Saturday, May 29, 2010

Kontribusi Soal dan Jawaban (MSi Mei 2010)

Silakan kumpulkan di sini sebagai comment soal dan jawaban berdasarkan jurnal yg telah Saudara presentasikan.

13 comments:

sulasih said...

Nama : Sulasih
NIM : P2CB09006
Kelas : MSi

SOAL

Pada krisis keuangan lingkungan perusahaan banyak berubah secara dramatis yang menyebabkan peningkatan secara signifikan dalam hal ketidakpastian dan resiko pada perusahaan. Sebutkan 4 reaksi yang dilakukan dalam MCS pada kondisi diatas???

JAWAB

1. Boundary Systems
2. Belief Systems
3. Interactive Systems
4. Diagnostic Systems

Pertanyaan diatas diambil dari Jurnal "Risk management and Management Control-the Impact of the financial crisis on the use of Management Control Systems"

Terima Kasih

Anonymous said...

Nama : ROSILAH
NIM : P2CB09033
Kelas : MSi

SOAL
Pengelolaan bank secara modern umumnya diserahkan kepada para profesional yang bertindak sebagai pengurus bank. Untuk menjalankan manajemen bank dan menjalankan amanat pemilik saham (prinsipal) , maka diperlukan control terhadap manajemen. Bagaimana kontrol terhadap manajemen bank bisa ditempuh ?

JAWAB
Kontrol terhadap manajemen bank bisa ditempuh melalui :
1. Uji kemampuan dan kepantasan (fit and proper test) yang dilihat dari kompetensi dan integritas. Pengurus yang memiliki kompetensi dan integritas akan berusaha menjalankan komitmen awal yang disepakati. Uji ini dilakukan secara berkala, sehingga selaku pengurus yang tidak lulus uji ini akan terancam posisinya.
2. Peningkatan kepemilikan oleh para manajer dan komisaris. Kepemilikan saham oleh insiders ini bisa menimbulkan bertindak hati-hati sebab mereka juga ikut menanggung risiko bila bank mengalami kebangkrutan.
3. Kontrol pasar tenaga kerja dan ancaman take over. Manajer yang berkinerja buruk akan terancam tidak digunakan bila terjadi take over bank tersebut. Sementara pasar juga tidak mau menggunakan para manajer yang berkinerja buruk.
4. Regulasi perbankan. Regulasi perbankan merupakan kontrol yang paling efektif pada lembaga perbankan. Penurunan kinerja bank berarti penurunan reputasi para insider. Reputasi yang jelek tidak akan lolos dalam fit and proper test yang dilakukan oleh BI, padahal uji ini dilaksanakan setiap periode pergantian struktur manajemen. Manajer yang tidak lolos uji berarti terancam posisinya.

Pertanyaan diatas diambil dari : 1. Prowse, S., 1997, Corporate Control in Commercial Banks, The Journal of Financial Research, Vol XX, p. 509-527.
2. Bank Indonesia, 2000, Peraturan Bank Indonesia No. 2/23/2000 Tentang Penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and Proper test).

Anonymous said...

Nama : Arini Hidayah
NIM : P2CB09026
SOAL :
Penelitian ini memfokuskan pada bagaimana Perusahaan Multinasional melakukan Sistem Pengendalian Manajemen terutama pada sistem kontrol dan sisem koordinasi terhadap anak perusahaan mereka.
Dalam penelitian ini anak perusahaan dikelompokkan menjai 3 yaitu: anak perusahaan represif, otonom dan aktif. Jelaskan apakah kelompok anak perusahaan tsb mempengaruhi kontrol dan koordinasi yang diterapkan oleh Perusahaan Multinasional?
JAWABAN :
Berdasarkan kelompok anak perusahaan dibedakan menjadi 3 yaitu:
1. Anak perusahaan represif : biasanya hanya melakukan sebagian kecil kegiatan, misalnya penjualan
2. Anak perusahaan otonom : sangat responsif terhadap kebutuhan pasar lokal dan banyak melakukan aktivitas independen
3. Anak perusahaan aktif : memainkan peran penting daam jaringan perusahaan multinasional melakukan banyak kegiatan termasuk R & D.
Dari ketiga kelompok tsb tentu saja akan mempengaruhi kontrol dan koordinasi yang diterapkan kantor pusat, yaitu :
1. Pada anak perusahaan represif kantor pusat akan menggunakan pengaruh kontrol dan koordinasi paling besar terutama mekanisme kontrol formalnya
2. Pada anak perusahaan otonom : akan banyak mendapat kebebasan dari kantor pusat untuk mengenali dan merespon kebutuhan pasar lokal
3. Pada anak perusahaan aktif : mendapat banyak kebebasan dan mengembangkan hubungan multilateral
Jadi kelompok anak perusahaan akan mempengaruhi sistem kontrol dan koordinasi yang diterapkan kantor pusat.
Soal dan jawaban diambil dari : Journal of Comparative International Management : Management Control Systems in Subsidiaries of Multinationals in the Emerging Market of Central Eastern Europe

Terima kasih, Sukses selalu

HERNI said...

HERNI UTAMI RAHMAWATI
NIM : P2CB09007

SOAL
1. Apakah Nilai Publik itu ?
2. Bagaimana Sistem Pengendalian Manajemen dapat membantu menciptakan Nilai Publik ?

JAWABAN NO. 1
Ada 5 pengertian Nilai Publik
a. Nilai Publik adalah suatu pendekatan akademik.
b. Nilai Publik adalah suatu koreksi terhadap manajemen Publik yang baru.
c. Nilai Publik adalah alat Retorika.
d. Nilai Publik adalah jenis pemerintahan institusional yang berbeda.
e. Nilai Publik adalah analog dengan nilai konsumen swasta.

JAWABAN NO. 2
Guna melakukan hal tersebut, organisasi sektor publik harus mengimplementasikan suatu sistem pengendalian manajemen yang memungkinkan mereka untuk mencapai tujuan organisasi, ini membutuhkan suatu proses pengambilan keputusan yang didasarkan pada hubungan yang erat antara dimensi institusi, dimensi politik, dan dimensi perusahaan. Dalam pandangan ini, dimensi institusi dapat dianggap sebagai suatu lingkungan yang lebih luas dimana organisasi sektor publik bertindak menurut aturan mereka, mengambil manfaat dari kesempatan yang ditawarkan dan hati-hati dengan ancaman yang dimunculkan oleh lingkungan. Dimensi politis merujuk pada peran politik dalam menentukan apa yang seharusnya dipuaskan dan melibatkan suatu proses pengambilan keputusan politik. Dimensi perusahaan dicirikan oleh sistem pengendalian manajemen untuk mengikuti pengembangan seperti perencanaan, produksi, pengukuran, evaluasi, dan imbalan.

Sri Wahyuningsih said...

Nama: Sri Wahyuningsih
NIM:P2CB09014
Kelsa:MSi

Soal:
Dalam Edi Dan Mcs Ada 3 Model Teoritis Untuk Menjelaskan Hubungan Kausal Antara Adopsi Teknologi Informasi Dan Perubahan Organisasi. Sebutkan Dan Jelaskan 3 Model Tersebut!
Jawab:
Model pertama disebut imperatif teknologi. Perspektif ini dilihat teknologi sebagai kekuatan eksogen yang menentukan struktur organisasi. Model kedua disebut imperatif organisasi, yang menganggap teknologi sebagai masalah pilihan informasi manajerial untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Model ketiga melibatkan sinergi antara teknologi informasi dan struktur organisasi. Perspektif sinergi menunjukkan bahwa, di satu sisi, penerapan teknologi memelihara perubahan organisasi.

Anonymous said...

Nama : Mulyanto
NIM : P2CB09004
Kelas : Msi

SOAL :

Apakah karakteristik aktivitas dan employees (pegawai) dalam organisasi Penelitian dan Pengembangan ( Research and Development organization)?

JAWAB

Organisasi Penelitian dan Pengembangan mempunyai karakteristik kegiatan dan employees yang berbeda dengan organisasi yang bukan penelitian dan pengembangan.
Kegiatan organisasi penelitian dan pengenbangan sebagai learning process terdiri dari dua tipe pembelajaran, yaitu Type I learning dan Type II learning.Type I learning terkait dengan pengembangan area pengetahuan saat ini yang lebih pasti dan dapat diperkirakan. Sedangkan Type II learning bersifat lompatan dari area pengetahuan saat ini yang berupa brand new knoledge yang sulit diperkirakan dan tidak pasti.

Employees dalam organisasi Penelitian dan Pengembangan adalah para ilmuwan yang memerlukan otonomi yang tinggi dan spesifik.Mereka adalah orang-orang yang tidak suka birokrasi dan administrasi.Mereka memerlukan system kontrol yang tidak terlalu ketat dan juga tidak terlalu longgar.

Patrick said...

KONTRIBUSI SOAL + JAWABAN SPM
PATRICK VIVID A - P2CB09021


SOAL:
BERDASARKAN JURNAL “STRATEGIC ORIENTATION AND TOP MANAGEMENT ATTENTION TO CONTROL SYSTEM”. BAGAIMANAKAH SISTEM PENGENDALIAN INTERAKTIF DAPAT MEMPENGARUHI PROSES FORMULASI DAN IMPLEMENTASI STRATEGI BISNIS PERUSAHAAN SEHINGGA DPAT MENCAPAI VISI ORGANISASINYA?

JAWABAN:
Strategi bisnis perusahaan disusun untuk dapat mencapai visi perusahaannya. Strategi disusun secara dinamis agar para manajer mampu mengambil kebijakan yang tepat pada situasi dan kondisi yang terjadi.

Penyusunan strategi yang dinamis dipengaruhi oleh sistem pengendalian interaktif yang terdiri dari 5 jenis, yaitu:
1. Program management systems, merupakan cara-cara meningkatkan proses alur kerja secara efisien.
2. Profit planning systems, mencakup perencanaan laba tahunan, anggaran, rencana keuangan, dll.
3. Brand revenue budgets, meliputi segmen pasar, jenis kemasan, dan promosi.
4. Intelligence systems, proses mengumpulkan informasi tentang sosial, politik, dan perkembangan lingkungan bisnis.
5. Human development systems, merupakan sistem tenaga kerja yang meliputi perencanaan karir, suksesi, pengembangan, dll.

Masing-masing sistem pengendalian interaktif tersebut akan memberikan informasi dan tuntunan untuk pembelajaran dan pengembangan organisasi yang akhirnya memberikan inisiatif strategi yang baru dalam memformulasikan dan mengimplementasikan strategis bisnis perusahaan sehingga dapat mencapai visi perusahaan tersebut.

---------
Tetap semangat dan dalam sukses untuk semuanya...

qori said...

Nama : Qori Al Banin
NIM : P2CB09022

SOAL: BAGAIMANA PROSES PENGENDALIAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN SEHINGGA SELARAS DENGAN MANAGEMENT CONTROL SYSTEM DALAM JURNAL “TOWARD SOCIALLY RESPONSIBLE MANAGEMENT CONTROL SYSTEM”.
Jawaban:
Proses pengendalian tanggung jawab sosial perusahaan sehingga selaras dengan management control system yaitu melalui 2 dimensi kunci : pengukuran formal dan pengendalian informal. Pengukuran formal mengakui kebutuhan untuk pengukuran eksplisit dan suatu pendekatan monitoring yang sistematis yang merefleksikan suatu aspek tanggung jawab sosial. Pengendalian informal mengakui bagaimana monitoring dan pengukuran seharusnya secara ideal menyatu sebagai bagian dari kultur organisasi dan karena itu merupakan komponen yang dapat menembus operasi tersebut. Pengukuran formal dari tanggung jawab sosial merupakan sinyal bagi manajer bahwa kelompok stakeholder dan tujuan tanggung jawab sosial dianggap penting dan relevan dalam organisasi. Dua dimensi harus ditekankan secara timbal balik.

Anonymous said...

Dina Kurniawerdani
P2CB09008

DARI JURNAL, PADA DASARNYA PENELITI BERPENDAPAT BAHWA KEUNGGULAN STRATEGI YANG BERBEDA DAN SIKLUS HIDUP ORGANISASI HARUS MEMILIKI DAMPAK YANG BESAR PADA PENERAPAN IMBALAN KONTROL INSENTIF.
JELASKAN: SATU SAJA HUBUNGAN KEUNGGULAN KOMPETITIF PADA SATU SIKLUS HIDUP ORGANISASI YANG DIGUNAKAN DALAM SALESPERSON CONTROL?
JAWAB : misalnya menjelaskan untuk tahap perkenalan
Pada tahap ini, organisasi ini adalah kewirausahaan, dan kegiatan yang terlibat seperti membuat rencana organisasi formal, mencari modal, dan mengembangkan produk atau jasa. Siklus Hidup Organisasi menghadapi tuntutan kas yang kuat untuk membiayai ekspansi modal.
Karena daya saing lemah, organisasi akan menghadapi tantangan eksternal; seperti permintaan dari pelanggan, strategi pesaing, dan internal seperti kekurangan tenaga penjual yang berpengalaman/ berbakat, daya tarik produk dll. Jadi diferensiasi adalah strategi terbaik seperti, menawarkan banyak produk kepada pelanggan, dan menawarkan atau produk khas yang unik kepada pelanggan, untuk menciptakan Keunggulan Kompetitif dalam strategi generik Porter, dengan menggunakan strategi diferensiasi.
Karena di tahap awal, organisasi ini khusus mendirikan sumber daya keuangan dalam volume penjualan, sehingga insentif tenaga penjualan yang berbasis hasil (misalnya, menekankan kontribusi individu), yang menjadi perhatian utama adalah kelangsungan hidup dan keuntungan.

Anonymous said...

Mokhamad Kodir
P2CB09017
SOAL:
Ada berapa strategi bisnis yang berkaitan dengan konfigurasi Management control system? Sebut dan Jelaskan !
Jawaban :
1. strategi inovasi berkaitan dengan dengan inovasi, biaya dan efisiensi serta kinerja pasar.
2. strategi kepuasan ( customer-quality) pelanggan yang berkaitan dengan mutu dan manajer
3. strategi harga murah (low-cost) dengan penekanan pada biaya, efisien, system produksi dan karyawan.
Ketiganya harus menggunakan system penilaian kerja untuk mendukung penerapan yang efektif dari strategi bisnis juga tehnologi dan lingkungan yang tidak menentu.

Anonymous said...

YUNINGSIH ESTI M
P2CB09020

Soal :
Jelaskan pengukuran kinerja EVA dan BSC !

Jawaban:
EVA ( Economic Value Added ) : adalah pengukuran keseluruhan dari kinerja keuangan yang ditujukan pada pemikiran manajer tentang peningkatan nilai pemegang saham.

Nilai tambah ekonomi dikembangkan oleh the Stem Stewart Corporation sebagai ukuran kinerja keuangan . Oleh karena itu ukuran kinerja keuangan harus sejalan dengan tujuan.

Balance Scorecard merupakan suatu pendekatan multidimensi bagi pengukuran kinerja yang berhubungan secara spesifik dengan strategi organisasi. Selain memperhatian pengukuran kinerja secara finansial juga memberikan perhatian pada persyaratan yang diberikan konsumen, proses bisnis dan keberlangsungan jangka panjang.

Pendekatan balance scorecard dikembangkan oleh Harvard Business School oleh Kaplan and Norton sejak awal 1990 an. Kerangka manajemen kinerja diterapkan untuk menganalis balance scorecard dan untuk menyarankan beberapa ekstensi dan perbaikan yang mungkin dilakukan yang berhubungan dengan pengukuran kinerja dengan strategi unit bisnis.

Anonymous said...

Sujarwo, P2CB 09030

Soal :
Pengendalian manajemn dalam suatu organisasi salah satu prosesnya adalah pengendalian biaya. Pengendalian biaya di perusahaan sudah banyak yang menerapkan dengan pendekatan activity base costing (ABC), masih sedikit organisasi nir-laba yang menerapkan konsep ABC dalam menyusun anggaran, berdasarkan hal tersebut :
1. Bagaimana penerapan ABC di organisasi nir-laba terutama di perguruan tinggi
2. Manfaat apa yang dapat diperoleh dengan menerapkan ABC dalam pengendalian biaya di perguruan tinggi

Anonymous said...

Jawab :
1. Activity Based Costing (ABC) suatu metode untuk mengukur biaya dan kinerja dari kegiatan yang terkait dengan proses dan obyek biaya. Penggunaan ABC di perusahaan jasa sudah banyak dilakukan untuk menentukan harga pokok produk dan jasa dengan menentukan besaran biaya yang dipakai oleh masing-masing pelanggan, konsep ini dapat diterapkan pada organisasi nir-laba yang menyelenggarakan pelayanan public seperti pendidikant. Lembaga pendidikan tinggi yang menyelenggarakan banyak produk dan jasa layanan untuk menghasilkan berbagai output, sehingga sangat tepat dalam menentukan tarif biaya pendidikan dengan ABC.
Blocher, Chen, dan Lin, menjelaskan ada tiga tahap dalam perancangan sistem ABC, yaitu : pertama, mengidentifikasi biaya sumber daya dan aktivitas. Kedua, membebankan biaya sumber daya ke aktivitas. Ketiga, membebankan biaya aktivitas ke produk atau jasa (Blocher, Chen, dan Lin, 2000 : 123).
Pada system tradisional alokasi biaya berdasarkan bagian/unit/departemen yang dikelompokan dengan biaya variabel dan biaya tetap, tetapi dengan ABC didasarkan pada proses ativitas yang tergantung pada pemacu biaya sumber daya dengan menggunakan satuan ukuran yang dapat mencakup dan mengkombinasikan ukuran-ukuran kualitas, waktu, dan biaya. Sehingga data yang diperlukan tidak hanya data keuangan saja tetapi juga non keuangan.
Gnof .,Platt., dan Vaysman. Semakin kuat sistem akuntansi manajemen yang ada dan informasi organisasi, semakin mudah untuk melaksanakan ABC. ABC dapat memberikan ide-ide yang menarik tentang biaya program dan kegiatan. ABC dapat menyoroti perubahan keadaan yang terjadi secara bertahap yang belum disadari oleh para manajer. Pembenaran untuk penggunaan ABC di pendidikan mengalokasikan biaya tidak langsung untuk barang atau jasa yang tidak hanya didasarkan pada apa yang diinginkan,
2. ABC membantu memangkas ukuran-ukuran yang tidak berfungsi dan menyesuiakan ukuran-ukuran yang telah disempurnakan sesuai dengan tujuan dan strategi organisasi. Penerapan biaya berdasarkan aktivitas (ABC) dapat diterapkan pada lembaga pendidikan, sehingga dapat meningkatkan informasi biaya pendidikan bagi pengelolan pendidikan, pemerintah, masyarakat..