luar negeri.
Dengan motto baru kami Secure Your Life, Jiwasraya berdasarkan pengalaman selama ini percaya bahwa kami dapat melindungi anda dengan sebaik-baiknya melalui jasa pelayanan asuransi jiwa. Karena hanya perusahaan yang memiliki manajemen yang baik dan profesional serta berpengalaman yang mampu bertahan selama lebih dari satu abad yang mampu memberikan pelayanan dengan baik.
Saat ini PT Asuransi Jiwasraya (Persero) adalah satu-satunya perusahan asuransi jiwa milik negara, yang memberikan jaminan faedah: (i) Asuransi hari tua, (ii) Meninggal Dunia, (iii) Kesehatan dan Kecelakaan baik dalam bentuk pertanggungan perorangan (Individual Insurance) maupun pertanggungan kumpulan (Group Insurance).

Anisa Rizkyana said...

III.Struktur Organisasi PT.Asuransi Jiwasraya
-Komisaris
-direkturUtama
-DirekturKeuangan
-DirekturPemasaran
-DirekturPertanggungan
-DivisiUmum&Perkap
-DivisiPemasaran
-DivisiKeuangan,Akuntansi&Inkaso
-Divisisales&Retail
-DivisiInvestasi
-divisiUnderwrttingretail&corporate
-DivisiAktuaria
-Div.SDM
-Div.TeknikInformasi
-Div.AgencyRetail&Corporate
-Div.DPLKjiwasraya
-Div.SatuanPengawasIntern
-Div.SektertarisPerusahaan
-Div.Hukum,Regulasi,Riset&pengembangan
-Div.Asuransi Syariah

IV. People Control pada PT.Asuransi Jiwasraya
Asuransi Jiwasraya (Persero) memiliki Satuan Pengawasan Intern. Ruang lingkup audit Satuan Pengawasan Intern ini merupakan bentuk dari people control dari komisaris kepada manajemen.SPI ini mencakup pemeriksaan, pengkajian dan evaluasi atas kecukupan dan efektivitas dari sistem pengendalian internal perusahaan, dan mutu kerja dari pelaksanaan tanggung jawab yang ditetapkan.
Tugas dan kewajiban Satuan Pengawasan Intern adalah :
1. Penelaahan atas keandalan dan integritas informasi keuangan dan operasi serta cara yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengklarifikasi dan melaporkan informasi tersebut.
2. Penelaahan atas sitem yang ditetapkan untuk menjamin ketaatan pada kebijakan, rencana, prosedur dan peraturan perundang-undangan yang dapat berdampak dengan signifikan terhadap operasi-operasi serta laporan-laporan dan menetapkannya apakah perusahaan mentaatinya.
3. Penelaahan atas cara pengamanan asset-asset perusahaan, dan bila perlu melakukan verifikasi atas eksistensi asset tersebut.
4. Penilaian atas kehematan dan efisiensi penggunaan sumber daya.
5. Pemelaahan atas program kerja guna memastikan apakah hasilnya konsisten dengan sasaran yang ingin dicapai, dan apakah program kerja dilaksanakan sesuai dengan rencana.
V. Usulan People Control
Hendaknya untuk menjaga keakuratan dan kerahasiaan dari hasil SPI, PT. Asuransi Jiwasraya memilih orang-orang yang berkompeten, loyal, memiliki integritas terhadap tugasnya dan mampu dipercaya. Agar manajemen dapat mengendalikan karyawan di baian lain dengan baik&dapat memperkirakan serta mengambil keputusan terbaik dalam mengelola investasi.
VI. Kesimpulan
Dalam pelaksanaan tugasnya Satuan Pengawasan Intern memiliki akses yang tidak terbatas dalam memeriksa catatan, asset-asset dan sumber daya perusahaan, serta hal-hal lain yang dianggap perlu dan Satuan Pengawasan Intern dalam pelaksanaan tugasnya tersebut wajib menjaga keamanan dan kerahasiannya.
VII. Penutup
Pada perusahaan asuransi, strategi pengendalian tidak hanya berpusat pada pengendalian hasil yang berpusat pada karyawan bagian pemasaran. Namun, people control todak kalah pentingnya dalam mengembangkan perusahaan dan kesinambungannya.
People control memerlukan orang-orang yang tepat dengan keahlian khusus dan soft skill tertentu serta attitude yang baik.
VIII. Daftar Referensi
Praptapa, Agung.2009.Jakarta.The Art of Controlling People.PT. gramedia Pustaka Utama
www.jiwasraya.com

Anonymous said...

NAMA:CIPTO HERU PRASETYA
NIM:C1C007077


PENDAHULUAN

Sebuah perusahaan tentunya memerlukan strategi pengendalian yang tepat.
Strategi pengendalian yang tepat bertujuan agar apa yang telah digariskan
oleh perusahaan tercapai.Pada paper ini saya akan mengangkat tentang people
control pada BANK SYARIAH MANDIRI.

Anonymous said...

Rizky Akbar Rosidi
C1C006037

PENDAHULUAN

Sebuah organisasi tentunya memerlukan strategi pengendalian yang tepat.
Strategi pengendalian yang tepat bertujuan agar apa yang telah digariskan
oleh perusahaan tercapai.Saya akan mengangkat tentang people
control pada Koperasi Kampus UNSOED.

PENGERTIAN PEOPLE CONTROL

PEOPLE CONTROL adalah suatu strategi pengendalian yang memfokuskan pada
tipe-tipe orang yang dipilih,yang dapat dipercaya untuk melakukan dan menyelesaikan
pekerjaan tertentu.


PROFIL Koperasi Kampus UNSOED (KOPKUN)


A. Profil:

Nama: Koperasi Kampus UNSOED
Alamat: Komplek KOPKUN Jl. HR Bunyamin Depan FISIP UNSOED
Telepon: (0281)625042
Faksimili: (0281)625042
Situs Web: www.kopkun.blogspot.com

PEOPLE CONTROL di Koperasi Kampus UNSOED (KOPKUN)


PEOPLE CONTROL di Koperasi Kampus UNSOED (KOPKUN)

Salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas dalam pelayanan PEOPLE CONTROL di Koperasi Kampus UNSOED (KOPKUN), dalam menghadapi persaingan usaha terutama dalam unit usaha mini market dan juga penjualan pulsa
Persaingan usaha mini market dan penjualan pulsa memiliki daya saing yang sangat ketat.Untuk itu, yang dilakukan adalah
1.Pemberdayaan partimer yang berasal dari kalangan mahasiswa yang diharapkan dapat menjangkau dari berbagai kalangan.
2.Pencarian tempat yang strtegis dan dijangkau oleh konsumen terutama mahasiswa.
3.Memberi harga yang barang/pulsa yang terjangkau dan kompetitif
Karena kebanyakan yang bekerjadalam unit mini market dan konter pulsa adalah mahasiswa, tentu penentuan jadwal jam kerja harus menyesuaikan jam kuliah masing-masing,
Contoh : Partimer pria jaga jam malam dari jam 18.00-00.15
Partimer wanita jaga jam pagi dari jam 12.00-18.00
Tentu jam kerja harus sesuai kesepakatan partimer yang bersangkutan, dan diselingi dengan rotasi, yang diharapkan tidak menimbulkan kebosanan konsumen

Anonymous said...

Nama : Anggri Rahmawati
NIM : C1C006040

STRATEGI PENGENDALIN PADA PT TIMAH (PERSERO) Tbk

Pendahuluan
Suatu perusahaan dalam operasinya tentu saja memerlukan suatu sistem agar dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuannya. Oleh karena itu orang-orang yang ada di dalam perusahaan itu harus bersama-sama mewujudkan hal tersebut. Salah satu sistem yang terdapat dalam perusahaan diantaranya adalah sistem pengendalian. Ada 3 strategi agar system pengendalian dapat bekerja dengan baik yaitu melalui pengendalian hasil (result control), pengendalian aksi (action control), dan pengendalian orang (people control).

Anonymous said...

Nama : Agung Kurniawan
NIM : C1C006028

PT. KARYA PRIMA USAHATAMA

1. PENDAHULUAN
Pada umumnya strategi pengendalian perusahaan mencangkup 3 strategi pengendalian agar dapat bekerja denga baik.Perusahaan ini sebagai anak Perusahaan Gas Negara banyak melakukan kegitana yang mementingkan hasil maka saya membahas tentang result control untuk mencapai tujuannya sebagai strategi pengendaliannya.

gotiekqt said...

ATIK RINDARSIH
C1C007108

PEOPLE CONTROL PADA PT EKA SARI LORENA DAN PT RYANTA MITRA KARINA (LORENA-KARINA)


1.Pendahuluan
PT. EKA SARI LORENA TRANSPORT dan PT. RYANTA MITRA KARINA yang lebih dikenal dengan sebutan LORENA-KARINA ini merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa Angkutan Darat Antar Kota Antar Propinsi ( AKAP ) dengan fasilitas & pelayanan prima. LORENA-KARINA senantiasa berusaha melayani pelanggan secara khusus dan pribadi, serta konsisten dalam menjaga inti dan integritas pelayanannya agar selalu menjadi pelopor di bidang bisnis jasa transportasi.
Untuk memenuhi keinginan pelanggan, maka LORENA-KARINA menerapkan kebijakan mutu yaitu selalu "Mengutamakan kepuasan pelanggan dengan cara menjamin bahwa jasa transportasi darat yang dihasilkan dapat memenuhi mutu yang dipersyaratkan dan dengan harga yang kompetitif serta mengupayakan peningkatan pelayanan kepada pelanggan secara berkesinambungan" .
Menurut Merchant, seorang pakar management control system, ada tiga strategi yang dapat diterapkan perusahaan agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik, yaitu:
a. Pengendalian hasil ( Result Control)
b. Pengendalian aksi ( Action Control)
c. Pengendalian orang ( People Control)
Dalam paper ini, penulis akan membahas tentang pengendalian orang (people control) yang diterapkan pada PT EKA SARI LORENA dan PT RYANTA MITRA KARINA (LORENA-KARINA).

Anonymous said...

HANNING NAWANGSASI
C1C007096

PEOPLE CONTROL PADA PT ASURANSI ADIRA DINAMIKA (ADIRA INSURANCE)

1.Pendahuluan
PT Asuransi Adira Dinamika merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang asuransi yang menghargai integritas dan menganut standar etika yang tinggi. Adira Insurance berusaha memberikan rasa nyaman di hati pelanggan dengan cara-cara yang berbeda dengan perusahaan asuransi lainnya.
Adira Insurance memberikan kemudahan pelayanan, baik dari proses aplikasi, klaim, survey, hingga proses pembayaran. Adira juga menyuguhkan kemudahan akses bagi para pelanggan. Adira terus menerus berupaya keras untuk meningkatkan hasil kerja agar dapat melampaui harapan yang tinggi dari setiap pihak yang berkepentingan dengan kami.
Menurut Merchant, seorang pakar management control system, ada tiga strategi yang dapat diterapkan perusahaan agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik, yaitu:
a. Pengendalian hasil ( Result Control)
b. Pengendalian aksi ( Action Control)
c. Pengendalian orang ( People Control)
Dalam paper ini, penulis akan membahas tentang pengendalian orang (people control) yang diterapkan pada PT ASURANSI ADIRA DINAMIKA (ADIRA INSURANCE).

Anonymous said...

Nama : Catur Aan Setiawan
NIM : C1C007103

Result Control pada Telkomsel

1. Pendahuluan
Setiap perusahaan pasti menginginkan hasil yang terbaik dalam kinerjanya, baik dari segi produksi, pemasaran, kepuasan pelanggan dan lain - lain. Pengendalian hasil (result control) menekankan pada target atau tujuan yang telah direncanakan. Dalam result control terdapat lima tahap yang harus dilalui. Pertama adalah menetapkan dimensi apa saja yang tepat untuk menilai kinerja suatu organisasi. Kedua menetapkan bagaimana mengukur dimensi kerja tersebut. Ketiga menetapkan target. Keempat melakukan monitoring atas kinerja yang telah diperoleh. Dan yang terakhir memberikan reward dan punisment.

2. Pengertian pengendalian hasil (result control)
pengendalian hasil (result control) adalah sistem pengendalian yang memusatkan perhatian pada hasil dari suatu kegiatan.

3. Sekilas Perusahaan
Telkomsel merupakan penyelenggara jasa telekomunikasi selular terdepan di Indonesia berdasarkan pangsa pasar.
Pada akhir Maret 2008, Telkomsel telah memiliki 51.3 juta pelanggan yang berdasarkan statistik industri mewakili perkiraan pangsa pasar hampir 51%.

Telkomsel menyediakan layanan selular GSM di Indonesia, yang secara nasional melalui jaringan GSM dual band 900/1800 MHz dan yang secara internasional melalui 288 mitra roaming international di 155 negara (pada akhir 2007). Pada September 2006, Telkomsel menjadi penyelenggara pertama di Indonesia dengan meluncurkan layanan 3G.

Perusahaan menyediakan pilihan bagi pelanggannya yaitu kartu prabayar simPATI dan Kartu As, atau layaanan kartuHALO pasca bayar, serta berbagai layanan dan program menguntungkan lainnya.
Penyelenggaraan Telkomsel di Indonesia telah berkembang sejak peluncuran layanan pasca bayar pada 26 Mei 1995. Pada November 1997, Telkomsel menjadi penyelenggara telekomunikasi selular pertama di Asia dengan memperkenalkan layanan prabayar GSM rechargeable.
Pendapatan kotor Telkomsel telah meningkat dari Rp 3.59 triliun tahun 2000 menjadi Rp 44.38 triliun tahun 2007. Pada peioda yang sama, jumlah seluruh pelanggan selular Telkomsel meningkat dari hampir 1.7 juta pada 31 Desember 2000 menjadi 47.9 juta pada 31 Desember 2007. Dan sekarang jumlah pelanggan telkomsel mencapai lebih dari 55 juta.

Telkomsel memiliki cakupan jaringan terbesar dari semua penyelenggara selular di Indonesia.

Anonymous said...

4. Struktur Organisasi

Shareholder
Telkom, yang memiliki 65% dari saham yang dikeluarkan Telkomsel modal, adalah pulau terbesar layanan penuh operator telekomunikasi di Indonesia. Telkom terdaftar di Bursa Efek Jakarta ( "BEJ": TLKM), New York Stock Exchange ( "NYSE": TLK) dan London Stock Exchange ( "LSE": TKID) dan saat ini secara mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Indonesia .
SingTel Mobile memiliki 35% dari saham yang dikeluarkan Telkomsel modal dan merupakan anak perusahaan dari Singapore Telecommunications Limited ( "SingTel"). SingTel adalah salah satu terkemuka di Asia jasa telekomunikasi operator. SingTel terdaftar di Bursa Efek Singapura ( "SGX": ST) dan Bursa Efek Australia Limited ( "ASX": SGT). SingTel akhirnya mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Singapura.
Pada akhir 2001, SingTel Mobile membeli saham di Telkomsel yang sampai saat itu dipegang oleh Royal KPN Telecom Belanda dari Belanda (17,28%) dan Setdco Megacell Asia (5%). Pertengahan 2002 SingTel Mobile mengakuisisi tambahan 12,72% dari Telkom untuk membawa totalnya saat ini 35%.

Manajemen
Sesuai dengan hukum Perusahaan Indonesia, Telkomsel mempunyai Dewan Komisaris dan Dewan Direksi. Kedua Boards terpisah dan tidak ada individu dapat menjadi anggota kedua dewan.
Para anggota Dewan Komisaris yang dipilih oleh Pemegang Saham Telkomsel dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Telkom saat ini berhak untuk mencalonkan dua Komisaris. Pemegang saham yang akan kehilangan hak untuk mencalonkan Komisaris jika jumlah saham yang dimilikinya jatuh di bawah 10% dari jumlah saham. Saat ini Telkomsel memiliki berikut Dewan Komisaris dan Direksi:

• Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Mr Rinaldi Firmansyah
Komisaris : Mr Losso Judianto
Komisaris : Mr Arief Yahya
Komisaris : Mr Lim Chuan Poh
Komisaris : Mr Ng Kwon Kee


• Dewan Direksi
Presiden Direktur : Mr Sarwoto Atmosutarno
Direktur Keuangan : Ms Triwahyusari
Direktur Perencanaan & Pengembangan : Ms Herfini Haryono
Direktur Niaga : Mr Leong Shin Loong
Direktur Operasi : Mr David Ng

5. Result Control di perusahaan

Laporan Quality Of Service - QoS (Q2 2009)
Kinerja Pelayanan
1. Standar Kinerja Tagihan .
Parameter : a. Prosentase keluhan atas akurasi tagihan dalam satu bulan tagihan. Pencapaian (Nilai) 0,31%
b. Prosentase penyelesaian keluhan atas akurasi tagihan yang diselesaikan dalam 15 hari kerja. Pencapaian (Nilai) 96,40%
c. Prosentase penyelesaian keluhan atas akurasi charging pra bayar yang diselesaikan dalam 15 hari kerja. Pencapaian (Nilai) 97,14%
2. Standar Pemenuhan Permohonan Aktivasi
Parameter : a. Prosentase pemenuhan permohonan aktivasi pasca bayar dalam waktu 5 hari kerja. Pencapaian (Nilai) 91,63%
b. Prosentase pemenuhan permohonan aktivasi pra bayar dalam waktu 24 jam. Pencapaian (Nilai) 99,90%
3. Standar Penanganan Keluhan Umum Pelanggan
Parameter : Prosentase penanganan keluhan umum pelanggan yang ditanggapi dalam periode 12 bulan. Pencapaian (Nilai) 97,33%
4. Standar Tingkat Laporan Gangguan Layanan
Parameter : jumlah laporan gangguan layanan untuk setiap 1000 pelanggan.Pencapaian (Nilai) 1
5. Standar Service Level Call Center Layanan Pelanggan
Parameter : Presentase jawaban operator Call Center terhadap panggilan pelanggan dalam 30 detik. Pencapaian (Nilai) 87,20%

Kinerja Jaringan
1. Standar Endpoint Service Availability
Parameter : a. Prosentase jumlah panggilan yang tidak mengalami dropped call dan blocked call. Pencapaian (Nilai) 97,31%
b. Prosentase dropped call. Pencapaian (Nilai) 0,77%
2. Standar Kinerja Layanan Pesan Singkat
Parameter : Prosentase jumlah pesan singkat yang berhasil dikirim dengan interval waktu antara pengiriman dan penerimaaannya tidak lebih dari 3 menit
Pencapaian (Nilai) 100%

Anonymous said...

Selain dari laporan diatas terbukti bahwa telkomsel memiliki brand image tersendiri Dari hasil pengamatan, produk telkomsel memang terkenal sebagai merek kartu seluler yang diakui memiliki kualitas dengan patokan harga yang relative lebih mahal dibandingkan dengan kartu seluler merek lain. Dari sini dapat dilihat bahwa produk telkomsel dalam menghadapi kompetisi dengan kompetitornya tidak dengan menawarkan harga yang lebih murah, nemun lebih menjual kualitas dengan mengedepankan kekuatan merek yang dimilikinya, sehingga memberikan keyakinan kepada konsumen.
Di dalam market analisis Telkomsel tahun 2006 menyatakan bahwa masyarakat memilih produk telkomsel contoh kartu simPATI karena simPATI merupakan kartu seluler pertama di Indonesia dan memiliki keunggulan jaringan terluas dan sinyal yang kuat di Indonesia. simPATI juga sering melakukan promo untuk keunggulan produk-produknya. Sebagai market leader pada layanan kartu seluler, simPATI telah membuktikan popularitasnya dengan menjaring konsumen terbesar di Indonesia sampai sekarang. Seiring dengan perkembangan persaingan antar produsen, kartu simPATI diproduksi dengan berbagai macam keunggulan yang bertujuan untuk menaikkan volume penjualan, meraih kembali pasar yang telah menurun dan untuk mempertahankan pasar yang telah diperolehnya. Oleh karena itulah brand image sangatlah penting untuk meraih pangsa pasar yang diharapkan oleh perusahaan.

6. Usulan Result Control
Telkomsel harus mempertahankan pangsa pasar yang telah diperoleh dengan terus melakukan inovasi baik dari segi tarif maupun promo - promo lainnya. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa telkomsel berhasil mempertahankan hasil yang telah diperolehnya karena bisnis seluler di jaman sekarang ini sungguh ketat persaingannya. Telkomsel harus terus mengukur dan memonitoring kinerja seluruh komponen perusahaannya, selalu memiliki target, dan memberikan reward bagi karyawan yang berprestasi dan punishment kepada yang tidak berhasil mencapai targetnya.


7. Kesimpulan
Result control sangat diperlukan perusahaan karena dengan pengendalian hasil perusahaan memiliki gambaran tentang apa yang harus dicapai dan apa yang harus dilakukan. Selalu mengukur dan memonitoring kinerja sehingga perusahaan selalu berada pada kondisi terbaik. Memiliki target yang dituju dan mengendalikan hasil lewat reward dan punishment sehingga karyawan merasa dihargai dan diperhatikan.

8. Penutup
Dalam mencapai tujuan perusahaan melalui pengendalian hasil ini perusahaan tentu tak cuma mengamalkan 1 tahap saja. Tetapi semua tahap harus dilakukan karena tahap - tahap tersebut saling terintegrasi.

9. Daftar referensi
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
http://www.google.co.id
http://www.telkomsel.com

Anonymous said...

NAMA: Bhaskoro TMR
NIM : C1C007137


RESULT CONTROL PT. Djarum

Anonymous said...

wah TOLONG ISI PAPERNYA DIKIRIM LEWAT e-mail bos, Jangan JADIin coment. tolong baca instruksinya. makasi sebelumnya.

Anonymous said...

Firman Candra Nugroho
C1C007081

PEOPLE CONTROL PADA ORGANISASI : STUDI KASUS PT. PUPUK SRIWIDJAJA

Pendahuluan
Sumber daya manusia adalah hal yang urgent bagi setiap organisasi perusahaan. Karena berbagai aspek yang ada dalam perusahaan dijalankan dan dikontrol sendiri oleh manusia. Akan sangat membantu jika orang – orang yang memegang kendali adalah orang yang tepat, maksudnya orang tersebut mampu menjalankan tugas mereka untuk mencapai tujuan organisasi. Perusahaan dalam hal ini pemimpin dituntut untuk dapat memilih orang yang tepat yang dapat membantu mencapai apa yang diinginkan oleh perusahaan. Untuk itu, perlu adanya sebuah control terhadap apa yang kita kerjakan agar sesuai dengan tujuan perusahaan.

Anonymous said...

SYARIFA YULIANTI
C1C007014

Pengendalian Hasil (Result Control)pada "PT.Sinar Sosro"

I. PENDAHULUAN
Pengendalian manajemen adalah salah satu kunci keberhasilan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pengendalian (kontrol) yang tepat untuk mewujudkan pencapaian tujuan keberhasilan perusahaan tersebut.
Merchant, seorang pakar management control systems, menawarkkan tiga strategi agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik, melalui:
- pengendalian hasil (result control)
- pengendalian aksi (action control)
- pengendalian orang (people control).
Dengan melaksanakan pengendalian-pengendalian tersebut di atas, maka perusahaan akan lebih mudah dalam menjalankan dan mengendalikan sistem di dalamnya, demi menjaga keberlangsungan usahanya di tengah persaingan.

Anonymous said...

AZMI KURNIA IZZATI
C1C006138


RESULT CONTROL PADA PERUSAHAAN PENERBANGAN
STUDI KASUS SRIWIJAYA AIR

PENDAHULUAN
Setiap organisasi memiliki sistem manajemen yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya. Begitu pula sebuah sistem yang dapat dikatakan sebagai sistem yang paling baik jika ia sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut. Sistem tidak akan maksimal berjalan tanpa adanya sebuah pengendalian atas sistem yang bersangkutan. Pengendalian ini juga berfungsi untuk menyelaraskan tujuan masing-masing individu karyawan yang terlibat dalam kinerja organisasi dengan tujuan akhir organisasi itu sendiri.

Anonymous said...

NAMA : SAGITA PUSPA DINI ASMARANTI
NIM : C1C006044

PENGENDALIAN HASIL BANK MANDIRI

Anonymous said...

NAMA : SAGITA PUSPA DINI ASMARANTI
NIM : C1C006044

PENGENDALIAN HASIL BANK MANDIRI

1.Pendahuluan
Setiap perusahaan pasti memerlukan suatu pengendalian, tidak hanya pengendalian dalam hal finansial tetapi juga non finansial. Pengendalian manajemen juga mempengaruhi pertumbuhan dari perusahaan itu sendiri. Strategi dalam pengendalian manajemen ada 3 yaitu pengendalian aksi (action control), pengendalian orang (people control), pengendalian hasil (result control).

2.Pengertian Pengendalian Hasil
Pengendalian hasil (Result Control) menurut Agung Praptapa dalam www.apmcs.blogspot.com yaitu “Result control merupakan strategi pengendalian yang menekankan pada hasil dari suatu aktivitas. Hal ini berkaitan dengan memberikan imbalan (reward) pada pihak-pihak yang memperoleh hasil seperti yang diharapkan, dan memberikan hukuman (punishment) bagi pihak-pihak yang tidak berhasil mendapat hasil sesuai dengan yang diharapkan. Ini mengikuti konsep result accountability, dimana karyawan (termasuk manajer) harus mempertanggungjawabkan hasil yang diperoleh”. Dalam pengendalian hasil ini perusahaan menerapkan hanya pada hasilnya sehingga para karyawannya dapat berkreativitas dengan caranya sendiri untuk mendapatkan hasil terbaik.

Anonymous said...

3.Sekilas tentang Bank Mandiri
Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintaha Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah -- Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim and Bapindo–dilebur menjadi Bank Mandiri. Masing-masing dari keempat legacy banks memainkan peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Sampai dengan hari ini, Bank Mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian Indonesia.
Segera setelah merger, Bank Mandiri melaksanakan proses konsolidasi secara menyeluruh. Pada saat itu, kami menutup 194 kantor cabang yang saling berdekatan dan mengurang jumlah karyawan, dari jumlah gabungan 26.600 menjadi 17.620. Brand Bank Mandiri diimplementasikan secara sekaligus ke semua jaringan kami dan pada seluruh kegiatan periklanan dan promosi lainnya.

4.Struktur Organisasi Bank Mandiri
Struktur Direktur Bank Mandiri dari kantor pusat an anak-anak perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Direktur Utama : Agus Martowardojo
2. Wakil Direktur Utama : I Wayan Agus Mertayasa
3. Direktur : Zulkifli Zaini
4. Direktur : Sasmita
5. Direktur : Abdul Rachman
6. Direktur : Sentot A. Sentausa
7. Direktur : Bambang Setiawan
8. Direktur : Riswinandi
9. Direktur : Thomas Arifin
10.Direktur : Budi G. Sadikin
11.Direktur : Ogi Prastomiyono

5.Result Control di Bank Mandiri
Satu dari sekian banyak keberhasilan Bank Mandiri yang paling signifikan adalah keberhasilan dalam menyelesaikan implementasi sistem teknologi baru. Sebelumnya Bank Mandiri mewarisi 9 core banking system yang berbeda dari keempat bank. Setelah melakukan investasi awal untuk segera mengkonsolidasikan kedalam system yang terbaik, kami melaksanakan sebuah program tiga tahun, dengan nilai US$200 juta, untuk mengganti core banking system kita menjadi satu system yang mempunyai kemampuan untuk mendukung kegiatan consumer banking kita yang sangat agresif. Hari ini, infrastruktur IT Bank Mandiri memberikan layanan straight-through processing dan interface tunggal pada seluruh nasabah.
Nasabah korporat kami sampai dengan saat ini masih mewakili kekuatan utama perekonomian Indonesia. Menurut sektor usahanya, portfolio kredit korporasi terdiversifikasi dengan baik, dan secara khusus sangat aktif dalam sector manufaktur Food & Beverage, agrobisnis, konstruksi, kimia dan tekstil. Persetujuan dan monitoring kredit dikendalikan dengan proses persetujuan four eyes yang terstruktur, dimana keputusan kredit dipisahkan dari kegiatan marketing dari unit Bisnis kami.
Sejak berdirinya, Bank Mandiri telah bekerja keras untuk menciptakan tim manajemen yang kuat dan professional yang bekerja berlandaskan pada prinsip-prinsip good corporate governance yang telah diakui secara internasional. Bank Mandiri disupervisi oleh Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Menteri Negara BUMN yang dipilih berdasarkan anggota komunitas keuangan yang terpandang. Manajemen ekskutif tertinggi adalah Dewan Direksi yang dipimpin oleh Direktur Utama. Dewan Direksi kami terdiri dari banker dari legacy banks dan juga dari luar yang independen dan sangat kompeten. Bank Mandiri juga mempunyai fungsi offices of compliance, audit dan corporate secretary, dan juga menjadi obyek pemeriksaan rutin dari auditor eksternal yang dilakukan oleh Bank Indonesia, BPKP dan BPK serta auditor internasional. AsiaMoney magazine memberikan penghargaan atas komitmen kami atas penerapan GCG dengan memberikan Corporate Governance Award untuk katagori Best Overall for Corporate Governance in Indonesia dan Best for Disclosure and transparency.

Anonymous said...

6.Saran Result Control
Menurut saya, result control dari Bank Mandiri sudah sangat baik. Namun akan lebih baik lagi apabila target-target yang telah tercapai oleh para manajer, Bank Mandiri memberikan suatu reward kepada karyawan atau manajer yang dapat mencapai target dengan baik tetapi tidak hanya mengacu kepada hasilnya saja tetapi juga aksi-aksi yang dilakukan untuk mencapai target tersebut. Begitu juga sebaliknya, apabila tidak dapat mencapai target dan aksi yang dilakukan untuk mencapai target menyimpang dari peraturan yang telah ditetapkan, dikenakan sanksi (punishment).

7.Kesimpulan
Aspek-aspek pengendalian manajemen sangat penting bagi perusahaan baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar. Semakin besar perusahaan tersebut pengendaliannya harus semakin kompleks dan jelas agar target-target tersebut dapat tercapai.

8.Penutup
Dalam menjalankan strategi pengendalian, perusahaan sebaiknya tidak hanya mengacu pada salah satu strategi pengenalian saja. Ketiga strategi pengendalian tersebut seperti yang sudah dipaparkan di atas yaitu pengendalian orang, pengendalian aksi, dan pengendalian hasil. Apabila aspek-aspek tersebut dapat dijalankan dengan baik dan seimbang antara satu dan yang lainnya, perusahaan tersebut memiliki pengendalian manajemen yang baik.

9.Daftar Referensi
Praptapa, Agung.The Art Of Controlling People.2009.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama
www.apmcs.blogspot.com
www.google.co.id
www.bankmandiri.co.id

Anonymous said...

NAMA : DESI NILAMSARI Q N
NIM : C1C007122

PENGENDALIAN HASIL DALAM PT HASTA PUSTAKA SENTOSA

1. Pendahuluan
Pengendalian hasil merupakan strategi pengendalian yang menekankan hasil suatu aktivitas. Hal ini berkaitan dengan memberikan imbalan kepada pihak-pihak yang memperoleh hasil yang diharapkan, dan memberikan hukuman bagi pihak-pihak yang tidak berhasil mendapat hasil yang diharapkan. PT.Hasta Pustaka Sentosa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pembuatan "wig & hairpieces" perusahaan ini sudah berpengalaman dalam bidangnya selama 25 tahun yaitu 17 tahun di Korea Selatan dan 8 tahun di Indonesia.Produknya diekspor ke negara-negara Amerika dan Eropa.

Melani Driastuti said...

MELANI DRIASTUTI
C1C007112

RESULT CONTROL
PADA PT SYARIKAT TAKAFUL INDONESIA

PENDAHULUAN
Manajemen suatu perusahaan memerlukan suatu sistem pengendalian yang baik. Pengendalian atau kontrol yang baik adalah kontrol yang memberikan jaminan terbesar bahwa apa yang kita inginkan dapat tercapai, dan apa yang tidak kita inginkan tidak terjadi.
Bila sistem pengendalian yang baik sudah ada, pelaksana sistem perlu memahami dan melaksanakannya dengan baik agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Pelaksana sistem perlu mewaspadai adanya problematika kontrol yaitu Lack of Direction, Lack of Competence, dan Lack of Motivation.
Grup Takaful Indonesia adalah pelopor penyedia jasa asuransi syariah di Indonesia. Premi asuransi yang dihimpun oleh grup Takaful Indonesia pada tahun 2008 mencapai 173 miliar, melebihi premi yang ditargetkan yaitu sebesar 160 miliar. Pencapaian ini tidak lepas dari result control yang dilakukan terhadap karyawannya.

Anonymous said...

FACHREZA VIRGIAWAN
C1C007138

RESULT CONTROL PT. PERKEBUNAN NUSANTARA V (PERSERO)

1. Pendahuluan
Pengendalian adalah suatu proses penjaminan di mana perusahaan dan orang-orang yang berada dalam perusahaan tersebut dapat mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Dalam suatu perusahaan diperlukan strategi yang tepat untuk mencapai tujuannya, ada 3 strategi agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik :
Pengendalian hasil (result control)
Pengendalian aksi (action control)
Pengendalian orang (peopel control)

Nurul Laely Apriliyani said...

NURUL LAELY APRILIYANI
C1C007141

PEOPLE CONTROL
PADA PT ASKES (PERSERO)

PENDAHULUAN
Pengendalian atau kontrol yang baik adalah kontrol yang memberikan jaminan terbesar bahwa apa yang kita inginkan dapat tercapai, dan apa yang tidak kita inginkan tidak terjadi. Ada beberapa aspek pengendalian, yaitu result control, action control dan peple control. People control biasanya dilakukan bila manajer atau pihak-pihak yang melakukan pengendalian tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cukup tentang bagaimana suatu pekerjaan seharusnya dilakukan.
PT. Askes (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya. People control diterapkan dalam PT Askes untuk meningkatkan kinerja perusahaannya. Pada tahun 2008, PT Askes masuk sepuluh BUMN terbaik Indonesia. Hal ini adalah bukti bahwa people control yang dilakukan sudah tepat.

Anonymous said...

NAMA : RIANDI ABDULLAH
NIM : C1C007143

RESULT CONTROL PLAZA INDONESIA

Pendahuluan

Semakin besar ukuran perusahaan, apalagi di era persaingan yang semakin ketat seperti sekarang ini, pengendalian sangatlah diperlukan agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Tiga strategi pengendalian yang kita kenal yaitu pengendalian hasil (result control), pengendalian aksi (action control), dan pengendalian orang (people control). Dalam hal ini, yang akan dibahas lebih jauh adalah pengendalian hasil (result control) dari sebuah perusahaan.

Anonymous said...

Nama : Dwi Rahmawanto
NIM : C1C007094


Pengendalian Persediaan Bahan Baku Di PT Cahaya Sakti

1. Pendahuluan

Ukuran kekayaan perusahaan antara lain dilihat dari berapa besar jumlah aset yang dimiliki. Prinsip suatu usaha adalah bagaimana mendayagunakan aset yang dimiliki untuk memperoleh pendapatan. Pendapatan yang baik diiringi dengan biaya-biaya yang efisien akan menciptakan laba. Dalam suatu perusahaan yang disebut aset adalah sumber daya yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang memiliki nilai ekonomi yang dimiliki perusahaan.

2. Pengertian

Persediaan adalah aset perusahaan dalam bentuk produk jadi yang belum terjual dan persediaan bahan baku yang belum digunakan. Mengendalikan persediaan (inventory control) disini berkaitan dengan pengawasan pemasokan dan penyimpanan, sehingga dijamin perusahaan memiliki persediaan yang cukup namun tidak berlebihan.

Posisi persediaan yang baik adalah yang jumlahnya seminimal mungkin, tetapi selalu tersedia saat dibutuhkan. Hal ini perlu diperhatikan, karena jumlah persediaan yang terlampau banyak akan berisiko kerusakan, kehilangan, dan menambah biaya penyimpanan.

3. profil perusahaan

PT. Cahaya Sakti Furintraco/Olympic merupakan sebuah perusahaan furniture manufaktur , berdiri th. 1983, berorientasi eksport. Furniture merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari olahan kayu. Saat ini, industri pengolahan kayu berkembang cukup pesat sehingga mampu menjadi salah satu produk unggulan ekspor. Ekspor mebel kayu memberikan prospek yang cukup baik dalam penerimaan devisa negara. Perusahaan ini bergerak di bidang manufaktur dengan mempekerjakan 1000 – 3000 karyawan. Perusahaan ini terletak di Jl Kedung Halang Talang Kaum Sari Bogor Jawa Barat.

4. Sturuktur organisasi

Presiden Komisaris : Indra Setiawan
Komisaris : Wahyu Gunawan
Komisaris independen : Ainul Musri
Presiden Direktur : Hasnul Suhaimi
Direktur Human Capital Development : Rizal Thamrin
Direktur Pemasaran : Aris Budi
Direktur Commerce : Joy Bernama

Direktur Keuangan : Siti Mahmud

Direktur Network : Ricky Nugraha
5. Isi

Furniture merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari olahan kayu. Saat ini, industri pengolahan kayu berkembang cukup pesat sehingga mampu menjadi salah satu produk unggulan ekspor. Ekspor mebel kayu memberikan prospek yang cukup baik dalam penerimaan devisa negara. Potensi yang cukup baik tersebut perlu ditunjang oleh kualitas dan pengawasan produksi furniture, salah satunya bahan baku. Persediaan bahan baku merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting karena menunjang kelancaran dan kesinambungan proses produksi, baik kelebihan maupun kekurangan persediaan akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. PT. Cahaya Sakti Furintraco (PT. CSF) merupakan perusahaan furniture yang merupakan salah satu unit bisnis dari holding company Olympic Group, yang mengolah bahan baku berupa kayu perkebunan (plantation wood) menjadi berbagai macam produk furniture dengan merk dagang yang bervariasi sesuai dengan target pasarnya. Proses produksi masal yang dilakukan perusahaan secara kontinu atau sistem produksi continuous flow line, memiliki banyak faktor-faktor uncertainty yang dapat terjadi. Faktor uncertainty dapat terjadi akibat dari kesalahan selama proses produksi baik yang disebabkan oleh teknologi maupun kelalaian karyawan. Kondisi ini mengakibatkan kebutuhan akan bahan baku menjadi bervariasi. Bervariasinya kebutuhan bahan baku akan membuka peluang untuk terjadinya kehabisan persediaan atau stockout.

Anonymous said...

Seiring dengan tuntutan pasar yang semakin tinggi akan kualitas produk, ketepatan waktu, harga dan kualitas produk serta makin banyaknya pesaing yang berada dalam pasar, maka PT. CSF perlu memperhatikan manajemen perusahaannya, terutama manajemen persediaan yang menyangkut masalah perencanaan, pelaksanaan pembelian dan pengendalian persediaan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan didiskripsikan bagaimana proses pengadaan bahan baku yang dilakukan oleh perusahaan, bagaimana pengendalian persediaan yang dilakukan perusahaan, serta apakah ada metode alternatif pengendalian persediaan bahan baku yang sesuai dengan kondisi perusahaan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan proses pengadaan bahan baku beserta permasalahan yang dihadapi perusahaan, (2) menganalisis pengendalian persediaan bahan baku yang dilakukan perusahaan, dan (3) memberikan usulan alternatif kepada perusahaan dalam mengendalikan persediaan untuk meminimalkan biaya persediaan.

Penelitian dilakukan di PT. CSF, pada bulan Februari 2006 sampai Maret 2006. Dalam penelitian ini dibatasi hanya bahan baku kayu olahan sebagai raw material yang akan dianalisis lebih lanjut, yaitu Particle Board (PB) dan Medium Density Fibreboard (MDF). Hal ini disebabkan karena PB dan MDF merupakan jenis raw material yang paling sering bermasalah di perusahaan, mengingat kedua jenis bahan baku ini tergolong sebagai primary raw material. Kebijakan perusahaan terkait dengan pengadaan dan pengendalian persediaan bahan baku diperoleh melalui hasil wawancara dengan pihak manajemen perusahaan yang akan didiskripsikan sehubungan dengan spesifikasi bahan baku, prosedur pembelian, harga, pengawasan kualitas, cara perusahaan menangani persediaan, serta permasalahan yang dihadapi perusahaan. Sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik pengendalian persediaan probabilistik, yaitu metode continuous review dan metode periodic review yang pengolahan datanya dengan menggunakan Microsoft Excel. Solusi optimal yang dihasilkan dari kedua metode tersebut akan dibandingkan dengan metode yang selama ini digunakan oleh perusahaan dalam pengendalian persediaannya. Hasil dari pengolahan data ini, kemudian digunakan dalam analisis pembahasan dan implikasi manajerial bagi perusahaan.

Sistem pengadaan bahan baku yang dilakukan oleh PT. CSF diawali dengan identifikasi kebutuhan bahan baku yang merupakan kegiatan penentuan jumlah bahan baku yang diperlukan dalam produksi untuk periode yang akan datang. Dilanjutkan dengan pembelian bahan baku oleh Departemen Pembelian, serta adanya kegiatan penanganan persediaan ketika bahan baku yang dipesan datang. Pengendalian persediaan bahan baku di PT. CSF dilakukan oleh Divisi Material Inventory Control (MIC), Departemen Pembelian dan Divisi Gudang dengan menggunakan bantuan Industrial Finance System (IFS). IFS memberikan informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan persediaan bahan baku, seperti data historis pemakaian setahun terakhir, besarnya jumlah pemesanan yang harus dilakukan (ROQ), besarnya tingkat persediaan dimana pemesanan harus dilakukan kembali (ROP), besarnya minimum persediaan yang harus ada di gudang (safety stock), besarnya tingkat persediaan saat ini, ukuran lot bahan baku dalam satuan krat, harga beli bahan baku, lead time dan sebagainya.

Anonymous said...

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian persediaan bahan baku yang dilakukan oleh PT. CSF belum sepenuhnya optimal dibandingkan dengan kedua metode usulan, yaitu metode continuous review dan periodic review. Total biaya persediaan menurut metode perusahaan sebesar Rp 4.587.063.840, sedangkan total biaya persediaan menurut metode continuous review Rp 4.095.792.718. Berbeda pula dengan metode periodic review yang hanya mencapai Rp 1.669.077.128. Metode continuous review memberikan total biaya persediaan yang lebih kecil dibandingkan dengan metode perusahaan. Hal ini disebabkan solusi optimal dari metode ini yang memberikan rekomendasi bahwa reorder levelnya lebih kecil dan kuantitas pemesanan tiap pesanan juga lebih kecil sehingga biaya penyimpanannya juga lebih kecil dibandingkan metode perusahaan. Sebagai dampaknya, menurut metode ini perusahaan akan lebih sering melakukan pemesanan bahan baku. Biaya kekurangan persediaan juga menjadi besar karena adanya kemungkinan kekurangan persediaan saat leadtime, sehingga perusahaan harus mengembalikan posisi safety stock seperti semula. Apabila perusahaan menerapkan metode continuous review akan menghemat total biaya persediaan sebesar 10,50 persen untuk jenis bahan baku PB dan 10,98 persen untuk MDF.

Metode periodic review memberikan total biaya persediaan yang lebih kecil dibandingkan metode perusahaan dan continuous review. Hal ini disebabkan oleh frekuensi pemesanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode perusahaan dan continuous review yang dapat dilihat dari biaya pemesanan yang tinggi. Sebagai dampaknya biaya penyimpanannya menjadi rendah. Frekuensi pemesanan yang lebih tinggi pada metode ini merupakan akibat dari lebih pendeknya siklus persediaan sehingga berdampak pula pada jumlah kekurangan persediaan yang lebih kecil pada tiap siklus. Apabila perusahaan menerapkan metode continuous review akan menghemat total biaya persediaan sebesar 62,95 persen untuk jenis bahan baku PB dan 64,45 persen untuk MDF.

Anonymous said...

Alternatif metode yang dapat digunakan perusahaan adalah metode periodic review untuk jenis bahan baku lokal dan continuous review untuk jenis bahan baku impor. Frekuensi pemesanan yang tinggi untuk jenis bahan baku lokal akan lebih mudah dilakukan bila dibandingkan bahan baku impor. Oleh karena itu, perusahaan hendaknya mencari banyak supplier bahan baku lokal untuk menjaga kontinuitas pasokan. Sedangkan untuk jenis bahan baku impor, perusahaan sebaiknya menerapkan continuous review mengingat pendeknya siklus persediaan yang disolusikan periodic review, tidak sesuai dengan kondisi perusahaan. Proses pengadaan bahan baku impor membutuhkan waktu yang lama sehingga kecil kemungkinannya sering melakukan pemesanan. Supplier bahan baku impor tetap dapat dipertahankan dengan meningkatkan frekuensi pemesanan. Meskipun tidak memberikan penghematan yang besar, namun setidaknya metode continuous review dapat mengurangi total biaya persediaan perusahaan selama ini untuk jenis bahan baku impor.

Usul

Saran yang dapat disampaikan pada perusahaan antara lain, sebaiknya perusahaan mulai memperhatikan fasilitas penyimpanan bahan baku. Terbatasnya kapasitas di gudang memaksa pengaturan tata letak bahan baku yang kurang rapi. Oleh karena itu diperlukan penerapan layout gudang yang baik. Perusahaan hendaknya juga mulai mengurangi tingkat pembelian bahan baku yang berlebihan karena mengakibatkan penumpukan persediaan di gudang sehingga meningkatkan biaya penyimpanan. MIC hendaknya menghitung kebutuhan bahan baku seakurat mungkin dengan mempertimbangkan Marketing Order (MO) dan penjadwalan produksi.

Kesimpulan :

Berdasarkan kajian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa total biaya persediaan untuk seluruh jenis bahan baku baik PB maupun MDF dengan menggunakan metode perusahaan lebih besar dibandingkan dengan kedua metode usulan, yaitu continuous review dan periodic review. Tingginya total biaya persediaan berdasarkan metode perusahaan disebabkan karena perusahaan melakukan pemesanan dalam kuantitas yang besar sehingga terjadi penumpukan bahan baku dalam kuantitas yang besar sebagai dampaknya biaya penyimpanan juga besar.

Penutup :

Akhirnya, demi kesempurnaan dan untuk memperkaya hasil penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan topik pengendalian persediaan bahan baku terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan, yaitu : (1) sebaiknya penelitian selanjutnya dapat mempergunakan kajian teori pengendalian persediaan probabilistik yang lain, seperti continuous review dengan pendekatan lost sales, metode order up to R, metode fixed order quantity ataupun metode lainnya yang sesuai dengan kondisi perusahaan; (2) penelitian selanjutnya disarankan melakukan analisis sensitivitas untuk jenis bahan baku impor. Analisis sensitivitas dirancang untuk mempelajari perubahan dalam parameter biaya persediaan dalam hal ini adalah nilai kurs dolar terhadap rupiah yang mempengaruhi pemecahan optimal biaya persediaan.

Daftar Referensi :

Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

http://elibrary.mb.ipb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=mbipb-12312421421421412-franciscay-547

Anonymous said...

Vinda Khaerunnida
C1C006036
PENGENDALIAN ASET
PADA PERUSAHAAN PT BERLIAN LAJU TANKER TBK

Pendahuluan

Nilai dari kekayaan sebuah perusahaan dilihat dari seberapa besar aset yang dimiliki. Pada dasarnya aktiva dimiliki sebuah perusahaan untuk memperoleh pendapatan usaha misalnya seperti mesin jahit pada perusahaan garmen adalah salah satu komponen pendukung untuk memperoleh pendapatan dan nantinya menjadi nsalh satu laba. Penggunaaan aset yang efisien dan efektif dapat meciptakan laba peusahaan yang baik. Oleh karena itu pengendalian aset cukup penting diperhatikan oleh peusahaan.
Dilihat dari tingkat likuiditasnya aset terbagi atas tiga yaitu aset lancar (current assets), aset tetap(fixed assets) dan aset lainnya (other assets)
Aset lancar adalah kekayaan perusahaan yang digunakan dalam jangka pendek biasanya satu tahun, yang termasuk kelompok aset lancar adalah kas, piutang, dan persediaan. Pengendalian dibidang aset lancar ini juga amat penting karena sifatnya yang sangat likuid sehingga mudah untuk dicuri dibandingkan aset tetap. Seperti dalam pengendalian kas kecil. Atau pengendalian piutang untuk mencegah terjadinya lapping.
Aset tetap adalah kekayaan yang digunakan perusahaan untuk waktu jangka panjang atau lebih dari satu periode akuntansi. Pengendalian aset tetap harus tetap dikendalikan terutama dalam bentuk Ownership (kepemilikan) dan Utilitas (kegunaan).
Aset lainnya adalah kekayaan perusahaan yang tidak termasuk aset lancar atau aset tetap, misalnya hak paten.
2.Profil Usaha
PT Berlian Laju Tanker TBK berdiri atas nama PT Bhalita Laju Tanker pada tahun 1981. perusahaan ini mengawali usahanya dengan mengoperasikan 2 kapal tanker minyak yang berbobot 2.050 DWT kemudian pada tahun 1988 resmi mengganti nama menjadi PT Berlian Laju Tanker. Beralamat di Wisma Bina Surya Group lt 10 Jalan Abdul Muis no 40 Jakarta
Usaha perseroan dalam menyediakan jasa angkutan muatan cair berkembang dengan pesat. Perusahaan ini adalah perusahaan pertama yang mencatatkan sahamnya di pasar modal.

Anonymous said...

Vinda Khaerunnida
C1C006036
lanjutan paper
Struktur Organisasi
Board of Commisioner
Audit committee
President director
Corporate secretary
Quality management representative
Internal audit
Corporate & business development director
HR & GA
Legal and Insurance
Business development and asset management
Commercial Director
Marketing operation
Agency
Businees Relation
Chartering
Branch Coordinator
Finance Director
Finance and treasury
Administration Director
Information and technology
Accounting
Shipmanagemi Controller
4. Pengendalian asset pada PT Berlian Laju Tanker
Dalam mengendalikan aset lancar seperti dalam pengendaian kas. Dilihat dari catatan laporan keuangan yang telah diaudit oleh kantor akuntan Delloite bahwa perusahaan tidak menggunakan sistem kas kecil dalam kegiatan sehari-harinya.karena komponen kas hanya terdiri dari kas, dan kas di Bank serta investasi jangka pendek. Tidak dijelaskan dalam catatan laporan keuangan perusahaan menggunakan kas kecil dalam bentuk apa.
Sedangkan dalam pengendalian piutang perusahaan telah menggunakan aging receivable dengan baik dan sesuai dengan proyeksi.
Pengendalian pada aset tetap perusahaan adalah dengan cara membuat daftar aset tetap dan jika sudah tidak digunakan akan dijual dan dikeluarkan dari kelompok aset tetap. Keuntungan atau kerugian dimasukkan kedalam laporan Laba/Rugi Biaya pemeliharaan pun dibebankan kepada laba tahun berjalan.
5.Usulan Pengendalian Aset
Untuk saran dipengendalian aset khususnya kas sebaiknya perusahaan membuat sistem kas kecil imperest agar terkendali pengeluaran-pengeluaran yang bersifat harian. Di pos piutang perusahaan sudah tepat membuat aging receivable untuk menganalisis piutang yang tak tertagih. Di dalam pengendalian aset tetap perusahaan sudah baik dengan melaporkan semua aset yang tidak terpakai dan nantinya dijual pada laporan laba rugi sehingga karyawan atau pihak manajemen tidak dengan gampang menyelewengkan aset yang tidak terpakai.
6. Kesimpulan dan Penutup
Pengendalian aset salah satu komponen pengendalian yang penting untuk dilakukan karena jika aset digunakan dengan efisien dan efektif maka akan dapat menghasilkan pendapatan yang baik dan nantinya akan memperoleh laba yang baik dan menghasilkan efek yang baik kesejahteraan karyawan, dan para pemegang saham. Demikianlah Paper ini dibuat kurang lebihnya saya mohon maaf dan terima kasih
7. Referensi
a) Agung Praptapa, 2009, the art of controlling people, edisi pertama, Jakarta, Gramedia
b) Laporan tahunan PT Berlian Laju Tanker tbk

Anonymous said...

Rangga Pratama K
C1C007102

People control pada PT Indo Tambangraya Megah Tbk
1.PENDAHULUAN
Negara tercinta kita Indonesia terkenal akan kekayaan alamnya. Salah satunya adalah pertambangan. Hal ini merupakan asset yang sungguh luar biasa berharga bagi bangsa Indonesia, tinggal bagaimana cara kita sebagai warga Negara Indonesia dapat memanfaatkan dengan baik untuk kemakmuran kita bersama.
2.PENGERTIAN RESULT CONTROL
People Control /pengendalian orang, merupakan pendekatan pengendalian yang menekankan pada jenis atau karakteristik orang-orang yang bekerja yang diharapkan mampu menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam people control, SDM yang terpilih merupakan orang yang berkualitas dan tepat untuk berada di posisi kerjanya, serta dapat menerapkan pengendalian diri sendiri (personal control)dan pengendalian antara karyawan satu dengan lainnya (cultural control).
3.PROFIL PERUSAHAAN
PT Indo Tambangraya Megah atau ITM adalah perusahaan terdepan di Indonesia yang memasok batubara bagi pasar energi dunia. Tujuanya adalah menciptakan standar tertinggi dalam hal tata kelola perusahaan yang baik, keselamatan, dan kepatuhan masalah lingkungan. Seluruh kegiatan perusahaan dilakukan dengan berkerja sama dengan masyarakat setempat dan para pemangku kepentingan yang lain. Perusahaan ini memiliki rekam jejak pertumbuhan yang kuat dalam lima tahun terakhir. PT Indo Tambangraya Megah pun tengah mempersiapkan ekspansi pada tahun-tahun mendatang. Sejak Desember 2007, perusahaan kami terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia.
4.STRUKTUR ORGANISASI
a) Dewan komisaris:
- Sutoyo SH,MH
- Somruedee Chaimongkol
- Rawi Corsiri
- Ir. Lukmanul Hakim, MM
- Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak
- Ibrahim yusuf
b)Direktur Utama:
- Somyot Ruchirawat
c)Direktur Operasi
- Pongsak Thongampai
d)Direktur Penjualan Logistik
- Aphimuk Taifayongvichit
e)Direktur Keuangan
- Edward Manurung, SE, MBA
f)Direktur
- Mahyudin Lubis
5.RESULT CONTROL
Perusahaan memiliki enam wilayah operasi atau kontrak. Lima di antaranya terletak di Kalimantan Timur dan satu kontrak pertambangan berada di Kalimatan Selatan serta sebagian Kalimantan Tengah. Per 31 Desember 2008, Perusahaan memperkirakan total cadangan batubara sebanyak 312,01 juta ton. Selama ini Perusahaan selalu mengunakan jasa konsultan pertambangan independen untuk membantu mengestimasi sumber daya alam dan cadangan batubara. Perusahaan melalui PT Indominco Mandiri juga mengoperasikan Terminal Batubara Bontang yang berada di wilayah Kalimantan Timur yang dapat melayani kapal dengan bobot mati hingga 95.000 ton. Tidak itu saja, Perusahaan juga mengoperasikan dermaga tongkang di wilayah kuasa pertambangan PT Trubaindo Coal Mining, PT Jorong Barutama Greston Kitadin Embalut.
PT

Anonymous said...

NAMA : MEI LINA STEFANIE W.
NIM : C1C007114

“People Control dan Action Control di Perusahaan Manufaktur” : Case Study PT Semen Cibinong Tbk.

1.Pendahuluan
Dalam perusahaan manufaktur yang telah berkembang seperti PT Semen Cibinong, system pengendalian manajemen sangat perlu diadakan oleh pihak yang memiliki kendali atas perusahaan tersebut. Untuk perusahaan manufaktur, pekerjaan bagian produksi akan lebih tepat menggunakan action control karena setiap karyawan memiliki suatu pola dan rutinitas tetentu dalam menjalankan tugasnya, sehingga apabila karyawan melakukan kesalahan dalam mengerjakan tugas, hal itu akan mudah diketahui. Selain action control, PT Semen Cibinong Tbk. melakukan pengendalian orang bagi para stafnya, karena perusahaan besar pasti membutuhkan sumber daya yang baik untuk dapat memastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan berjalan dengan baik.

2.Pengertian People Control
People control adalah srtrategi pengendalian yang memfokuskan pada tipe- tipe orang dipilih, yang dapat dipercaya untuk melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaan.

3.Pengertian Action Control
Action control merupakan strategi pengendalian yang menekankan aspek aktivitas (action), yaitu segala kegiatan yang dilakukan oleh karyawan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Action control lebih bersifat preventif, yaitu jangan sampai hal- hal yang tidak diinginkan terjadi.

4.Sekilas PT Semen Cibinong Tbk.
PT Semen Cibinong Tbk adalah salah satu pabrik semen yang terbesar di Indonesia, didirikan pada tahun 1975 dengan total kapasitas terpasang 7 juta ton semen per tahun yang diproduksi pada 4 kiln di dua lokasi: 2 line produksi berada di Desa Narogong, Bogor, Indonesia, dan 2 line produksi di Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia. Perusahaan saat ini mempekerjakan 3.216 personil dan mempunyai suatu sistem distribusi yang luas, baik domestik maupun internasional. PT Semen Cibinong Tbk adalah suatu perusahaan publik yang memproduksi lima jenis semen: Tipe I - Semen Portland Biasa /Ordinary Portland Cement ( OPC), Tipe II - Moderate Heat of Hydration Cement, Tipe III - High Early Strength Cement, Tipe V - Sulphate Resistant Cement, Class G - Oil Well Cement. Untuk kedua pasar, domestik dan ekspor, dan pendapatan per tahun adalah Rp. 153.742,00 milyar (sekitar US$ 18 juta) pada tahun 2002.. Program GERIAP sejalan dengan target perusahaan dalam mencapai biaya produksi rendah dan operasi dengan energi yang efisien. Karena pabrik ini sangat besar, proyek GERIAP hanya difokuskankan pada line produksi
NR#4 di Narogong Bogor.

5.Struktur Organisasi PT Semen Cibinong Tbk
1.Komisaris Utama
2.Wakil Komisaris Utama
3.Komisaris
4.Komisaris Independen
5.Direktur Utama
6.Wakil Direktur Utama
7.Direktur Keuangan
8.Direktur Litbang dan Operasional
9.Direktur Pemasaran
10.Direktur Produksi

Anonymous said...

Lanjutan..
Rangga Pratama K
C1C007102

6.USULAN RESULT CONTROL
PT Indo Tambangraya Megah harus mempertahankan kinerja yang sudah baik, atau lebih baik lagi meningkatkan kinerja yang sudah baik. Fasilitas perusahaan yang sudah kurang layak pakai sebaiknya diganti dengan yang baru dan lebih canggih teknologi, selain itu lingkungan & masyarakat sekitar perusahaan diperhatikan, pembuangan limbah jangan sampai merusak lingkungan. Perhatikan juga beberapa aspek diantaranya : monitoring kinerja perusahaan, penetapan target perusahaan, reward & punishment.
7.KESIMPULAN
Agar kinerja perusahaan baik diperlukan system pengendalian yang tepat. Diantaranya pengendalian hasil, pengendalian orang, pengendalian aksi. Dengan menerapkan pengendalian yang tepat dan efektif perusahaan akan dapat mencapai target yang telah di inginkan.
8.PENUTUP
Demikian yang dapat saya sajikan. Masih banyak kekuranganya, saya mengharapkan kritik yang membangun dari pembaca untuk dapat menjadi lebih baik lagi. Atas kekurangan dan kesalahan saya mohon maaf setulus-tulusnya.
9.REFERENSI
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
www.itmg.co.id

Anonymous said...

6.People Control di PT Semen Cibinong Tbk.
PT Semen Cibinong Tbk. Melakukan seleksi dan penempatan yang tepat agar mendapatkan orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan selama proses produksi. Suatu tim telah dibentuk pada awal proyek, tetapi berkaitan adanya reorganisasi di pabrik, tim ini hampir seluruhnya digantikan dengan anggota baru. Hal yang sama terjadi dengan fasilitator luar, dan oleh karena itu hanya satu atau dua orang yang mengetahui tentang opsi yang telah diidentifikasi dan diselidiki untuk kelayakannya. Hal itu benar-benar merupakan tantangan bagi tim yang baru untuk menyelesaikan pelaksanaan opsi dan memantau hasil tanpa keterlibatan dalam pengkajian dan hal ini menyebabkan tertundanya penyelesaian proyek. Perusahaan menetapkan target untuk meningkatkan keuntungan dengan meningkatkan berbagai aspek proses produksi yang mencakup efisiensi energi. Semua staf telah diberikan "buku petunjuk" yang menjelaskan target dan kerangka program untuk mencapainya.

7.Action Control di PT Semen Cibinong Tbk.
Supaya apa yang dilakukan oleh staf atau tim kerja yang telah dibentuk tidak menyimpang dari yang seharusnya, pihak yang dikendalikan dapat meminta persetujuan dari manajemen puncak. Bentuk action control ini disebut preaction review, karena pihak manajemen puncak me-review dan menyetujui opsi- opsi yang direkomendasikan dan yang akan dilakukan oleh tim kerja sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan.Walaupun manajemen puncak menyetujui semua opsi yang direkomendasikan, beberapa opsi tidak diterapkan pada tahun yang sama sebab ada beberapa proyek lain yang direncanakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan hasil produksi secara keseluruhan yang harus diprioritaskan. Salah satu opsi utama yang diidentifikasi adalah melakukan survei kebocoran udara tekan dan perbaikan kebocoran. Tidak ada peralatan deteksi kebocoran yang tersedia di pabrik dan pengetahuan yang terbatas tentang cara mendeteksi dan mengukur kebocoran dengan cara lain. Fasilitator luar menggunakan anemometer yang disediakan oleh proyek GERIAP untuk mengukur kebocoran dan konsultan eksternal melatih karyawan perusahaan bagaimana cara mengidentifikasi kebocoran dengan menggunakan "metoda busa sabun" dan mengukur kebocoran menggunakan table standar.
Opsi yang direkomendasikan:
-Area fokus di dalam line produksi NR#4 yakni udara tekan, False Air, dan kiln.
-Banyak opsi di identifikasi dan tiga opsi yang diterapkan. Untuk ketiga opsi ini biaya investasi sejumlah US$ 16,667 untuk satu opsi, tetapi investasi untuk dua opsi lainnya tidak dapat ditentukan.Penghematan biaya tahunan adalah US$ 487.587. Biaya investasi kedua opsi lainnya tidak besar, total perkiraan waktu periode pengembalian modal hanya beberapa bulan.
-Total pengurangan energi listrik 901.660 kWh/tahun, untuk IDO (Industrial Diesel Oil/ Minyak Solar Industri) 3.680.535 liter/per tahun, dan 12.210 ton batubara per tahun. Emisi Gas Rumah Kaca diperkirakan berkurang 711.743,58 Ton CO2 per tahun.

8.Usulan People Control Untuk PT Semen Cibinong Tbk.
Akan lebih baik jika beberapa dari anggota tim dilibatkan sejak awal sampai akhir tahapan metodologi atau perencanaan kerja dan sebaiknya orang- orang yang dipilih adalah orang yang dapat dipercaya untuk melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaan. Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya keterlambatan dalam pencapaian target.

9.Usulan Action Control Untuk PT Semen Cibinong Tbk.
Perlu diingat bahwa tidak adanya peralatan pemantauan dan pengukuran dapat juga dijadikan suatu opsi untuk direkomendasikan ke manajemen . Diterapkannya dan waktu penerapan opsi tergantung pada proyek lain dari perusahaan yang telah direncanakan, oleh karena itu Tim harus memberikan jalan keluar tentang ketika menulis proposal ke manajemen puncak. Perhatian juga perlu diberikan tentang bagaimana opsi harus diterapkan.

Anonymous said...

10.Kesimpulan
Dalam kegiatan produksi yang dilakukan oleh tim kerja di PT Semen Cibinong, pihak yang mengendalikan tim kerja tersebut menerapkan system pengendalian manajemnen diantaranya pengendalian orang dalam perusahaan dan pengendalian aktivitas. Dua pengendalian ini diterapakan untuk peningkatan yang besar dan cepat dapat dicapai oleh pabrik besar dengan pengulangan penerapan opsi dalam satu line produksi pada line produksi yang lain. Selain itu pengendalian- pengendalian tersebut bertujuan untuk meningkatkan keseluruhan hasil produksi dan keuntungan, yang akan meningkatkan peluang dilanjutkannya konservasi energi.

11.Penutup
Pengendalian orang dapat dilakukan dengan dua pendekatn yaitu pengendalian personal dan pengendalian kultural. Sedangkan pengendalian aktivitas dilakukan melalui 4 cara yaitu : pembatasan perilaku, penelaahan sebelum pekerjaan dilakukan, pertanggungjawaban pelaksanaan kerja, dan pencadangan. Semoga studi kasus pada PT Semen Cibinong Tbk. ini dapat menjadi acuan dalam menambah wawasan tentang sistem pengendalian manajemen.

12.Daftar Referensi
www.google.com
GERIAP National Focal Point for Indonesia
GERIAP Company in Indonesia
Praptapa, Agung, 2009, “The Art of Controlling People”, PT. Gramedia Pustaka Utama.

Anonymous said...

Yulia Suci W.
C1C007012

PT. SEMEN GRESIK, (Perseroan) ( SPM melalui pusat pertanggungjawaban )
I. Pendahuluan
Semakin meningkatnya persaingan dan kemajuan teknologi informasi, menghadapkan perusahaan pada lingkungan bisnis yang kompleks dan dinamis. Persaingan industri yang semakin meningkat menuntut perusahaan agar dapat meningkatkan keunggulan kompetitif dalam menghasilkan produk-produk yang berkualitas tinggi dengan biaya yang rendah dan mampu melakukan perubahan-perubahan untuk mencapai tingkat efektivitas dan efesiensi dalam proses produksi dalam rangka merebut pangsa pasar dan memenangkan persaingan. Segala upaya yang dilakukan dalam meraih tujuan perusahaan harus dengan efektifitas penggunaan sumber daya yang efisien. Dan seiring dengan meningkatnya ukuran dan aktivitas perusahaan juga akan semakin meningkatkan kegiatan pihak manajemen. Perusahaan yang besar dan kompleks menuntut organisasi memiliki pusat pertanggungjawaban yang akan melaksakan kegiatan, mengawasi dan mengevaluasi kinerjanya agar dapat dicapai hasil yang maksimal sesuai dengan tujuan umum perusahaan. Kegiatan ini antara lain adalah perencanaan dan pengendalian. Perencanaan adalah dimaksudkan untuk menetapkan lebih dahulu arah yang akan dituju perusahaan dan cara untuk mencapai tujuan tersebut. Pengendalian adalah proses teratur yang membantu perusahaan dalam melaksanakan rencana untuk meraih tujuan sehingga kinerja perusahaan akan meningkat dan mampu bersaing.

Anonymous said...

NAMA : ESSY WULANDARI
NIM : C1C007128

People Control pada PT.Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK)

1.PENDAHULUAN
Dalam setiap perusahaan pasti diperlukan sistem-sistem pengendalian yang baik. Dalam sebuah perusahaan yang telah berjalan, sebuah manajemen perusahaan perlu memonitor kegiatan-kegiatan dan hasil yang telah berhasil dicapai oleh perusahaannya secara rutin. Dalam suatu manajemen perusahaan,harus memiliki pandangan yang profesional untuk memajukan atau meningkatkan hasil yang telah dicapai oleh perusahaan tersebut. Dalam sistem pengendalian,terdapat 3 cara agar pengendalian dalam bekerja dapat dilakukan dengan baik, yaitu: Pengendalian Hasil (result control), Pengendalian Aksi (action control),dan Pengendalian Orang (people control).

Anonymous said...

DESSY SALASWATI
C1C005233

STRATEGI PENGENDALIAN PT.BENTOEL Tbk.

1.PENDAHULUAN
UNtuk menjadi perusahaan yang go publik diperlukan strategi pengendalian yang tepat,baik waktu maupun sasaran. Ada 3 strategi pengendalian agar perusahaan dapat berjalan dengan baik, yaitu pengendalian hasil ( result control), pengendalian aksi ( action control), pengendalian orang (people control).

2. SEKILAS TENTANG PT. BENTOEL
Perseroan didirikan dengan nama PT Rimba Niaga Idola berdasarkan Akta No. 247 tanggal 11 April 1987, yang dibuat dihadapan Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C2-1219.HT.01.01.Th.89 tanggal 4 Pebruari 1989 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 90 tanggal 10 Nopember 1989 Tambahan No. 2990/1989. Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan pada tanggal 27 Desember 1996, nama Perseroan diubah menjadi PT Transindo Multi Prima Tbk.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 56 tertanggal 25 Februari 2000 dibuat di hadapan Notaris Fathiah Helmy, S.H., di Jakarta yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia dalam Keputusan No. C – 3988. HT.01.04.TH.2000 tertanggal 28 Februari 2000, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan dengan nomor TDP No.090315228222 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan di bawah No.260/RUB.09.03/III/2000 pada tanggal 15 Maret 2000 serta diumumkan dalam Tambahan No. 4862 dari Berita Negara Republik Indonesia No. 69 tanggal 29 Agustus 2000, nama PT Transindo Multi Prima Tbk dirubah menjadi PT Bentoel Internasional Investama Tbk.
Pada tahun 2002 Perseroan meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetornya dari Rp269.325.000.000 menjadi Rp336.656.250.000, sebagaimana tercantum di dalam Akta pernyataan No. 150 tanggal 27 Juni 2002, dibuat di hadapan Indriani Damayanti Siregar, S.H., pengganti dari Elywati Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar mengenai peningkatan modal tersebut telah diterima oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum atas nama Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dari Penerimaan Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. TDP 090315128222 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan di bawah No.1385/RUB.09.03/XI/2002 pada tanggal 5 November 2002 serta telah diumumkan dalam Tambahan No. 1124 dari Berita Negara Republik Indonesia No. 103 tanggal 24 Desember 2002. Anggaran dasar Perseroan terakhir kali dirubah pada tahun 2008 berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat No.238 tanggal 27 Juni 2008 yang dibuat dihadapan Eliwaty Tjitra, SH, Notaris di Jakarta, yaitu dalam rangka penyesuaian anggaran dasar Perseroan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-60855.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 10 September 2008.

Anonymous said...

3. STRUKTUR ORGANISASI
Nicolaas Bernardus Tirtadinata : Presiden Direktur sejak tahun 2006.
Sun Alexander Yapeter : Direktur
Ginawati Wibowo : Direktur
Chrisdianto Tedjawidjaja : Chief Financial Officer
Heru Kuntjoro : Chief Production Officer
Darjoto Setyawan : Presiden komisaris
Harianto Mangkusasono : Komisaris Independen
Frans Setiawan Widjaja : Komisaris.

4. ACTION CONTROL
- Pengawasan Dan Pengendalian
Internal.
Perseroan memiliki Satuan Pengawasan Intern, yaitu Divisi Business Control & Compliance yang memiliki 16 orang karyawan, termasuk 3 orang manajer.
- Prosedur.
Kegiatan pemeriksaan internal di Perusahaan dilakukan secara reguler berdasarkan rencana pemeriksaan tahunan. Aktifitas pemeriksaan internal secara umum dapat dibagi menjadi 4 tahap. Tahap pertama adalah Persiapan Pemeriksaan yang bertujuan untuk memahami Business Process dari aktivitas/program yang diperiksa. Tahap selanjutnya adalah Pemeriksaan Pendahuluan untuk mengidentifikasi masalah atau aspek-aspek yang memerlukan pemeriksaan lanjutan yang meliputi tetapi tidak terbatas pada penelaahan peraturan dan perundang-undangan, Standard Operating Procedure (SOP), PSAK dan kebijakan manajemen serta pengujian terbatas terhadap sistem pengendalian internal.
Selanjutnya adalah Pemeriksaan Lanjutan yang bertujuan untuk melakukan penilaian lebih lanjut terhadap obyek pemeriksaan agar tujuan pemeriksaan sesuai dengan Norma Pemeriksaan. Pemeriksaan ini mencakup pengamatan, pengembangan, analisa dan verifikasi semua informasi penting dan relevan yang diperlukan untuk mendukung temuan pemeriksaan dan rekomendasi perbaikan.

PEOPLE CONTROL
a. Mewajibkan setiap karyawan yang telah mengikuti sosialisasi untuk menandatangani Surat Pernyataan untuk mentaati Kode Etik.
b. Memantau pelaksanaan dan pelanggaran kode etik dengan membuka saluran telepon ke Human Resources & Divisi Business Control & Compliance untuk menerima pengaduan mengenai terjadinya pelanggaran.
c. Secara berkala, Human Resources mengingatkan karyawan melalui e-mail agar mentaati kode etik beserta sanksi yang sudah diberikan kepada Pelanggar berupa Surat Peringatan sampai Pemutusan Hubungan Kerja.
Dengan Penerapan Kode Etik ini, Perseroan mengharapkan agar semua pihak, baik manajemen maupun karyawan memiliki komitmen untuk menghormati dan mentaati hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kebijakan Perseroan yang terkait dengan seluruh aktivitas operasionalnya.

RESULT CONTROL
Hasil yang dicapai dari kerja sama yang baik dapat terlihat dari kinerja penjualan yang mencakup peningkatan volume penjualan, peningkatan jumlah pelanggan yang dikunjungi, peningkatan tingkat efektif penjualan dari setiap kunjungan tenaga penjualan, peningkatan keberadaan rokok di setiap pelanggan yang dikunjungi oleh tenaga penjualan, dan juga penurunan tingkat kekosongan rokok di tingkat pelanggan.

5. USULAN STRATEGI PENGENDALIAN
PT. BENTOEL sudah mempunyai strategi pengendalian yang baik dan terarah. Namun alangkah lebih baik jika PT. BENTOEL dalam action control menambahkan untuk jaringan pemasaran agar diperluas.

6. KESIMPULAN
Strategi pengendalian terdapat 3 macam yaitu, action control, people control, result control. Ketiga hal tersebut saling berkaitan, saling mengisi dan saling melengkapi. Masing - masing strategi memiliki kekuatan yang bisa digunakan bersama - sama.

7. PENUTUP
Setiap perusahaan memerlukan suaru penjaminan yang dapat dipercaya untuk dapat mencapai tujuan yang tekah ditetapkan. Sitem pengendalian tersebut ada di sistem pengendalian manajemen yang salah satunya adalah strategi pengendalian.

8.DAFTAR REFERENSI
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
www.pt bentoel.co.id

Anonymous said...

NAMA : DIMAS BAYU ADITYA
NIM : C1C004081
I. Pendahuluan
Sebuah organisasi terdiri dari sekelompok orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu bersama(dalam sebuah organisasi bisnis tujuannya adalah mencapai tingkatan profit yang memuaskan). Proses pengendalian manajemen adalah proses dimana manajer pada seluruh tingkatan memastikan bahwa orang-orang yang mereka awasi mengimplementasikan stategi yang dimaksudkan. Dan yang akan di bahas pada paper ini adalah salah satu dari strategi pengendalian tersebut yaitu strategi mengendalikan orang(people control).

Anonymous said...

NAMA : DIMAS BAYU ADITYA

NIM : C1C004081

Paper : People control pada PT Adaro Energy Tbk



I. Pendahuluan

Sebuah organisasi terdiri dari sekelompok orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu bersama(dalam sebuah organisasi bisnis tujuannya adalah mencapai tingkatan profit yang memuaskan). Proses pengendalian manajemen adalah proses dimana manajer pada seluruh tingkatan memastikan bahwa orang-orang yang mereka awasi mengimplementasikan stategi yang dimaksudkan. Dan yang akan di bahas pada paper ini adalah salah satu dari strategi pengendalian tersebut yaitu strategi mengendalikan orang(people control) pada PT Adaro Energy Tbk.

Anonymous said...

Nama : Tony Sulistyo P
NIM : C1C005238

Pengandalian Orang (People Control) Pada PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI), Palembang

1. Pendahuluan
Perusahaan merupakan suatu organisasi yang menitik beratkan pada sebuah laba. Karena suatu perusahaan dibiayai oleh pemilik untuk mendapatkan laba yang sesuai dengan keinginan perusahaan. Sesuai dengan prinsip ekonomi yaitu “mengeluarkan modal yang kecil untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya. Oleh karena itu suatu perusahaan harus memiliki strategi-strategi yang tepat untuk memperoleh laba yang cukup besar. Strategi yang dimiliki suatu perusahaan pasti berbeda dengan perusahaan yang lainnya. Karena setiap perusahaan pasti memiliki budaya organisasi yang berbeda-beda.
Pada tulisan ini saya akan membahas tentang strategi perusahaan untuk mengendalikan kinerjanya. Saya akan mencoba sedikit menggambarkan Pengendalian Orang pada PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI).

2. Pengertian Pengendalian Orang (People Control)
Pengendalian orang (people control) adalah suatu strategi pengendalian yang memfokuskan pada tipe-tipe yang dipilih, yang dapat dipercaya untuk melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaan. People Control dipilih untuk meyakinkan organisasi bahwa orang dapat mengendalikan perilaku antar orang-orang yang ada di dalam organisasi.
Pengendalian personal mendasarkan pada suatu pandangan bahwa pada dasarnya manusia meiliki kecenderungan untuk mengendalikan diri sendiri. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang memiliki kesadaran untuk mengerjakan sesuatu yang benar dan mereka akan mendapatkan kepuasan apabila berhasil melakukan suatu pekerjaan dengan baik.
Terdapat tiga cara untuk menerapkan pengendalian personal melalui :
• Seleksi dan penempatan kerja
• Pelatihan
• Perancangan kerja

3. Sekilas tentang PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI)
PT Pupuk Sriwidjaja didirikan pada tanggal 24 Desember 1959 di Palembang, Sumatera Selatan. PT Pusri merupakan pabrik urea pertama di Indonesia. Bermula dengan satu unit pabrik berkapasitas 100 ribu ton urea per tahun, perusahaan mengalami perkembangan pesat sepanjang tahun 1972 hingga 1994 dengan dibangunnya beberapa pabrik baru sehingga meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 2,26 juta ton urea per tahun.
PT Pupuk Sriwidjaja (Persero), yang lebih dikenal sebagai PT Pusri, merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang produksi dan pemasaran pupuk. Secara legal, PT Pusri resmi didirikan berdasarkan Akte Notaris Eliza Pondaag nomor 177 tanggal 24 Desember 1959 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia nomor 46 tanggal 7 Juni 1960. PT Pusri, yang memiliki Kantor Pusat dan Pusat Produksi berkedudukan di Palembang, Sumatera Selatan, merupakan produsen pupuk urea pertama di Indonesia. PT Pusri telah mengalami dua kali perubahan bentuk badan usaha. Perubahan pertama berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1964 yang mengubah statusnya dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perusahaan Negara (PN). Perubahan kedua terjadi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1969 dan dengan Akte Notaris Soeleman Ardjasasmita pada bulan Januari 1970, statusnya dikembalikan ke Perseroan Terbatas (PT).

Anonymous said...

4. Struktur Organisasi PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI)

Berikut adalah struktur organisasi PT. PUSRI:
Komisaris Utama - Parikesit Suprapto, PhD
Komisaris - Adolf Warouw, SH, LLM
Komisaris - Ir. Luluk Sumiarso, MSc
Komisaris - May Jen TNI (Pur) Cholid Ghozali, SE
Komisaris - Drs. Trimada Dani, MM ( RIP / 60 thn)
Komisaris - Ir. Rifana Erni, MBA
Komisaris - Eddy Putra Irawadi, SH

Direktur Utama - Ir. Dadang Heru Kodri, MM
Direktur Keuangan - Drs. Wiyas Yulias Hasbu, Ak, MBA
Direktur SDM dan Umum - Djafarudin Lexy Sonatha, SE, MM
Direktur Pemasaran - Ir. Bowo Kuntohadi, MM
Direktur Produksi - Ir. H. Indra Jaya HM
Direktur Teknik dan Pengembangan - Ir. Sutarto Budidarmo

5. Pengendalian Orang (People Control) pada PT. PUSRI
Pengendalian Personal pada PT. Pupuk Sriwidjaja menitik beratkan pada kinerja karyawannya. Dimana PT. PUSRI memiliki pusat pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Lewat Pusat Pelatihan dan Pengembangan SDM itu, PT. PUSRI memiliki karyawan-karyawan yang bias dibilang handal untuk melakukan kegiatan-kegiatan dalam perusahaan tersebut.
Direksi PT Pusri menetapkan pendirian Pusat Pendidikan dan Pelatihan dengan tujuan untuk meberikan keterampilan baik bagi karyawan baru yang akan menangani operasi pabrik atau bidang kegiatan lainnya maupun untuk menambah dan meningkatkan pengalaman dan pengetahuan bagi setiap karyawan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan ini tidak hanya dipergunakan untuk kepentingan sendiri, tetapi dimaksudkan pula untuk melayani kebutuhan pihak luar baik dari dalam maupun luar negeri dalam rangka pengenbangan teknologi industri pada umumnya.
Garis-garis kebijaksanaan perusahaan di bidang pengembangan tenaga kerja dan latihan meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. Perusahaan memberikan latihan-latihan / lokakarya kepada para karyawan guna meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan teknis di berbagai bidang dalam usaha memenuhi kebutuhan dan pengembangan perusahaan.
2. Perusahaan mengadakan program-program pengembangan manajemen secara berencana, terarah dan berkesinambungan guna meningkatkan kemampuan, keahlian dan keterampilan pejabat-pejabat dalam rangka pembinaan dan pengembangan karyawan bawahan tingkat pelaksana yang menjadi tanggung jawabnya.
3. Perusahaan berusaha menyusun suatu sistem perencanaan karier, termasuk jalur karier bagi karyawan umumnya serta tenaga pimpinan khususnya.
4. Pendidikan dan pelatihan kepada karyawan dengan maksud untuk mengisi dan memperkecil kesenjangan antara hasil kerja (job performance) dengan persyaratan kerja (job requirement).
5. Sebelum seorang calon pegawai disampaikan kepada bagian yang membutuhkannya, perusahaan mewajibkan calon pegawai tersebut mengikuti latihan setempat terlebih dahulu dengan atau tanpa menjalani latihan di kelas (class room training) sebelumnya.
Guna meningkatkan pengetahuan, keahlian dan keterampilan karyawan, perusahaan juga memberikan kesempatan kepada seluruh unit kerja yang ada agar mengizinkan karyawannya untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan baik yang diselenggarakan oleh PT Pusri maupun yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pendidikan di luar PT Pusri. Guna menunjang aktivitas Pusat Pendidikan dan Latihan diadakan kerjasama antara PT Pusri dengan Lembaga-lembaga Pendidikan, Perguruan Tinggi dan Lembaga Ilmu Pengetahuan umunya.
Kerjasama dengan lembaga-lembaga dan badan-badan resmi tersebut bertujuan untuk mengembangkan teknologi industri pada umumnya sesuai dengan tingkat intensitas masing-masing pihak. Secara khusus Lembaga Pendidikan dan Perguruan Tinggi yang banyak memiliki tenaga ahli dapat memberikan kuliah dan pertukaran pengalaman kepada PT Pusri yang membutuhkan.

Anonymous said...

6. Usulan Pengendalian Orang (People Control) pada PT. PUSRI
Usulan untuk PT. PUSRI agar dapat memantau karyawan-karyawannya lebih teliti agar dapat terlihat perbadaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diadakannya pelatihan tersebut.

7. Kesimpulan
Penegendalian orang (people control) pada PT. PUSRI sudah cukup baik karena PT. PUSRI memiliki Pusat Pendidikan dan Pelatihan sendiri. Jadi dengan adanya Pusat Pendidikan dan Pelatihan itu diharapkan seluruh karyawan dapat mengembangkan dirinya dengan pelatihan-pelatihan yang diadakan.

8. Penutup
Dalam pencapaian tujuan suatu perusahaan, hal yang paling berperan adalah sistem pengendaliannya dan strategi pengendalian. Apabila strategi pengendalian suatu perusahaan sudah baik maka perusahaan dapat mencapai keberhasilannya. Oleh karena itu, strategi pengendalian harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Strategi pengendalian harus dilaksanakan secara efektif dan efisien.

9. Daftar Referensi
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
www.pusri.co.id (situs resmi PT. PUSRI)

Anonymous said...

NAMA:DWI AYU JUNIANTI
NIM:C1C007007

BANK PANIN

1.PENDAHULUAN
Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang besar pengaruhnya dalam penyediaan dana bagi masyarakat, terutama bagi perkembangan hidup suatu badan usaha sehingga turut membantu dalam usaha meningkatkan perekonomian. Bank mempunyai peranan penting dalam pengumpulan dana dari masyarakat kemudian mendistribusikannya lagi ke dalam masyarakat serta berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran (perantara keuangan).

Anonymous said...

TUGAS TERSTRUKTUR
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

INDAH WIDYAWATI
C1C007058

PENGENDALIAN ASET

1.PENDAHULUAN

Sebagai suatu perusahaan yang notabene berskala besar PT HERO supermarket sangat perlu melakukan dan mempunyai pengendalian aset yang baik. Terutana dalam hubungannya dengan keberlangsungan perusahaan ini.
Terlebih lagi jika dikautkan dengan beragamnya aset yang dimiliki.

Anonymous said...

2.PENGERTIAN PENGENDALIAN ASET
Pengertian Struktur Pengendalian Intern
Struktur pengendalian intern sebagai suatu tipe pengawasan diperlukan karena adanya keharusan untuk mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab dalam suatu organisasi. Seorang manajer/pemilik perusahaan yang merasa tidak memiliki cukup waktu dan kemampuan untuk mengelola sendiri semua kegiatan perusahaannya, akan mendelegasikan wewenang dan tanggung jawabnya kepada orang lain. Tetapi bersamaan dengan atau segera setelah pemilik perusahaan mendelegasikan wewenang dan tanggung jawabnya, pada saat itu pula dirasakan suatu kebutuhan untuk senantiasa mengawasi pelaksanaan kegiatan dan hasil-hasil yang dicapai oleh para fungsionaris tersebut.
Menurut Standar Profesional Akuntan Publik (2001:319.2) pengendalian intern sebagai suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan berikut ini : (a) keandalan pelaporan keuangan, (b) efektivitas dan efisiensi operasi, (c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Kemudian,aktiva tetap adalah kekayaan perusahaan yang memiliki wujud (tangible fixed assets), mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun, dan diperoleh perusahaan untuk melakukan kegiatan perusahaan, bukan untuk dijual kembali.
Dalam kaitan ini Manajemen Aset diartikan sebagai suatu kegiatan manajemen dalam mengelola penggunaan dana yang ditujukan dalam rangka meningkatkan control atau pengawasan terhadap aktiva tetap dan revaluasi aktiva tetap yang disesuakan dengan nilai wajar yang berbasis pada nilai pasar.

Anonymous said...

3.SEKILAS TENTANG HERO
PT Hero Supermarket PT Hero Supermarket
Jalan Gatot Subroto, Nr 177 Jalan Gatot Subroto, Nr 177
Jakarta Selatan 12870 Jakarta Selatan 12870
Indonesia Indonesia Tel: Tel: 62/21/829-8760 62/21/829-8760 URL: URL: http://www.hero.co.id http://www.hero.co.id

Grup kegiatan utama operasi supermarket dan hypermarket, perdagangan dan menyediakan layanan ritel.Ritelnya menyediakan baik makanan dan non-makanan berbagai barang dagangan termasuk makanan segar, bahan makanan dan produk-produk pribadi.. Grup beroperasi 24 Giant hypermarket, 55 Hero supermarket, 48 Giant supermarket, 173 kesehatan dan kecantikan Guardian dan 107 toko Starmart minimarkets seluruh Indonesia.

4.STRUKTUR ORGANISASI
John Callagahan
President Director
Mabel Thela Iskandar
Director
Anton Lukmanto
Director
Sugiyanto Wibawa
Director
Vincent Jean Jegou
Director
Ipung Kurnia
President Commissioner
Ali Darwin
Independent Commissioner
Dorodjatun Kuntjoro-Jakti
Independent Commissioner
Budi Setiadharma
Commissioner
Seng Pol Poh
Commissioner

Anonymous said...

5.STATEGI PENGENDALIAN ASET DI PT HERO

Dengan beragamnya barang dan layanan yang dinerikan PT HERO pastinya akan sangat susah memantau berbagai macam bentuk kesalahan baik disengaja atau tudak yang nantinya akan berpengaruh pada hasil akhir yakni laba yag telah dutargetkan sebelumnya.
Belun lagi resiko pencurian serta penggelapan yang dari awal penbentukan usaha merupakan resiko yang sangat dikhawatirkan serta hendak ditanggulangi keberadaannya.
Oleh karenanya PT HERO menerapkan beberapa metode yang diharapkan dapat meminimalisir penggelapan aset,diantaranya :
a.menerapkan aturan jika ada ketidak cocokan antara pengeluaran dengan uang yang ditangan kasir diwajibkan untuk menggantinya
b.mengecek fisik semua persediaan barang yang hendak dijual setelah dikurangi dengan barang yang telah dijual.tak lupa dilakukan pengecekan fisik terhadap barang yang ada di gudang,baik yang keluar maupun yang masuk
c.memantau kadaluarsa tiap-tiap item yang memiliki tempo waktu daluarsa
d.manajer lapangan selalu memantau kinerja masing-masing staffnya.
e.selalu mentransfer uang hasil penjualan di hari yang sama.
f.memberikan tiap iten barcode yang nantinya dapat dijadikan alat deteksi bila barang tersebut keluar area transaksi tanpa melalui scanning terlebih dahulu.
6.USULAN STATEGI PENGENDALIAN
jika melihat stategi pengendalian yang dilakukan PT HERO terlihat seperti tidak ada celah untuk sebuah keculasan. Tapi pada kenyataannya, perusahaan hypermarket ini sering mengeluhkan adanya penggelapan uang serta barang yang sangat susah di cari buktinya.
Saran saya, PT HERO mulai berinisitif untuk memasang CCTV hal ini perlu dilakukan agar segala kecurangn yang mungkin tidak dapat dianati karena faktor kelengahan dapat diminimalisir.selain itu hasil rekaman ini pun dapat dan sah dijadikan barang bukti pemeriksaan juka nantinya akan dipidanakan.
Kemudian sedikit meniru cara luar negeri yang kian hari kian menyempurnakan hasilnya,yakni “don't accepts cash” atau tidak menerima kas. Kas akan digantikan peranannya oleh kartu kredit. Pada awalnya mungkin akan sulit dilakukan mengingat kultur serta kondisi indonesia.tapi semakin sedikit sebuah transaksi menggunakan kas,semakin aman dari penyelewengan. Karena semuanya akan tereport dengan jelas.

Anonymous said...

7.KESIMPULAN
Unsur pengendalian internal aset meliputi organisasi, sistem otorisasi, prosedur pencatatan, praktek yang sehat
8.PENUTUP
Sebesar apapun sebuah perusahaan dan sesempurna papun sebuah sistem pengendalian tidak akan berdaya melawan manusia pelaku sisten tersebut. Meminjam perkataan dosen MSC Bpk AGUNG PRAPTAPA hal tersebut dikarenakan 20% manusia dilahirkan tidak akan mencuri dalam kondisi apapun, 20% lagi akan mencuri dalam kondisi apapun, san sisanya 60% akan mencuru jika ada kesempatan.
Namun,sungguh tidak ada ruginya jika kita menangulanginya dengan sebaik mungkin yang kita bisa.bukankah lebih baik mencegah drpd mengobati dan saya yakin kejahatan dapat dicegah.

9.REFERENSI
www.seminar-infornation.org
http://www.hero.co.id http://www.hero.co.id

The Upstar said...

"RALAT ATAS"
Nama : Riki Vanadisya Silverona
NIM : C1C007135

Action Control Otsuka Pharmaceutical Co. Ltd

Pendahuluan :
Strategi pengendalian perusahaan umumnya mencakup 3 strategi pengendalaian agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik, yaitu pengendalian hasil ( result control ), pengendalian aksi ( action control ), dan pengendalian orang ( people control ). Action Control merupakan strategi pengendalian yang menekankan aspek aktvitas (action), yaitu segala kegiatan yang dilakukan oleh karyawan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Anonymous said...

Nama : Kuswidianto D S
NIM : C1C007124

People Control Pada PT PUSRI

1. Pendahuluan

Perusahaan perlu mengendalikan karyawannya agar seluruh kegiatan perusahaan berjalan lancar. Pengendalian Karyawan juga menjadi tolak ukur apakah perusahaan itu bagus atau tidak. Dengan adanya pengendalian karyawan yang baik, hal ini akan memudahkan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Pemimpin harus bisa mengendalikan karyawannya. Pengendalian karyawan menjadikan karyawan lebih berkompeten dalam melaksanakan tugasnya, sehingga meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja.

2. Pengertian
People control adalah suatu strategi pengendalikan yang memfokuskan pada tipe-tipe orang yang dipilih, yang dapat dipercaya untuk melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya. People control biasanya dilakukan oleh manajer atau pihak-pihak yang melakukan pengendalian tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cukup tentang bagaimana suatu pekerjaan seharusnya dilakukan. Karena itulah sangat diperlukan people control di suatu perusahaan.

3. Profil Perusahaan

PT Pupuk Sriwidjaja didirikan pada tanggal 24 Desember 1959 di Palembang, Sumatera Selatan. PT Pusri merupakan pabrik urea pertama di Indonesia. Bermula dengan satu unit pabrik berkapasitas 100 ribu ton urea per tahun, perusahaan mengalami perkembangan pesat sepanjang tahun 1972 hingga 1994 dengan dibangunnya beberapa pabrik baru sehingga meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 2,26 juta ton urea per tahun.
Mengiringi pembangunan pabrik-pabrik baru dan bersamaan dengan munculnya sejumlah pabrik pupuk lain di Indonesia, PT Pusri mulai mengubah orientasi produksi ke orientasi pasar. Dengan bantuan pinjaman Bank Dunia, PT Pusri membangun jaringan distribusi dan pemasaran - berikut sarana dan prasarana pendukungnya hingga menjangkau segenap pelosok Nusantara. Sejak tahun 1979 pemerintah menugaskan PT Pusri untuk melaksanakan distribusi dan pemasaran pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah Indonesia hingga dibebaskannya tata niaga pupuk, serta saat ini pemerintah memutuskan dibentuknya rayonisasi wilayah pemasaran dan distribusi pupuk bersubsidi mulai tahun 2003.
Di samping membangun kompetensi di bidang distribusi dan pemasaran, perusahaan juga memberikan perhatian khusus kepada pembinaan SDM dalam proses alih teknologi untuk menangani pemeliharaan dan pembangunan pabrik pupuk secara swakelola.
Sebagai cikal bakal industri pupuk nasional, PT Pusri merupakan pemasok tenaga-tenaga ahli perpupukan yang handal bagi perusahaan-perusahaan pupuk Indonesia yang didirikan kemudian. Banyak tenaga ahli PT Pusri yang dipercaya memberikan bantuan konsultasi dalam berbagai masalah di pabrik-pabrik pupuk di dalam negeri maupun mancanegara.
PT Pusri juga mengembangkan usaha-usaha bernilai tambah tinggi, yaitu jasa-jasa teknologi yang terkait dengan bisnis ini. Misalnya, teknologi proses produksi ACES 21 yang dikenal efisien dan hemat energi - hasil riset dan pengembangan PT Pusri bekerjasama dengan Toyo Engineering Corporation (TEC) dari Jepang. ACES 21 merupakan sebuah inovasi dengan visi berjangkauan jauh ke depan yang menjadikan PT Pusri sebagai produsen pupuk yang memiliki technical know-how dalam pengelolaan dan pemeliharaan pabrik pupuk secara efisien.
Kombinasi keunggulan di bidang produksi, distribusi dan pemasaran, SDM dan teknologi menjadikan PT Pusri sebagai pemain terdepan dalam industri pupuk nasional.
4. Struktur Organisasi
Komisaris Utama - Parikesit Suprapto, PhD
Komisaris - Adolf Warouw, SH, LLM
Komisaris - Ir. Luluk Sumiarso, MSc
Komisaris - May Jen TNI (Pur) Cholid Ghozali, SE
Komisaris - Drs. Trimada Dani, MM ( RIP / 60 thn)
Komisaris - Ir. Rifana Erni, MBA
Komisaris - Eddy Putra Irawadi, SH
Direktur Utama - Ir. Dadang Heru Kodri, MM
Direktur Keuangan - Drs. Wiyas Yulias Hasbu, Ak, MBA
Direktur SDM dan Umum - Djafarudin Lexy Sonatha, SE, MM
Direktur Pemasaran - Ir. Bowo Kuntohadi, MM
Direktur Produksi - Ir. H. Indra Jaya HM
Direktur Teknik dan Pengembangan - Ir. Sutarto Budidarmo

Anonymous said...

5. Pembahasan
Direksi PT Pusri menetapkan pendirian Pusat Pendidikan dan Pelatihan dengan tujuan untuk meberikan keterampilan baik bagi karyawan baru yang akan menangani operasi pabrik atau bidang kegiatan lainnya maupun untuk menambah dan meningkatkan pengalaman dan pengetahuan bagi setiap karyawan.
Pusat Pendidikan dan Pelatihan ini tidak hanya dipergunakan untuk kepentingan sendiri, tetapi dimaksudkan pula untuk melayani kebutuhan pihak luar baik dari dalam maupun luar negeri dalam rangka pengenbangan teknologi industri pada umumnya.
Garis-garis kebijaksanaan perusahaan di bidang pengembangan tenaga kerja dan latihan meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. Perusahaan memberikan latihan-latihan / lokakarya kepada para karyawan guna meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan teknis di berbagai bidang dalam usaha memenuhi kebutuhan dan pengembangan perusahaan
2. Perusahaan mengadakan program-program pengembangan manajemen secara berencana, terarah dan berkesinambungan guna meningkatkan kemampuan, keahlian dan keterampilan pejabat-pejabat dalam rangka pembinaan dan pengembangan karyawan bawahan tingkat pelaksana yang menjadi tanggung jawabnya.
3. Perusahaan berusaha menyusun suatu sistem perencanaan karier, termasuk jalur karier bagi karyawan umumnya serta tenaga pimpinan khususnya.
4. Pendidikan dan pelatihan kepada karyawan dengan maksud untuk mengisi dan memperkecil kesenjangan antara hasil kerja (job performance) dengan persyaratan kerja (job requirement)
5. Sebelum seorang calon pegawai disampaikan kepada bagian yang membutuhkannya, perusahaan mewajibkan calon pegawai tersebut mengikuti latihan setempat terlebih dahulu dengan atau tanpa menjalani latihan di kelas (class room training) sebelumnya.
Guna meningkatkan pengetahuan, keahlian dan keterampilan karyawan, perusahaan juga memberikan kesempatan kepada seluruh unit kerja yang ada agar mengizinkan karyawannya untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan baik yang diselenggarakan oleh PT Pusri maupun yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pendidikan di luar PT Pusri.
Guna menunjang aktivitas Pusat Pendidikan dan Latihan diadakan kerjasama antara PT Pusri dengan Lembaga-lembaga Pendidikan, Perguruan Tinggi dan Lembaga Ilmu Pengetahuan umunya.
Kerjasama dengan lembaga-lembaga dan badan-badan resmi tersebut bertujuan untuk mengembangkan teknologi industri pada umumnya sesuai dengan tingkat intensitas masing-masing pihak. Secara khusus Lembaga Pendidikan dan Perguruan Tinggi yang banyak memiliki tenaga ahli dapat memberikan kuliah dan pertukaran pengalaman kepada PT Pusri yang membutuhkan.
6. Usul
Saya rasa PT PUSRI sudah melakukan pengendalian karyawan cukup baik. Berbagai langkah dilakukan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Pendidikan dan Pelatihan dengan tujuan untuk meberikan keterampilan baik bagi karyawan baru yang akan menangani operasi pabrik atau bidang kegiatan lainnya maupun untuk menambah dan meningkatkan pengalaman dan pengetahuan bagi setiap karyawan. Saran saya adalah Pelatihan dan Pendidikan kepada karyawan sebaiknya dilaksanakan setiap tahun. Ada baiknya dalam menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di luar jawa. Contohnya Universitas Jenderal Soedirman yang menghasilkan lulusan yang bermutu.
7. Kesimpulan
People control merupakan bentuk pengendalian yang bersifat natural atau alamiah. Kelebihan lain dari people control adalah dari aspek efek samping. Namun demikian, people control sangat dipengaruhi oleh keseriusan pimpinan dalam membentuk kultur organisasi. People control akan melengkapi strategi pengendalian lain yaitu result control dan action control.
8. Penutup
pengendalian karyawan yang sangat bagus. PT PUSRI benar-benar mengembangkan potensi karyawannya agar kinerjanya lebih baik dengan melakukan berbagai training, pelatihan dan pendidikan.

9. Daftar Referensi
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

www.pusri.co.id

Stephanie said...

Nama : Stephanie Giskha Indira
NIM : C1C007115


PEOPLE CONTROL DI PT. PUPUK KALTIM

A.Pendahuluan
Setiap perusahaan pasti membutuhkan sistem pengendalian untuk melaksanakan semua kegiatan diperusahaannya agar tujuan perusahaan yang telah ditetapkan selalu terjamin untuk dapat tercapai.
Terdapat tiga strategi agar sistem pengendalian dalam perusahaan dapat bekerja dengan baik, yaitu melalui result control (pengendalian hasil), action control (pengendalian aksi), dan people control (pengendalian orang). Dan penulis akan membahas people control yang diterapkan oleh PT. Pupuk kaltim dalam paper ini.

Anonymous said...

NAMA:RISTIA RAKHMANIAH
NIM :C1C006087

RESULT CONTROL PADA PT RAJAWALI CITRA TELEVISI INDONESIA (RCTI)

1.PENDAHULUAN
Dapat dipastikan di dalam suatu perusahaan terdapat berbagai macam tujuan yang ingin dicapai oleh tiap-tiap individu yang berada di dalamnya. Apalagi jika perusahaan tersebut adalah perusahaan besar, maka semakin kompleks pulalah tujuan yang ingin dicapainya. Untuk itulah penting adanya suatu pengendalian agar tujuan dari masing-masing pribadi yang berada di dalamnya tidak berbenturan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Dalam paper ini, saya akan membahas mengenai result control yang ada pada PT Rajawali Citra Televisi Indonesia atau yang lebih kita kenal sebagai RCTI.

Anonymous said...

Nama : Teguh Purwanto
NIM : C1C007095




ACTION CONTROL PADA ORGANISASI : STUDI KASUS PT. PT PLN

a. Pendahuluan
Karyawan merupakan unsur yang penting di dalam sebuh perusahaan. Perusahaan harus dapat mengendalikan karyawan agar aktivitas perusahaan tidak terganggu akibat ulah karyawan yang tidak menjalankan pekerjaannya dengan benar. Sehingga perusahaan diharuskan mempunyai kontrol aktivitas terhadap karyawan atau yang sering disebut dengan action control disebut juga pengendalian aktivitas.

ike cahyaningtyas p said...

NAMA : IKE CAHYANINGTYAS P
NIM : C1C007142

PEOPLE CONTROL PT INDONESIA POWER (CABANG UPB PRIOK)

1.PENDAHULUAN
Berbagai kebijaksanaan yang ditetapkan sehubungan dengan era globalisasi membawa dampak yang besar bagi perusahaan, salah satunya adalah perusahaan dituntut untuk beroperasi secara lebih efektif dan efisien. Perusahaan harus mampu mengikuti perkembangan dunia usaha yang sangat dinamis. Untuk itu organisasi perusahaan harus dapat meningkatkan kinerja dan kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang ada untuk dapat terus bersaing. Perusahaan harus terus-menerus memantau perubahan yang terjadi di lingkungan yang dihadapinya dan bersikap responsif terhadap setiap perubahan yang terjadi. Kesiapan dan kemauan perusahaan mengikuti perkembangan dunia usaha akan membuat perusahaan selalu siap untuk bersaing dan berkembang. Perkembangan ini harus diikuti dengan perkembangan manajemen sebab manajemen yang baik akan membantu perusahaan meraih tujuannya.
Segala upaya yang dilakukan dalam meraih tujuan perusahaan harus dengan efektifitas penggunaan sumber daya yang efisien. Dan seiring dengan meningkatnya ukuran dan aktivitas perusahaan juga akan semakin meningkatkan kegiatan pihak manajemen. Perusahaan yang besar dan kompleks menuntut organisasi memiliki pusat pertanggungjawaban yang akan melaksakan kegiatan, mengawasi dan mengevaluasi kinerjanya agar dapat dicapai hasil yang maksimal sesuai dengan tujuan umum perusahaan. Dengan demikian kegiatan manajemen akan semakin kompleks pula. Kegiatan ini antara lain adalah perencanaan dan pengendalian. Perencanaan adalah dimaksudkan untuk menetapkan lebih dahulu arah yang akan dituju perusahaan dan cara untuk mencapai tujuan tersebut. Pengendalian adalah proses teratur yang membantu perusahaan dalam melaksanakan rencana untuk meraih tujuan sehingga kinerja perusahaan akan meningkat dan mampu bersaing. Secara singkat proses ini terdiri dari mengukur dan mengevaluasi hasil aktual dengan rencana kerja dan mengambil tindakan korektif apabila dipandang perlu. Kemudian proses ini diimplementasikan melalui sistem pengendalian manajemen.
Pentingnya sistem pengendalian manajemen dilaksanakan oleh perusahaan karena sistem pengendalian manajemen mempengaruhi perilaku manusia.Dengan adanya suatu sistem itu berbagai ragam aktivitas dapat terkoordinir dan terarah menuju satu tujuan bersama. Dengan kebersamaan untuk mencapai tujuan oleh setiap unit kerja akan memberikan kekuatan pada perusahaan dalam merespon perubahan yang terjadi di lingkungan ekternal juga, sehingga kemudian dapat ditentukan langkah-langkah antisipasi yang meminimalkan kemungkinan terganggunya aktivitas dan usaha pencapaian tujuan. Selain itu juga mampu menyediakan informasi dalam struktur komunikasi yang memadai sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Anonymous said...

NAMA: HADI DWI SUJIANTO
NIM : C1C007042
1. PENDAHULUAN
Di era globalisasi ini, perekonomian dalam duinia pasar modal sangat berkembang sangat pesat. Banyak perusahaan-perusahaan yang meningkatkan investasinya dan berlomba untuk mendapatkan modal yang seinggi-tingginya melalui investasi dari para investor. PT Kustodian Sentral Evek Indonesia sebagai perusahaan jasa sangatlah perlu dan berkewajiban untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada para investor maupun calon investor dalam menjaga keamanan dalam transaksi di pasar modal. Oleh karena itu sangatlah diperlukan suatu pengedalian kinerja yang bertujuan untuk mengawasi kinerja dari internal PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai pemegang peranan penting dalam nenjaga keamanan transaksi dan juga sebagai penilaian terhadap bagus atau tidaknya seorang karyawan dalam tanggung jawabnya terhadap pekerjaan.

Anonymous said...

NAma :sri oktaria pradana
NIM ;C1C006143

pengendalian asset pada PT PJB Service


1. Pendahuluan
Dalam beberapa unit usaha, pusat perhatiannya adalah pada lab yang diukur dari selisih antara pendapatan dan pengeluaran. Namun dalam beberapa unit usaha yang lain, laba dibandingkan dengan asset yang digunakan untuk meraih laba tersebut. Oleh karena itu, asset merupakan harta yang paling penting dalam unit usaha tersebut yang harus dikelola dan dikendalikan dengan baik agar dapat menjaga kesinambungan usaha tersebut.

Anonymous said...

Nama : Adam Febrian Nispawijaya
Nim : C1C007061

1. Pendahuluan
Suatu perusahaan mempunyai strategi pengendalian yang berbeda antar satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Strategi pengendalian di rancang agar perusahaan dapat mencapai apa yang menjadi tujuannya. Tiga stategi pengendalian menurut Merchant yaitu strategi pengendalian melalui pengendalian hasil (result control), pengendalian aksi (action control), dan pengendalian orang (people control).

Anonymous said...

Nama : Danang Adi N.
NIM : C1C007130

ACTION CONTROL PT POS INDONESIA (Persero}

1. Pendahuluan
Karyawan merupakan unsur yang penting di dalam sebuh perusahaan. Perusahaan harus dapat mengendalikan karyawan agar aktivitas perusahaan tidak terganggu akibat ulah karyawan yang tidak menjalankan pekerjaannya dengan benar. Sehingga perusahaan diharuskan mempunyai kontrol aktivitas terhadap karyawan atau yang sering disebut dengan action control disebut juga pengendalian aktivitas.

Anonymous said...

RIDHO LAZUARDI (C1C006144)
HOTEL SAHID JAYA INTERNASIONAL

Akang Ito said...

TIRTO ADHISURYO
C1C007084
Result Control pada PT Semen Padang

1. Pendahuluan
Pada sebuah perusahaan yang tergolong dalam perusahaan manufaktur, result control sangatlah penting dalam menjadi sebuah tolok ukur keberhasilan dalam menjalankan kegiatannya. Setiap perusahaan memerlukan Strategi pengendalian yang tepat. Secara teoritis, ada tiga jenis sistem pengendalian dalam sebuah control system. Yang pertama adalah pengendalian orang (people control), yang kedua adalah pengendalian aksi (action control) dan yang ketiga adalah pengendalian hasil (result control). Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan tentang PENGENDALIAN HASIL PADA PT SEMEN PADANG.

2. Pengertian Result Control
Action control merupakan strategi pengendalian yang menekankan aspek aktivitas (action), yaitu segala kegiatan yang dilakukan oleh karyawan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. People control yaitu pendekatan pengendalian yang menekankan pada jenis atau karakteristik orang-orang yang bekerja yang diharapkan akan mampu menjalankan tugas mereka untuk mencapai tujuan organisasi.Pengendalian kinerja merupakan system pengendalian dengan ukuran kinerja sebagai indicator sukses atas pencapaian tujuan.

Akang Ito said...

3. Tentang PT Semen padang

PT Semen Padang merupakan pabrik semen tertua di Indonesia yang didirikan pada tanggal 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappi (NV NIPCM). Pabrik mulai berproduksi pada tahun 1913 dengan kapasitas 22.900 ton per tahun, dan pernah mencapai produksi sebesar 170.000 ton pada tahun 1939 yang merupakan produksi tertinggi pada waktu itu.
Ketika Jepang menguasai Indonesia tahun 1942-1945, pabrik diambil alih dengan menajemen Asano Cement, Jepang. Pada waktu kemerdekaan tahun 1945 pabrik diambil alih oleh karyawan dan selanjutnya diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia dengan nama Kilang Semen Indarung. Pada agresi militer 1 tahun 1947, pabrik dikuasai kembali oleh Belanda dan namanya diganti menjadi NV Padang Portland Cement Maatschappij (NV PPCM).
Berdasarkan PP No. 50 tanggal 5 Juli 1958, tentang penentuan perusahaan perindustrian dan pertambangan milik Belanda dikenakan nasionalisasi, maka NV Padang Portland Cement Maatschappij dinasionalisasikan dan selanjutnya ditangani oleh Badan Pengelola Perusahaan Industri dan Tambang (BAPPIT) Pusat. Setelah tiga tahun dikelola oleh BAPPIT Pusat, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 135 tahun 1961 status perusahaan diubah menjadi PN (Perusahaan Negara). Akhirnya pada tahun 1971 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 menetapkan status Semen Padang menjadi PT Persero dengan Akta Notaris No. 5 tanggal 4 Juli 1972.
Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 5-326/MK.016/1995, Pemerintah melakukan konsolidasi atas tiga Pabrik semen milik Pemerintah yaitu PT Semen Tonasa (PTST), PT Semen Padang (PTSP) dan PT Semen Gresik (PTSG), yang terealisir pada tanggal 15 September 1995, sehingga saat ini PT Semen Padang berada dibawah PT Semen Gresik Tbk (Semen Gresik Group).

Akang Ito said...

4. Struktur Organisasi
Dewan Komisaris
1. Letjen TNI (Purn) Muzani Syukur
Komisaris Utama
2. Prof. Dr. Elwi Danil, SH. MH
Komisaris
3. Dr. H. Syofwan Karim Elha, MA
Komisaris
4. Dr. Ir. Imam Hidayat, MM
Komisaris
5. H. Basril Djabar
Komisaris

Dewan Direksi
1. Drs. Endang Irzal, Ak. MBA
Direktur Utama
2. Drs. Epriliyono Budi, Ak. MM
Direktur Keuangan.
3. Ir. Widodo Santoso, MBA
Direktur Pemasaran
4. Ir. Tresdi Arma, MM
Direktur Litbang dan Operasi
5. Ir. Munadi Arifin, SE, Ak, MM
Direktur Produksi

Akang Ito said...

5. Result Control di Perusahaan
Desain, Pabrikasi dan Konstruksi
Non-cement product merupakan salah satu produk PT SEMEN PADANG yang berpotensi untuk di kembangkan, meliputi aktifitas desain, pabrikasi, konstruksi dan juga trial-run / commissioning
Aktifitas desain dan pengembangan engineering dilaksanakan oleh Biro Rancang Bangun, aktifitas fabrikasi oleh Biro Workshop dan altifitas konstruksi oleh Biro konstruksi. Ketiga aktifitas dikoordinasikan dan dikontrol oleh koordinator Perencanaan dan dan pengendalian dengan fungsi sebagai Quality Assurance, Quality kontrol, Project Monitoring, Estimator, Material Engineering dan Project Cost. Docomentasi dan pengarsipan seluruh file keteknikan ditangani oleh unit Administrasi Teknik. Sistem mutu dibidang design, fabrikasi dan konstruksi telah disertifikasi oleh badan sertifikat dari SGS untuk sertifikat ISO 9001:2000.

Rancang Bangun
Biro Rancang Bangun yang terdiri dari 4 unit Bidang; Perancangan Proses, Perancangan Sipil, Perancangan Listrik & Instrumen. Produk yang dihasilkan adalah flow sheet, mass & energy balance, pemilihan peralataan, proses analisis, lay out, fundation & eection (FE) drawing, separate FE, legend, assembly drawing, part list, shop drawing, design structure, survey topography, soil invertigation, design arsistektur, sistem pengkabelan, rangkaian listrik, sistem lighting, grounding system, perancangan kontrol panel, perancangan sistem kontrol.
Pabrikasi
Biro Workshop mempunyai kemampuan melakukan pekerjaan fabrikasi khususnya pekerjaan yang tekait degan work plate. Peralatan pendukung adalah cutting equipment, formaing equipment, machining equipment, handling equipment, blasting & painting equipment, auqilqry equipment dan peralatan listrik & instrument.
Konstruksi
Biro Konstruksi mempunyai kemampuan dalam bidang konstruksi untuk melaksanakan proyek-proyek pengembangan pabrik di bidang sipil, mesin, listrik dan instrument.
Fasilitas Untuk Riset
Untuk menentukan kehandalan dan kemanpuan peralatan hasil design sebelum dipasangkan pada pabrik maka dilakukan serangkaian uji coba pada laboratorium Rekayasa. Penelitian dibidang kontrol dan teknik instrumentasi dilakukan pada laboratorium Automation, sedangkan pengembangan untuk produk hiliran dari semen dilakukan pada laboratorium Beton.
Produk-produk yang telah dihasilkan oleh Departemen Rancang Bangunan dan Rekayasa, antara lain :
 Material Handling Equpment meliputi : Rubber Belt Conveyor, Screw Conveyor, Pneumatic Gravity / Fluxo Slide, Bucket Elevator.
 Dust Collecting Equipment meliputi : Elektrrostatic Precipitator (EP), Dust Filter.
 Supplementary Equipment meliputi : Ducting, Fan impeller & Casing, Chute, Hopper/Bin.
 Hard Facing meliputi : Roller Tire, Table Liner.
 Process Equipment : Cyclone Preheater, kiln shell, Tube Mill, Vertical mill Body, Grate Cooler, High Eff. Separator, Crusher.
 Dispatch Facility : Inline Packer, Bag Counter pada jalur bag conveyor.
 Produk-produk beton antara lain flay ash beton, beton ringan dsb.

Akang Ito said...

6. Usulan Result Control
PT Semen Padang harus terus menjaga kualitas produk yang dihasilkan, ini semata-mata demi menjaga kepercayaan dan kesetiaan konsumen. Selain PT Semen Padang, ada beberapa perusahaan yang memroduksi produk yang serupa (semen). Ini merupakan hal yang harus diwaspadai. Karena perusahaan lain bisa saja menjadi saingan yang cukup berat bagi PT Semen Padang.
PT Semen Padang juga harus senantiasa meningkatkan kemampuan manajerial yang ada di dalam perusahaan tersebut. Mengadakan pengujian secara berkala dan mungkin saja pengujian secara mendadak, untuk mengontrol produk yang dihasilkan. Kemudian menyusun target-teret perusahaan ke depannya, sehingga perusahaan akan terus “hidup” dan memberikan layanan-layanan yang prima kepada konsumennya.

7. Kesimpulan
Pada dasarnya, perusahaan manufaktur sangat memerlukan kontrol produknya, karena jika produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan oleh konsumen, atau bahkan dianggap tidak bagus oleh konsumen, maka perusahaan tersebut dianggap tidak dapat bersaing dengan perusahaan lain yangs sejenis. Maka, orang-orang yang diserahi tugas dalam bidang result control haruslah orang-orang yang berpengalaman, berpikir cerdas dan bersikap dewasa dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan.

8. Penutup
Result control tak dapat berdiri sendiri, ia haruslah ditopang dan bekerjasama dengan bagian-bagian dalam control system yang lainnya. Intinya, ketiga unsur control system harus dilaksanakan secara konsisten dan terpadu.

9. Daftar Referensi
Referensi buku:
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling People, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Referensi Internet:
http://www.google.co.id
http://www.semenpadang.co.id

Anonymous said...

NAMA : NUNGKY ARIYANI
NIM : c1c004021

RESULT CONTROL PT. PRIMATEXCO INDONESIA.

1. PENDAHULUAN
Setiap perusahaan memerlukan Strategi pengendalian yang tepat. strategi pengendalian agar perusahaan dapat mencapai apa yang menjadi tujuannya yaitu Go public, ada 3 strategi pengendalian agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik yaitu pengendalian hasil, pengendalian aksi, pengendalian orang.

Anonymous said...

Rifan Kusuma
C1C006026

STTRATEGI PENGENDALIAN PT JAKARTA SETIABUDI IN
TERNASIONAL Tbk

1. Pendahuluan
Perusahaan adalah sebuah organisasi yang bertujuan untuk dapat menghasilkan kemakmuran bagi shareholder dan juga stakeholder dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki secara benar. Di dalam era globalisasi dan persaingan usaha yang semakin ketat maka eksekutif perusahaan semakin mendapatkan tuntutan yang semakin berat yaitu tingginya harapan para shareholder perusahaan atas tingkat keuntungan yang semakin tinggi. Oleh karena itu perusahaan harus memiliki strategi pengendalian yang tepat.

Anonymous said...

nama : ROSEVINA KRISNA MURTI
NIM : C1C005190

SISTEM PENGENDALIAN PT.WINGS SURYA

1. Pendahuluan
Setiap perusahaan dituntut untuk siap menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat dengan perusahaan-perusahaan lain dari seluruh dunia untuk menghadapi globalisasi yang sering dikatakan era dunia tanpa batas. Dengan demikian lingkungan yang dihadapi suatu perusahaan juga akan menjadi semakin kompleks. Secara nasional walaupun ekspor merupakan salah satu jenis usaha yang dapat memberikan tambahan/ pemasukan devisa negara, namun kompleksitas persaingan yang dihadapi perusahaan tersebut akan memaksa setiap perusahaan untuk selalu berusaha meningkatkan pelayanannya terhadap konsumen.Untuk itu perusahaa memerlukan strategi pengendalian manajemen agar perusahaan teteap berjalan dengan baik.


2.Pengertian pengendalian
manajemen
pengendalian manajemen adalah usaha yang tersistematis dari perusahaan untuk mencapai tujuannya dengan cara membandingkan prestasi kerja dengan rencana dan membuat tindakan yang tepat untuk mengoreksi perbedaan yang penting.

Anonymous said...

3. Sekilas Tentang PT.Wings Surya
Tonggak sejarah grup Wings dimulai pada tahun 1948, ketika Ferdinand Katuari dan Harjo Sutanto mendirikan Fa Wings dan memproduksi sabun colek skala home industri. Pada saat itu penjualan dilakukan dengan sistem door to door. Pada tahun 1950 sabun mandi Wings pun mulai dipasarkan.
Sejak tahun 1971, perusahaan ini mulai mengembangkan diri dengan membangun beberapa perusahaan sabun dan detergen. Salah satunya adalah detergen krim dengan merek Ekonomi. Pada tahun 1980, detergen krim dengan merek Wings Biru dan Dangdut dilepas ke pasaran.
Wings tidak berhenti sampai di sini saja. Bersama dengan sejumlah investor (termasuk Grup Salim), Wings mendirikan PT Unggul Indah Cahaya, satu-satunya produsen alkybenzene, yaitu bahan baku dasar produk-produk detergen, di Indonesia.
Tahun 1983 Wings mendirikan PT Multipack yang mempunyai pabrik di Jakarta, yaitu perusahaan kemasan yang menghasilkan plastic container dan kemasan sachet. Sementara pabrik kemasan di Surabaya memproduksi kemasan dalam bentuk corrugated card boxes.
Wings menyadari pentingnya untuk menguasai industri hulu. Karena itu perusahaan ini kembali menanamkan investasi di bisnis hulu melalui PT Petrocentral pada tahun 1986, salah satu penyedia bahan baku yang dibutuhkan oleh Wings.
Pada tahun 1989, Wings mulai tertarik dengan bisnis keramik. Karena itulah, melalui PT Adyabuana Persada, Wings mengeluarkan keramik dengan merek Milan dan Hercules. Selain itu, Wings juga mendirikan Bank Ekonomi yang melayani sektor korporat. Bank ini berfungsi untuk menyediakan kredit bagi para distributor dan agen grup Wings. Pada tahun ini juga, Wings berpatungan dengan Lion Corporation mendirikan PT Lionindo Jaya
Pada tahun 1990, Wings kembali memasarkan detergen batangan dengan merek Extra Aktif dan detergen merek So Klin. Pada tahun 1991, Fa Wings berganti nama menjadi PT Wings Surya.
Pada tahun 1995, Wings membeli lahan plantation PT Damit Mitra Sekawan dan PT Gawi Makmur Kalimantan. Hasil dari lahan perkebunan ini dijadikan minyak kelapa sawit yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri oleochemical. Pada tahun ini juga, Wings berpatungan dengan Siam Cement memasuki bisnis gypsum dan semen fiber melalui PT Siam-Indo Gypsum Industry. Merek yang dikembangkan adalah Elephant.
Karena ada kejadian krismon di Indonesia yang mengakibatkan harga detergen naik, Wings dengan mulusnya memasarkan Daia yang sukses di pasaran. Pada tahun 1998, Wings juga mengakuisisi proyek perumahan Raffles Hill dari pemilik PT Gunung Subur Sentosa. Proyek seluas 145 hektare ini dilengkapi dengan country club, dengan fasilitas olahragayang lengkap serta spa.
Dengan masuknya Daia bukan berarti mematikan produk detergen Wings lainnya, So Klin. Wings juga mengeluarkan Softerner So Klin dan So Klin Pewangi untuk mendukung produk detergen ini.
Pada tahun 2000, Wings membeli saham Ecogreen Oleochemical melalui konsorsium dengan kepemilikan mayoritas 47,7%. Oleochemical merupakan bahan baku industri perawatan tubuh, sabun dan detergen, makanan, plastik, farmasi, dan berbagai indutri lain. Pada tahun 2001, Wings mendirikan perusahaan sekuritas, EkoKapital Sekuritas yang menawarkan jasa equty brokerage, financial advisory, serta layanan perdagangan fixed income.
Tahun 2002 Wings kembali merambah dunia properti dengan membangun Pulogadung Trade Center bersama Djarum. Pada tahun ini juga, Wings kembali mendirikan perusahaan kemasan, PT Unipack yang menfokuskan diri di kemasan fleksibel untuk produk personal care dan makanan.
Pada tahun 2003, Wings menantang Indofood melalui produk mie instantnya, Mie Sedaap yang cukup sukses di pasaran.
Sampai saat ini Wings telah menjadi raksasa bisnis toiletries yang disegani dan ditakuti. Bahkan Wings diperkirakan akan terus berkembang dan melebarkan sayapnya. Saat ini Wings mempunyai 200 produk yang tersedia dengan berbagai ukuran, bungkusan, dan wewangian.

Anonymous said...

4. Srtuktur Oeganisasi PT. Wing
Surya
1. Eksekutif directors
2. direktur utama
3. Direktur operasional dan
hukum
4. direktur pemasaran
5. Direktur keuangan dan
administrasi
6. Manager operasional
7. Manager keu dan adm
8. Adn,operasional
9. Surveyor
10.Staff pemasaran
11. Staff keuangan
12. Staff akunting
5. Penerapan Sistem Pengendalian
Manajemen
Strategi secara umum dapat digambarkan sebagai usaha atau cara-cara tertentu yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu. Strategi dapat diterapkan baik di tingkat corporate maupun di tingkat business unit, Robert N. Anthonydan Govindarajan membagi tingkat strategi corporate berdasarkan identifikasi industri yang digeluti oleh perusahaan tersebut dan membagi strategi business unit berdasarkan kemampuannya menghasilkan return bagi perusahaan.
Sebelum memformulasikan sebuah strategi maka perlu dilakukan analisis yang baik terhadap lingkungan internal maupun eksternal perusahaan. Lingkungan internal perusahaan dapat dianalisis melalui teknologiyang digunakan, kegiatan produksi, usaha pemasaran, distribusi barang dan kegiatan logistik perusahaan. Lingkungan eksternal dapat dianalisis melalui pesaing, pelanggan, pemasok atau supplier, kondisi sosialekonomi serta politik di lingkungan perusahaan tersebut bergerak.
Lingkungan Eksternal Pesaing Pelanggan Pemasok

Anonymous said...

Leading company, seperti Unilever & P&G
Masyarakat menengah kebawah
Wings punya anak perusahaan yang khusus memasok bahan baku untuk bisnis-bisnis yang membutuhkan bahan kimia.
Analisis lingkungan terhadap Wings Group dapat dilihat dalam tabel berikut :

Lingkungan Internal Teknologi Marketing Distribusi Produksi
Menggunakan teknologi terkini untuk mendukung R&D dan produksi R&D yang intensif dan advertising yang provokatif mampu merebut pasar Jalur distribusi sependek mungkin, menjangkau hingga pelosok desa Toiletries, household cleaning, makanandan minuman
beberapa pengendalian perusahaan ini adalah Rules atau peraturan adalah semua yang temasuk dalam instruksi formal dan kontrol, termasuk: standing instructions, job description, standard operating procedures, manuals, dan masalah etis.
Strategi perusahaan mempunyai pengaruh penting terhadap struktur organisasi. Sedangkan struktur organisasi akan mempengaruhi desain dari management control system.
Berdasarkan struktur organisasi, maka perusahaan dikelompokkan menjadi:
a. Functional Structure
b. Business Unit Structure
c. Matrix Structure


7. Usulan
sistem manajemen pada perusahaan PT. Wings perlu diperluas dengan jajaran direksi yang lebih lengkap dan mendetail.

8. Kesimpulan
Sistem pengendalian manajemen dikategorikan sebagai bagian dari pengetahuan perilaku terapan (applied behavioral science). Pada dasarnya, sistem ini berisi tuntutan

Anonymous said...

kepada kita mengenai cara menjalankan dan mengendalikan perusahaan / organisasi yang “dianggap baik” berdasarkan asumsi-asumsi tertentu.sehingga untuk mempertahankan perusahaanny diperlukan sistem pengendalian manajemen yang baik.

10. Referensi
1. http://www.unilever.co.id/id/ourcompanytarunilever/vitalitasunilever.asp

Anonymous said...

NAMA : FIKAR ANDRIAN AZIZ
NIM ; C1C007091
STRATEGI PENGENDALIAN PT.Gudang Garam Tbk.
1. PENDAHULUAN
dalam perusahaan perlu strategi pengendalian yang tepat guna mencapai tujuannya.Ada 3 strategi pengendalaian agar sistem pengendalian dapat bekerja dengan baik, yaitu pengendalian hasil(result control),pengendalian aksi(action control),dan pengendalian orang(people control).

2.Pengertian Strategi Pengendalian
Strategi pengendalian adalah strategi atau upaya perusahaan dalam mencapai tujuannya. Strategi pengendalian menekankan perhatian pada hasil yang dicapai, cara- cara atau proses, dan karakteristik SDM.

3.Sekilas Tentang Gudang Garam
PT. Gudang Garam Tbk. merupakan salah satu produsen rokok kretek terkemuka yang menguasai pangsa pasar terbesar di Indonesia, memproduksi lebih dari 70 miliar batang rokok pada tahun 2001 dan dikenal sebagai produsen rokok kretek yang bermutu tinggi.

Dilihat dari asset yang dimiliki, nilai penjualan, pembayaran pita cukai dan pajak kepada Pemerintah Indonesia serta jumlah karyawan, PT Gudang Garam Tbk merupakan perusahaan terbesar dalam industri rokok kretek di Indonesia. PT Gudang Garam Tbk telah mencatatkan sebagian saham-sahamnya di lantai bursa.

4.Struktur Organisasi
>Direksi : Buana Susilo
Diangkat menjadi Direktur pada bulan Juni 2008
>Komisaris : Hadi Soetirto
Diangkat menjadi Komisaris Independen pada tahun 2005
>Karyawan : Salah satu keunikan yang dimiliki PT Gudang Garam Tbk dalam hal sumber daya manusia adalah kemampuan untuk menerapkan prinsip padat karya sekaligus prinsip padat modal secara bersama-sama. Di satu sisi untuk memproduksi rokok yang berkwalitas tinggi, PT Gudang Garam Tbk dituntut untuk menggunakan mesin-mesin dan peralatan canggih yang membutuhkan banyak modal untuk pengadaannya. Namun di sisi lain perusahaan juga memiliki komitmen besar terhadap pemberdayaan sumber daya manusia. Hal ini terbukti dengan jumlah karyawan PT Gudang Garam Tbk yang mencapai lebih dari 41.000 karyawan yang tersebar di berbagai sektor pekerjaan.

5.Stretegi Pengendalian:
pengendalian orang(people control)
Menurut Anggaran Dasar Perseroan, Perseroan diurus oleh suatu Direksi di bawah pengawasan Dewan Komisaris yang kesemuanya diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham untuk jangka waktu lima tahun dan dapat diangkat kembali. Tugas dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi diatur dalam Anggaran Dasar.

6.Usulan strategi Pengendalian
sesunggunya dengan sistem pengendalian yang ada sekarang sudah baik hingga mampu membawa PT.Gudang Garam Tbk. menjadi salah satu produsen rokok yang diperhitungkan,tapi menurut saya hendaknya PT.Gudang Garam Tbk. hendaknya lebih memerhatikan sistem pengendalian yang lain,agar mencapai hasil yng lebih dari apa yang sudah dicapai.

7.Kesimpulan
Strategi pengendalian terdiri dari tiga elemen penting yaitu pengendalian hasil (result control),pengendalian aksi(action control),dan pengendalian orang (people control). Ketiga elemen tersebut saling mendukung satu sama lain. Jadi alangkah baiknya apabila perusahaan menggunakan ketiga elemen tersebut dalam sistem pengendaliannya.

8.Penutup
Dalam pencapaian tujuan suatu perusahaan, hal yang paling berperan adalah sistem pengendaliannya dan strategi pengendalian. Apabila strategi pengendalian suatu perusahaan sudah baik maka perusahaan dapat mencapai keberhasilannya. Oleh karena itu, strategi pengendalian harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Strategi pengendalian harus dilaksanakan secara efektif dan efisien.

9.Daftar referensi
Praptapa, Agung, 2009, The Art Of Controlling
situs : www.gudang garam tbk.com